
(ᗒᗩᗕ) readers kesayangan Mimin, kalau baca itu tinggalkan komen, kalau memang kalian ingin berpendapat. barang kali dengan komentar kalian, author bisa mengubah tata cara pengetikan dan bahasa yang benar💜💜💜
untuk readers kesayangan author, jangan putus semangat terus mendukung karya author, karna author bakalan mager kalau ga ada yang cemangatin💞💞💞🥺🥺🥺
baca elit
tinggalkan 👍🏻 sulit.
siapa lagi kalau bukan readers Jesica❤️❤️❤️❤️❤️
ngetik itu capek tau😭😭😭😭😭
...(✿ ♡‿♡)(✿ ♡‿♡)(✿ ♡‿♡)(✿ ♡‿♡)...
🍀🍀🍀
"kau tau hukuman setiap karyawan yang bekerja disini, akan mendapatkan hukuman berjalan di lorong kosong. dan sudah banyak beberapa pelayan melihat penampakan hantu tanpa kepala"ujar Arta dengan ekspresi menyeramkan dan sangat pas padanya. Luna yang memang sangat sensitif dengan hal hal seperti itu, tentu saja merasa ketakutan.
__ADS_1
"ampun maafkan aku kak, aku janji akan menuruti perintah mu, tapi jangan beri aku hukuman seperti itu" ujar Luna ketakutan. Arta tak kuasa menahan tawa nya. ia tertawa keras membuat asisten joy menggelengkan kepalanya, merasa lelah dengan kejahilan bos nya itu.
"baiklah aku tidak akan menghukummu kesana, tapi hukuman mu kali ini adalah menemani ku lembur"
terpaksa Luna mengiyakan. meski luna sedikit merasa ragu, namun karna merasa bersalah Luna harus mempertanggungjawabkan kesalahannya. ia juga merasa dirinya sangat bodoh. bisa bisanya ia terbangun kesiangan.
mension Alberto.
Ariana tampak menuju ruang kerja suaminya dengan membawa segelas cangkir coklat panas. Ariana menaruhnya di meja, ia langsung duduk dipangkuan Alberto begitu saja. jika sudah begitu Alberto tau jika istrinya sedang ngambek.
"ada apa sayang"
belum sempat melanjutkan pembicaraannya, tiba tiba Zanetta masuk dengan wajah sebalnya itu. "momy Deddy!!!" teriaknya membuat kedua orang tuanya menutup telinganya.
"Zanetta, mengapa kau berteriak seperti itu"
"hiks...Zanetta patah hati mom, ded" tangisnya pecah mengadu pada Ariana dan Alberto.
__ADS_1
"apa kau pacaran? sudah berapa kali Deddy katakan, kau tidak boleh berhubungan dengan siapapun sebelum lulus kuliah, kau ini bandel sekali yah" ujar Alberto menarik telinga putrinya membuat Zanetta berteriak kesakitan.
"aww..awww...ampun ded, aku janji tak akan mengulanginya" ujar Zanetta dan akhirnya Alberto pun melepaskan tarikannya. "siapa yang berani membuat putri mom ini patah hati" ujar Ariana menatap wajah putrinya yang bermata coklat sepertinya. beda degan matheo yang memiliki mata berwarna biru lautan seperti ayahnya.
"mom, aku menyukai seorang pria tampan di kampusku. ia sangat terkenal dan populer, kami sudah pacaran selama 1 bulan. karna penampilan ku yang culun setiap di kampus, ia memutuskan ku, katanya aku anak miskin dan culun" adu Zanetta sangat marah.
"berani sekali bocah tengil itu berbicara seperti itu, kau tenang saja, mulai sekarang kau boleh tidak berpenampilan culun lagi jika ke kampus ok" ujar Ariana tersenyum mengembang. namun berbeda dengan Alberto pria itu menunjukkan ekspresi tidak setujunya.
"tidak! kau harus tetap terlihat culun, sampai Deddy benar benar menemukan calon suamimu, Deddy takut seseorang akan merusak mu" tegasnya. "tapi ded-"
"tidak ada yang namanya tapi tapian Zanetta, atau uang jajan mu akan Deddy potong selamanya"
Zanetta menunjukkan wajah murungnya. ia menunduk kebawah dengan memainkan jarinya di lantai sepeti anak kecil yang tidak di belikan es cream oleh orang tuanya. "Deddy putri kita sudah dewasa, mau sampai kapan berpenampilan culun"
"sayang, biarkan aku mendidiknya kali ini, aku tidak ingin putri kita seperti wanita wanita di luar saja"
"baiklah, terserah padamu Deddy"
__ADS_1
"Zanetta, istirahat lah, Deddy dan momy ada urusan, lagi pula besok kau harus bangun pagi pagi bukan" ucap Ariana dengan lembut. "baik mom, good night "
"night too sayang"