
"Nyonya saya mohon berhentilah. Mari kita masuk." Kata Fanny sambil membantu Nadya berdiri.
"Tapi ini masih kacau Fanny." Jawab Nadya.
"Biar pelayan yang membersihkannya, Nyonya."
"Baiklah."
Akhirnya setelah dipaksa oleh Fanny, Nadya mau beristirahat. Nadya kini sudah tertidur pulas dikamarnya.
Di Robson.Drction..
"Den, kenapa aku tidak punya nomornya?" Tanya Brydan. Yang dia maksud adalah nomor handphone Nadya.
"Kau ini ceroboh sekali, bagaimana kalau dia kabur. Aku tidak bisa melacaknya!" Ucap Brydan dengan wajah kesal kepada Dendy.
"Maaf Tuan, saya lupa."
"Cepat kau isi!" Kata Brydan yang sudah memberikan handphone nya kepada Dendy. Kemudian Dendy mengisi nomer handphone Nyonya kecil di handphone Brydan.
"Atas nama siapa, Tuan?" Tanya Dendy yang bingung harus memberi nama apa pada kontak Nadya.
"Berikan!" Sahut Brydan meminta handphone nya kembali. Brydan memberi nama pada kontak istrinya dan tersenyum tipis.
"Done," gumamnya.
"Den apa aku masih ada meeting lagi?" Tanya Brydan. "Tidak ada, Tuan." Jawab Dendy.
"Ayo, aku mau pulang!"
"Tapi Tuan, Anda masih banyak pekerjaan. Jika berkas-berkas ini tidak diselesaikan sekarang. Besok Anda akan kewalahan, Tuan. Saya khawatir Tuan sakit." Jelas Dendy.
"Heuh, baiklah. Sekarang kembali keruangan mu!" Kata Brydan dan Dendy langsung undur diri, untuk kembali keruangannya.
Dan mulailah mereka berdua bersibuk dengan pekerjaan masing-masing. Sebagai seorang CEO, Brydan tidak mau menjadi contoh yang buruk bagi semua karyawannya. Brydan selalu mengedepankan kedisiplinan. Seperti datang tepat waktu dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Dan jika ada yang berani melanggar aturan-aturan Brydan, maka bersiaplah menjadi gelandangan. Karena Brydan adalah tipe orang yang tidak suka dibantah dan tidak suka bantahan.
Setelah semua pekerjaannya selesai, Brydan melihat jam yang kini sudah menunjukkan pukul 16.00.
Tok tok tok..
"Masuk."
__ADS_1
"Tuan, Anda belum makan dari siang. Jadi makanlah sedikit saja." Ujar Dendy sambil membawa senampan makanan dan minuman. Brydan seringkali melewatkan makannya jika Dendy tidak mengingatkan.
"Berikan Den." Kata Brydan. Dan dia mulai memakan makanan yang dibawa oleh Dendy. Sedangkan Dendy tetap setia menunggu Brydan selesai makan sembari memainkan handphone nya.
Brydan sudah selesai makan beberapa menit yang lalu. Sekarang dia dalam perjalanan keluar dari kantornya. Setelah di dalam mobil, seperti biasa Brydan akan banyak bercerita tentang Nyonya kecil pada Dendy. Dendy senang sekarang Brydan sudah tidak sedih lagi, karena kepergian Velyn mantan kekasihnya.
"Den, kenapa aku merasakan hal yang berbeda ketika berdekatan dengannya?"
"Mungkin Tuan sudah mulai jatuh cinta."
"Benarkah? Tapi aku tidak pernah merasakan ini ketika jatuh cinta pada Velyn."
"Itu artinya, tidak ada cinta untuk Nona Velyn. Yang ada hanya obsesi semata, Tuan."
"Kenapa kau tahu?"
"Saya hanya mengira-ngira saja, Tuan."
"Dasar kau ini."
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit. Akhirnya mereka sampai juga di mansion Brydan. Seperti biasa Dendy akan mengembalikan mobil Brydan. Dan membawa mobilnya sendiri yang dia titipkan tadi pagi.
Kemana Nyonya kecil? Kenapa tidak menyambut Tuan?
"Pak San, kemana Fanny?"
"Selamat datang, Tuan. Nona Fanny ada di depan kamar Nyonya, Tuan."
Brydan langsung bergegas menuju ke kamarnya. Benar saja, dia melihat Fanny sedang berdiri di depan pintu kamarnya. Fanny yang melihat kedatangan Brydan, langsung menyapa tuannya.
