
☘️☘️☘️
saat Luna hendak menyalakan shower, tiba tiba ia terkejut hingga menjatuhkan botol sabun di tangannya.
"akhhkk...!!! maaf tuan, saya tidak jika anda di dalam" teriak Luna menutup matanya dengan ke dua tangannya. matheo sebenarnya senang melihat Luna yang merasa malu dan takut saat melihat dirinya. namun tiba tiba pikiran buruknya kembali membuatnya berwajah dingin.
"keluarlah, tidak usah berpura pura polos dihadapan ku, sebenarnya kau suka kan, melihat tubuh ku ini, kerja lebih bagus dari pada pria yang setiap kau singgahi" ucap matheo dengan dingin.
Luna yang saat itu sangat malu dan pipinya begitu panas dan terlalu mendengar kan apa yang sumaijua katakan.
ia pun bergegas keluar dari kama mandi dengan terburu buru. entah apa yang matheo pikirkan, mengapa ia merasa begitu marah saat membayangkan Luna tidur dengan banyak pria.
__ADS_1
"mengapa wanita begitu licik saat menginginkan sebuah harta, bahkan tidak memperdulikan seberapa harga diri nya" ucap matheo dengan tatapan gusar.
matheo pun bangun dari bet up, ia mandi menggunakan shower. otot otot nya yang kekar itu basah karna air shower yang mengalir deras itu membasahi tubuhnya.
Luna keluar dengan nafas ngos ngosan. "ya ampun Luna mengapa kau begitu ceroboh" kesal Luna merasa malu sendiri, masuk kedalam kamar mandi saat ada pria yang sedang mandi.
Luna kemudian bergegas keluar dari dalam kamar matheo. dengan cepat ia menuju dapur untuk kembali menyiapkan makan malam matheo.
matheo segera mengenakan pakaiannya dan turun kebawah untuk makan malam. ia menuruni tangga dengan gaya seperti biasa, dingin dan arogan. tiba tiba seorang wanita masuk dari arah pintu utama, siapa lagi kalau bukan Sarah.
"hai sayang, aku datang membawakan sesuatu untukmu" ucap Sarah bergelayut manja. sementara dari arah dapur, Luna bisa melihat semuanya dengan jelas, bagaimana matheo menerima perlakuan dari Sarah. bahkan tak menolak sedikitpun. entah apa yang Luna rasakan, ia tak bisa membohongi dirinya, mungkin Luna merasa kecewa, karna matheo telah memiliki istri akan tetapi masih dekat dengan wanita lain. namun pikiran Luna, buat apa ia cemburu? tiba ia dan matheo menikah karna sebuah kepentingan pribadi masing masing, Luna tidak berhak untuk protes sedikitpun. pikirnya
__ADS_1
mereka kini datang menuju ruang makan. Luna diam menundukkan kepalanya, saat mereka kini duduk di kursi. Luna bisa melihat dengan jelas bagaimana Sarah begitu sok manja pada matheo. namun Luna tidak perduli sama sekali, lagi pula ia dan matheo tidak saling mencintai.
"sayang, apa kau ingin makan yang lain? tampaknya ini bukan tipe makanan selera mu" ucap Sarah sengaja menyindir Luna namun Luna sama sekali tidak perduli. matheo menatap Luna dengan tatapan dinginnya, tak ada ekspresi sama sekali pada gadis itu. entah apa yang Luna pikirkan sekarang, yang jelas Luna tidak menunjukkan reaksi apapun.
"kau benar, ini bukan makanan sesuai seleraku" ucap matheo dengan dingin, ia menatap Luna dengan tajam.
"apa kau sudah bosan hidup? mengajak kau menyediakan makanan seperti ini, dimana makanan yang lain?"
"tapi tuan, saya hanya menyiapkan saja, dan yang memasak para chef, saya tidak memasak itu semua tuan"
matheo terdiam, ia ingin sekali memarahi Luna karena sebuah hal kecil namun, nyatanya gadis itu mengaku tidak memasak makanan. Sarah sudha tau siapa itu Luna, karna sepulang dari mension matheo, Sarah menyuruh asistennya untuk mencari data informasi Luna. Luna hanyalah gadis miskin biasa yang menikahi matheo demi melunasi sebuah hutang ayahnya.
__ADS_1
tentu saja Sarah marah, maka dari itu ia sengaja memanas manasi Luna dengan berdekatan dengan suaminya matheo