TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 14


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


"aku tak ingin di dalam kerja sama ini ada yang namanya sebuah pengkhianatan, jika Sampai itu terjadi, jangan salahkan aku jika ia tak bisa bernafas dengan bebas besok pagi" ucapnya dengan dingin membuat semua kliennya ketakutan.


asisten Zayn membisikkan tentang Luna dan Devano yang makan di sebuah restoran tadi pagi.


tatapan matheo semakin menusuk. selama meeting, tampak matheo sangat marah, dan auranya semakin gelap. membuat semua orang menjadi tegang dan hati hati dalam melakukan presentasi


'CIHH, BENAR BENAR SEORANG WANITA MURAHAN, BISA BISANYA IA TAK MENOLAK SAAT PRIA LAIN MENGAJAKNYA MAKAN DI LUAR, LIHAT SAJA, AKU AKAN MENGHUKUMMU NANTI WANITA MURAHAN' geram matheo malah semakin marah, membayangkan apa saja yang sedang di lakukan Devano dan Luna.


matheo dengan cepat menyelesaikan meetingnya. ia ingin tau apa yang sedang Luna dan Devano lakukan, namun menurut informasi dari asistennya, mereka sudah kembali ke kediamannya. "suruh Devano untuk pulang, dan berikan telfon pada Luna, aku akan menyuruh nya ke kantor ku sekarang juga"


"apa nona Luna tau perusahaan anda Tuan"


"apa kau bodoh, di mana pada pengawal ku, apa kau ingin aku menyuruh Mark untuk mengurung mu bersama beruang ku yang sedang kelaparan itu?"


"tidak tuan, baiklah saya akan menyuruh pengawal untuk membawa nona Luna kemari"

__ADS_1


"telfon pelayan mension sekarang,untuk memberikan ponselnya pada Luna"


"baik tuan"


Zayn pun menghubungi pelayan mension. "iya tuan"


"berikan ponsel mu pada nona Luna sekarang juga" ucap Zayn kemudian memberikan ponselnya pada matheo. Luna menerima ponsel yang di berikan oleh pelayan dengan tatapan yang bingung.


"halo"


tiba-tiba beberapa pengawal masuk dan menuju ke arahnya. "maafkan kami nona, tapi tuan meminta anda untuk pergi ke perusahaannya sekarang"


Luna menurut, ia di bawa oleh pengawal matheo. mereka pun menuju perusahaan matheo, c.s


Luna menatap jalanan kota dengan wajah sendu. beberapa gadis muda tertawa ria bersama teman temannya yang seumuran dengan nya. Luna menatap iri ke arah gadis gadis itu, kapan ia bisa bebas dan hidup bahagia? ia lelah di jerat oleh semua orang yang berada di dekatnya. setelah lepas dari kandang buaya, ia malah terjerumus dama istana neraka yang mengikatnya dengan sebuah pernikahan.


tak lama mobil mewah itu sampai di sebuah perusahaan megah. para pengawal membuka kan pintu untuk Luna. mereka masuk kedalam perusahaan yang di depan pintu di jaga oleh 4 orang pengawal. Luna berjalan menundukkan kepalanya. mereka pun sampai di sebuah ruangan yang terdapat di lantai 17. pada pengawal memberikan Luna masuk, hingga tak lama asisten Zayn keluar dan memberi hormat padanya.

__ADS_1


'anda sedang dalam masalah nona' batin asisten Zayn memberikan kode kode mata padanya. Luna merasa tidak mengerti, ia pun masuk kedalam dengan pelan. ia menatap kesana kemari untuk mencari keberadaan suaminya.


hingga ia melihat sebuah kursi besar yang membelakangi nya. "tuan, aku sudah sampai" ucap Luna dengan hati hati. mendengar suara istrinya, hati matheo terasa sangat terbakar mengingat Luna dengan pamannya tadi makan di sebuah restoran. Devano masih terlihat muda meski umurnya sudah memasuki umur 30 tahun. matheo mencengkram kuat tangannya sendiri dan memutar kursinya agar menghadap ke arah Luna.


Luna melihat ada kemarahan di mata pria itu, segera menundukkan kepalanya. "mengapa kau takut padaku? apa kau merasa senang hari ini? setelah di sentuh oleh Devano" ucap matheo dengan sinis.


"berapa Devano membayarmu? apa ia membayarmu sangat mahal, karna ia sangat terpuaskan oleh servis mu" ujar matheo menusuk hati Luna.


"apa yang kau katakan tuan, aku tidak melakukan apapun dengan dengan devano, ia hanya membelikan ku makanan, bukan apa apa" lirih Luna merasa sakit dengan ucapan suaminya.


"heh! berani sekali kau makan dengan pria lain tanpa seizin dari ku, apa kau bisa hidup hah!" teriak matheo merasa sangat marah dan mulai mengeluarkan emosi nya.


matheo menyeret Luna untuk masuk kedalam kamar pribadinya yang ada dalam ruangannya. matheo menghempaskan nya dengan kasar ke lantai. pria itu mengambil sebuah tali di dalam laci dan mengikat Luna di antara kaki sofa besar itu.


"tuan ampuni aku, aku mohon jangan sakiti aku tuan" ucap Luna dengan tangis nya yang memilukan. matheo yang seolah olah di butakan oleh amarah, ia tak mendengarkan pengampunan Luna. pria itu mengeluarkan pisau kecil dalam laci dan menggoreskan nya pada paha wanita itu hingga mengeluarkan darah segar.


"akhhh....tu-tuan, ini sangat sakit, aku mohon hentikan, aku minta maaf tuan hiks..hiks.." tangis Luna merasa perih di pahanya, karna pria itu menggores beberapa di sana hingga darah segar keluar dari kedua pahanya. matheo tertawa sinis, merasa puas karna korbannya kehabisan banyak darah.

__ADS_1


__ADS_2