
πππ
"kapan ini akan selesai? sungguh melelahkan" Luna mengeluh karna merasa lelah. seharian ia mengikuti kemana Arta pergi, serta mengantar dan mengembalikan berkas yang di berikan oleh pria itu. saat pulang ia disambut oleh Sarah yang sengaja memancing masalah, dan kini ia harus membersihkan kolam renang segini luasnya. sungguh buruk nasib Luna.
"ibu, aku merindukanmu, aku ingin sekali bertemu dengan mu" setetes air mata perlahan mengalir di wajah cantiknya. dengan perasaan yang sakit bercampur lelah, dengan penerangan di setiap sudut dinding pagar menjulang tinggi itu. bahkan sinar rembulan saja mampu di kalahkan oleh lampu lampu besar itu. Luna menatap ke arah bulan, ia mengulurkan tangannya ke atas dan tersenyum getir. "lihatlah, kebahagiaan selalu menjauhiku, penderitaan sellau menjadi teman dekatku, apa begini yang dinamakan nasih tidak adil? aku lelah terus begini, apa aku bunuh diri? aku rasa itu jalan terbodoh yang pernah aku pikirkan" Luna terkekeh lucu, namun seketika ia menangis dengan menutupi mulutnya agar tidak bersuara.
air mata itu terus berjatuhan hingga mengenai pakaian Luna. Luna tidak perduli, ia ingin mengeluarkan isi hatinya, ia ingin berteriak sepuasnya, ia ingin terbebas dari segala nya, ia ingin ikut bersama ibunya.
setelah selesai membersihkan kolam serta mengisi air nya. Luna duduk sebentar di kursi yang terdapat di pinggir kolam renang. pendengaran Luna menangkap suara sepatu pantofel yang menggema di seluruh ruangan. namun kuna masih tetap dengan lamunannya.
__ADS_1
"apa yang kau lakukan disana? dasar bodoh, apa kau berfikir untuk kabur dariku" tegas seorang pria yang sangat Luna kenal. Luna tak bergeming, ia msih merasa sangat lelah, membuat matheo kesal akan hal itu.
"apa sekarang kau cosplay menjadi bisu? hingga tak bisa menjawab setiap pertanyaan ku?" sinis nya masih tak mendapatkan jawaban dari Luna.
"jangan ganggu saya tuan, saya sangat merasa lelah, anda kembalilah dan segera tidur" ucap Luna tanpa menoleh ke arah matheo. pria itu menjadi murka, sejak kapan Luna berani memerintah nya? matheo mendekati Luna dan menarik rambutnya dengan kasar.
"akhh!!! sakit tu-tuan...apa yang kau lakukan" lirih Luna berusaha melepaskan tangan matheo dari rambutnya. "sejak kapan kau Bernai memerintahkan hah! kau bosan hidup rupanya" teriak matheo marah membuat Luna menjadi takut.
Luna merasakan keram di kakinya. hingga akhirnya ia masuk kedalam air dan tak timbul keluar dari kolam. 'apakah ini akhir dari kisah ku...tak apa, aku ikhlas tuhan, jika harus mati dalam keadaan seperti ini, aku tidak ingin hidup bersama pria iblis sepertinya, aku lelah menghadapi sikapnya'. Luna perlahan menutup matanya. tubuh kecilnya semakin masuk kedalam kolam hingga hampir ke dasar kolam. yang memang kolam itu dibuat sangat dalam, karna matheo sangat menyukai kolam yang dalam.
__ADS_1
di dalam alam bawah sadar.
Luna melihat seorang wanita cantik sedang bermain ayunan di sebuah pohon besar dengan riasan bunga bunga yang mekar. wanita itu sangat cantik, ia melihat luna yang menatap ya dengan sangat bingung.
"Luna ini ibu nak"
"ibu" lirih Luna dan berlari menghampiri wanita itu dan memeluknya. Luna menangis di dalam pelukan wanita itu, perlahan wanita itu mengelus lembut rambut hitam surai Luna yang tergerai indah.
"ibu...aku ingin ikut bersama mu, semua orang orang selalu menyiksa Luna Bu" tangis Luna mengadu dan menceritakan semuanya. wanita itu ikut menangis melihat Luna, ia membelai lembut pipi chubby luna. "kamu yang sabar sayang, setiap kesabaran akan ada balasan yang lebih besar dari Tuhan, ibu yakin kesabaran hatimu akan membawamu ke dalam kebahagiaan selamanya"
__ADS_1
"Luna memiliki suami yang kejam Bu, setiap hari ia selalu menyiksa Luna, Luna takut dengannya Bu, dia seorang psikopat"
"jangan menyerah sayang, ambil hatinya, jangan tinggalkan dia, ibu yakin, dia jodohmu yang akan menjagamu selamanya, ia akan menyayangi mu dan mencintaimu dengan tulus, dan itu semua butuh proses yang menyakitkan sayang, kamu harus bisa sabar menghadapinya"