
πππ
"bagaimana tuan apa anda sudah puas" ucap asisten Zayn memperlihatkan Vidio rekaman kehancuran dan kematian seluruh Anggita black mamba.
matheo meminum wine dan menyeringai seperti iblis yang berhasil meraih kemenangan, punggung kekarnya itu menyender di sofa dan kakinya ia silangkan diatas meja.
"kerja bagus Zayn, kau tidak pernah mengecewakan ku"
"terimakasih tuan"
"kau tau Zayn, aku sangat senang melihat wajah yang sok berkuasa di dunia mafia itu mati mengenaskan, bagaimana bisa ia menjabat sebagai ketua Balck mamba kalau saja otaknya bodoh seperti itu" ucap matheo tersenyum remeh.
"menurut mata mata saat di markas Balck mamba tuan, Markus ingin merebut kembali Nyonya Arabella dari anda, dan jika Tidak bisa Nyonya Arabella, ia akan merebut nona Luna"
"brengs*k, tidak akan ku biarkan dia melakukan itu"
"bukankah dia sudah mati tuan"
"kau benar Zayn, namun Tetap saja hatiku marah mendengarnya, kau tau Zayn? sepertinya aku jatuh cinta pada gadis bodoh itu, mungkin aku rela saja jika Arabella direbut oleh markus apalagi Arabella bukan istriku, tapi jika Luna, bahkan semua orang di dunia yang tidak bersalah sekalipun, aku akan menghancurkannya"
__ADS_1
"selamat nona Luna, anda berhasil membuat tuan yang arogant dan kejam ini menjadi pria terbucin sedunia" batin Zayn menganggap tuannya sedang dimabuk asmara.
"siapkan jet pribadiku, aku harus pulang sekarang juga, aku tak bisa menahan rinduku saat kini"
"baik tuan"
matheo memandangi foto Luna yang sempat ia ambil saat Luna sedang memasak. wajah cantik Luna terlihat alami, berbeda dengan Arabella yang sellau dipoles mek up. "maafkan aku Arabella, sepertinya cintaku padamu sudha pudar beberapa tahun yang lalu, aku memiliki seorang wanita yang menduduki hatiku saat kini"
"maaf tuan saya ingin menyampaikan suatu hal penting" ujar asisten Zayn yang tiba tiba saja datang dengan wajah panik. matheo merasa bingung, tak biasanya Zayn bersikap seperti ini.
"katakan Zayn, apa yang terjadi"
"APA!!! BAGAIMANA BISA" teriak matheo terkejut dan berdiri dari duduknya.
"nyonya Arabella mengirim nona Luna ke tempat yang sangat jauh tuan"
"dimana tempat itu, kita kesana tuan"
"belum tau tuan, hanya nyonya Arabella yang tau"
__ADS_1
matheo mengepalkan tangannya. "Zayn kita ke Indonesia sekarang"
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
Luna memeluk ayahnya sangat erat, ia menangis diperlukan ayahnya, bagaimana bisa ayahnya dipenjara tanpa sepengetahuan nya, bahkan ayahnya terlihat sangat kurus. "ayah maafkan Luna, sungguh! Luna Tidak tahu jika ayah dipenjara"
"jangan salahkan dirimu nak, harusnya ayah yang minta maaf, karna ayah tidak pernah memperhatikan Luna"
ibu tiri Luna dan kakak tiri Luna akhirnya sadar. jika kelakuan mereka sudah sangat kelewat batas, dan sudha sepantasnya mereka dihukum seperti waktu itu,dan kini mereka memutuskan untuk pindah ke negara Jepang dan hidup bahagia.
ya, Arabella mengirim Luna ke negara Jepang di sebuah kota Tokyo. mereka pun berangkat sekarang dengan pesawat pribadi milik keluarga Arabella. sementara Arabella, akhirnya ia melompat lompat di ranjang merasa bahagia, akhirnya ia akan hidup bahagia dengan matheo tanpa Luna.
"sayang, kita akan bahagia selamanya dengan anak anak kita kelak" gumam arabella bahagia.
__ADS_1
Luna akhirnya merasa hidup terbang bebas, meski di hatinya ia merasa tak rela telah meninggalkan pernikahan nya dengan matheo, namun ia harus bisa menahan semua rasa sedih dan sakit di hatinya. kalau boleh jujur Luna sebenarnya mulai menyukai sikap matheo, hanya saja Luna Tidak tahu akan hal itu.