
πππ
Zayn merasa sangat kasihan pada Luna, gadis yang tak tau apa apa ini harus menerima perkataan pedas dari tuannya itu. "mari nona, akan saya antar ke dalam kamar anda"
Luna mengangguk, kemudian ia mengikuti langkah kaki Zayn yang berjalan menuju lantai 4, memang ada lift hanya saja matheo tak mengizinkan siapapun untuk menggunakan liftnya, selain keluarganya saja. matheo sengaja menyiapkan kamar Luna yang cukup jauh dari lantai utama bagian dapur, karna matheo ingin melihat Luna sangat tersiksa, karna menuruni tangga sebanyak 4 lantai.
"ini kamar anda nona" ucap Zayn menunjukkan kamar luas yang bernuansa hijau, berbeda dengan matheo kamarnya tampak hitam abu abu, tak bercorak sama sekali.
"jika anda butuh bantuan anda bisa menggunakan telepon yang ada di atas nakas nona, semua telah tersedia nomor ponsel para pelayan"
"terimakasih tuan zayn"
"mulai saat ini, panggil saya asisten zayn" ucap pria itu tersenyum dan kemudian meninggalkan Luna.
__ADS_1
Luna masuk kedalam dengan mata yang terus tertuju pada kamar mewah itu, ia tak pernah merasakan kamar semewah ini, bahkan kamarnya saja sangat tak layak dipakai, apalagi kasurnya yang berada dilantai.
ibu tirinya tidur di kasur yang empuk dan luas, sama dengan kakak tirinya, namun ia? bahkan bantal pun sangat tipis
Luna perlahan membaringkan tubuhnya di ranjang yang sangat empuk itu, sungguh menyenangkan berada di antara orang orang seperti mereka, memiliki kekuasaan, bahkan harta, dunia akan lebih maju dengan harta, banyak orang yang mendahulukan orang yang lebih kaya dibanding dengan orang yang tidak memiliki apa apa.
Luna menetap langit langit kamar, ia memikirkan apa yang akan terjadi esok harinya dan seterusnya, apakah tidak akan berubah? atau justru lebih parah, matheo akan memperlakukannya sangat Kejam lebih dari ibu tiri dan Kaka tirinya.
jika ayahnya? bahkan pria tua itu tak pernah melihat Luna, bahkan menegurnya, ayahnya hanya sibuk dengan judinya saja. hingga karna terlalu lelah, akhirnya Luna tertidur pulas di atas ranjang.
keesokan harinya.
kini Luna sedang diriasi oleh para pelayan yang dipesan oleh asisten Zayn, tampak Luna terlihat sangat cantik dengan gaun panjangnya.
__ADS_1
Luna di antar oleh pengawal matheo, sementara matheo telah berada di sana lebih dulu.
Luna melamun memikirkan masa depannya, apakah ia akan dikeluarkan dari sekolah? tapi ia berharap pernikahan ini akan di rahasiakan oleh matheo.
mobil mewah telah sampai depan gereja besar, gereja seluas itu hanya dihadiri oleh para pengawal dan asisten matheo.
tampak pendeta disana tersenyum menatap Luna, gadis itu membalas senyuman pendeta dengan sopan.
akhirnya, acara dimulai hingga kini mereka resmi menjadi suami istri yang sah.
Luna sedikit mengeluarkan keringat, saat ini matheo mendekatinya dan akan menciumnya, namun Luna menggenggam erat gaunnya berusaha untuk kuat. matheo menarik pinggang luna dan mencium bibir tipis itu dengan cepat. Luna memejamkan matanya, merasa malu pada semua pengawal yang ada didalam menghadiri pernikahan.
setalah acara pernikahan selesai, matheo dan Luna akan kembali ke kediaman mereka, tampak di dalam mobil hanya ada keheningan yang menyelimuti mereka. 'the game will be started poor girl' batin Alberto tersenyum licik.
__ADS_1
ia mulai menjalankan rencana, apa yang harus ia lakukan untuk menyiksa Luna di mension nanti.
saat sampai di kediaman matheo, pria itu langsung menyeret Luna untuk keluar dari dalam mobil, Luna yang merasa terkejut, tentu saja tergesa gesa mengikuti langkah kaki suaminya.