TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 88


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


"siapa kau?"


"saya seseorang yang di perintahkan oleh tuan matheo untuk membawa anda kerumah baru anda dan juga beberapa fasilitas milik anda"


"ap-apa?"


ya, matheo baru saja menyuruh orang suruhannya untuk membelikan ayah dan ibu tiri Luna rumah mewah dan juga hotel besar untuk memulai bisnis.


di dalam pesawat. tak henti hentinya,l Luna melamun. "my love, aku tau kau memikirkan keluargamu, kau tenang saja, percaya padaku, keluargamu akan baik baik saja"


"bukan begitu, hanya saja aku tak mau terpisah lagi dengan mereka"


"mungkin ini takdirku my love, terima saja, kau dan aku akan hidup bahagia"


"eumm...bagaimana dengan Arabella? dia pasti akan marah besar akan hal ini"


"kau masih memikirkan wanita itu? lupakan wanita itu, dan dia adalah masa lalu terburuk kita oke?"


Luna tersenyum mengiyakan, suaminya benar, sekarang mereka harus fokus menjaga kandungan Luna.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


sesampainya di tanah kelahiran.


mereka langsung di jemput menggunakan limusin hitam mewah, matheo sengaja menyuruh asistennya untuk menjemputnya menggunakan limusin karna dia tau, istri dan baby nya butuh ruang yang luas.


"sayang, kau terlalu berlebihan"

__ADS_1


"tidak masalah my love, aku harus memberikan ruang yang cukup untuk kau dan calon baby kita"


Luna tersenyum mengiyakan, ia bersandar di dada matheo dan memeluknya dengan erat. tiba tiba saja ia melihat sebuah warung minimalis namun elegant, yang menjual bakso.


"sayang...aku mau itu"


"kau mau apa?"


"itu bakso" ucap Luna menunjuk jadinya ke arah sebuah warung tersebut.


"my love, tempat dipinggir jalan itu makanannya tidak higenis, apalagi banyak orang"


"tapi aku mau pentolnya, apa itu salah?"


"pentol? apa itu? apa itu makanan beracun"


"ck, pentol itu yang ada di bakso, apa kau tak pernah makan?"


matheo menggelengkan kepalanya dengan polos. "bakso pun kau tak tau? bakso itu makanan kuliner khas Indonesia, dan cukup banyak yang menggemarinya apalagi pentolnya, termasuk aku"


"tapi...."


"my love percaya padaku, aku akan membelikan mu pentol satu kotak"


"emang ada ya pentol di dalam kotak" tanya Luna dengan cemberut.


"ada, aku yakin ada"


"iya jika kau menyuruh orangnya masukan kedalam kotak"


"my love, kau Taukan? aku bahkan bisa mencarikan mu pentol berbentuk cinta" ucap matheo dengan masa genit.


"dasar" Luna tersipu dan memukul lengannya pelan.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


mereka sampai di mension 2 kali lebih cepat. disana Luna disambut oleh mom Ariana dan adik nya matheo Zanetta.


"sayang, mom merindukanmu"


"aku juga merindukan mu mom"


"ya ampun menantuku, apa kau baik baik saja, apakah pria nakal' itu menyakitimu" ujar Ariana menyindir putranya.


matheo memutar bola matanya dengan malas. "mom, kau itu seperti wanita yang tidak diberi uang belanja oleh suaminya"


"beraninya kau dasar anak nakal, kau sama seperti ayahmu, selaku saja arogant dan keras kepala"


"sayang, mengapa lagi lagi aku" ucap Alberto yang baru saja menuruni tangga. "tentu saja,lihat sikapmu menurun pada putramu"


"ck, dia saja yang tidak tau mana cinta sejati"


"hey Daddy, kau itu Tidak mengerti anak muda jadi diam saja" ujar matheo tak terima.


"apa katamu? apa kau pikir ayahmu ini Tidak pernah muda"


"sekarang kalian Kun bertengkar karna masalah sepele" ucap Ariana menarik telinga suami dan putranya.


"ahh sakit sayang"


"ahh sakit mom"


ucap mereka bersamaan. Luna tertawa kecil sama hal nya dengan Zanetta. "apa kabar kakak ipar"


"aku baik Zanetta, bagaimana kabarmu"


"aku juga baik"

__ADS_1


__ADS_2