"Selamat datang, Tuan." Sapa Fanny sambil membungkukkan badannya.
"Istriku kemana?"
"Nyonya sedang istirahat, Tuan. Beliau tadi lelah sehabis berkebun. Dan jarinya sedikit lecet, terkena duri mawar, Tuan." Lapor Fanny pada Brydan. Mendengar istrinya lecet, Brydan langsung naik pitam.
"Kau biarkan istriku lecet. Apa yang aku bilang padamu. Jika istriku sampai merintih sakit, maka kau yang harus bertanggung jawab!" Teriak Brydan seraya mencengkeram kedua lengan Fanny. Fanny masih tetap diam dan menunduk.
"Sebagai hukuman, berjanjilah bahwa kau tidak akan pernah membiarkan istriku lecet. Walaupun sedikit." Kata Brydan sembari menatap Fanny dengan tatapan tajam.
"Saya berjanji, Tuan."
__ADS_1
Tentu saja Brydan akan marah. Walaupun istrinya tidak mengadukan apapun padanya, tapi Fanny tidak akan pernah berbohong. Tugas Fanny adalah menjaga Nadya agar tetap aman. Oleh karena itu, Fanny harus bertanggung jawab jika sampai Nadya lecet sedikit saja. Karena gajinya jauh lebih besar di atas gaji semua pelayan yang ada di Mansion Brydan.
Brydan masuk ke dalam kamarnya dan melihat Nadya sedang duduk di sandaran ranjang. Nadya sama sekali tidak sadar bahwa Brydan sudah masuk ke dalam.
Apa yang dia lamunkan? Dia mengacuhkan ku! Apa luka nya masih sakit?
"Nadya, kenapa jari mu?" Brydan pura-pura tidak tahu. Dia ingin melihat jawaban Nadya. Istrinya itu akan menjawab jujur atau berbohong demi melindungi Fanny. Karena Nadya tahu, jika dia terluka maka Fanny yang akan dihukum.
"Ehh, selamat datang Suamiku. Tidak apa-apa tadi jari saya hanya lecet terkena duri mawar. Ini kesalahan saya karena kurang berhati-hati." Ucap Nadya sambil membantu suaminya melepaskan sepatu dan kaos kakinya. Dan meletakkan tas kerja suaminya di tempat semula.
"Jika kau berkebun lagi, maka aku akan menanam tubuhmu bersama bunga mawar yang kau tanam!" Bom atom yang ditunggu sudah keluar dari mulut Brydan.
Hadeuhh, dia ini lebay sekali sih. Aku kan hanya tertusuk duri bukan tertusuk belati!
"Iya iya, saya akan menyiapkan air mandi untuk Anda." Ucap Nadya dan langsung bergegas menuju kamar mandi. Daripada dia terkena omelan Brydan lagi. Telinganya benar-benar pengang.
Setelah 5 menit air mandinya sudah siap.
"Suamiku, silahkan mandi dulu." Kata Nadya mempersilahkan Brydan untuk mandi. Dan Brydan langsung melepas semua pakaiannya kemudian masuk ke kamar mandi. Tapi tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka lagi dan muncul kepala manusia dari dalam.
"Kau bilang pada Pak San, hari ini aku ingin makan daging sapi panggang dengan saus mushroom." Hanya itu yang Brydan ucapkan. Dan langsung memasukkan kepalanya kembali ke dalam.
Nadya turun dari ranjang dan menemui Pak San. "Pak San, Suamiku bilang dia ingin daging sapi panggang dan saus mushroom untuk menu hari ini."
"Baik Nyonya." Sahut Pak San kemudian langsung bergegas pergi ke dapur. Dan memberitahu koki untuk memasak apa yang diinginkan Brydan.
Dan Nadya kembali ke dalam kamarnya karena Brydan sudah memanggilnya.
"Mana pakaianku?" Tanya Brydan dan Nadya langsung memberikan piyama kepada Brydan.
"Saya mandi dulu ya." Ucap Nadya sebelum dia masuk ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi, keduanya pun turun ke lantai bawah untuk dinner alias makan malam. Di meja makan sudah tersaji makanan yang diinginkan Brydan. Baik Brydan atau Nadya sama-sama menikmati makanannya selain rasanya yang enak. Karena mereka berdua juga sudah lapar.
♡(ӦvӦ。)♡(ӦvӦ。)♡(ӦvӦ。)
Happy Reading and Lop U All :D
Jangan lupakan like, komen and votenya yah😁
Makasih ✨
__ADS_1
IG : @cynshindi