Terpaksa Menikahi Sang Penguasa

Terpaksa Menikahi Sang Penguasa
Ch-82 Kedatangan Roland.


__ADS_3

Dendy dan juga Brydan tengah asyik menunggu kedatangan seseorang. Mereka telah membuat janji dengan orang tersebut. Orang yang akan berperan penting dalam kelangsungan rencana mereka ini.


"Tuan, bagaimana kabar Nyonya kecil?" Dendy seraya membenarkan posisi duduknya.


"Baik!" Sahut Brydan. Sang penguasa itu terlihat duduk tegap di kursi kebesarannya.


Cklek.


Pintu ruangan terbuka, tampaklah seorang pria yang memakai mantel kulit hitam dan rantai yang menggelantung di celananya hitamnya. Penampilan yang casual namun juga mengerikan. Pria itu membuka masker yang menutupi sebagian wajahnya, ia tilik kedua orang yang tengah duduk tegap di dalam ruangan Brydan itu.


"Hey bro!" Pria itu seraya menghampiri Dendy dan melakukan pelukan gentle ala pria. Dengan menepuk-nepuk pundak Dendy dan melakukan tos.


"Lama tak jumpa, Tuan." Ia pun tidak lupa untuk membungkukkan badannya di hadapan Brydan. Bagaimanapun Brydan adalah tuannya juga, ia sangat menghormati Brydan, bahkan ia tak segan untuk menumpas siapapun yang berani menyentuh atasannya.


"Hmm, duduk lah." Sahut suami Nadya.


"Roland, bagaimana kabarmu?" Dendy membuka percakapan.


"Fine!"


Ya, nama pria itu adalah Roland. Pria berusia sama seperti Dendy, yang tidak lain dan tidak bukan merupakan sepupu Dendy sendiri. Ayah Roland adalah sahabat dekat ayah Brydan dan bisa dibilang bawahannya tuan besar. Bahkan tuan besar sudah membantu banyak perekonomian keluarganya, hingga membuatnya harus berhutang budi pada penerus Tuan Besar, putra Tuan Besar yang tidak lain adalah Brydan Robson.


Roland sendiri adalah seorang ketua mafia, Bloody world itu adalah nama geng mafia yang kini tengah berada di genggamannya. Geng mafia itu, adalah pemilik wilayah daratan dan lautan Asia. Pria itu sudah dua tahun ini menetap di Indonesia, karena rumahnya berada di USA dan ia juga sering berpindah-pindah negara.


"Kau tidak pindah lagi? Kau itu kan seperti orang pedalaman yang hobinya selalu berpindah-pindah tempat tinggal." Ejek Dendy, ia tahu betul sepupunya itu.


"Sialan! Aku bukan orang pedalaman, wajah tampan begini kau sebut orang pedalaman."


"Ehm!" Brydan berdehem, jika begini terus agendanya akan berubah menjadi reuni.


"Apa ada perintah untuk saya, Tuan." Tanya Roland dengan sopan, walaupun Brydan sudah menganggap dirinya sebagai saudara, namun Roland tidak mau mengurangi sedikitpun kesopanannya kepada Brydan.


"Aku yakin, Dendy pasti sudah menjelaskan padamu."


"Tentu, Tuan. Kalau begitu boleh saya lihat foto wanita itu? Karena saya tidak tahu seperti apa wajahnya."

__ADS_1


Dendy memberikan selembar kertas. Di kertas itu terpampang foto Naddie yang tengah tersenyum. Roland tilik baik-baik foto itu, entah kenapa ia merasa seperti pernah bertemu dengan wanita itu. Tetapi ia sedikit lupa, dimana mereka bertemu waktu itu.


"Ahh aku ingat, aku pernah bertemu wanita ini di sebuah club malam. Wanita ini memiliki kekasih, dan kekasihnya adalah musuhku di dunia gelap!" Terangnya.


"What?" Teriak Dendy dan Brydan bersamaan. Pikiran mereka sekarang adalah, jika wanita ular itu memang sudah memiliki kekasih, lalu untuk apa masih saja mengganggu hidup dan rumah tangga Brydan?


"Sekarang aku tahu, Naddie bukanlah menginginkan diriku. Tetapi menginginkan harta dan kekuasaan yang aku miliki. Karena jika dia sampai menjadi istriku, maka dengan mudah dia bisa menyingkirkan aku dan bekerjasama dengan kekasihnya itu."


"Bidikan yang tepat, Tuan." Sahut Dendy.


"Sekarang, bantu kami untuk mengetahui markas kekasihnya!"


"Tentu aku tahu, bahkan seluk beluk pria itu aku tahu. Markasnya berada tepat di sebuah bangunan tua di pulau terpencil, bukan di pulau ini." Jelas Roland, kekasih Naddie itu merupakan musuh bebuyutannya di dunia mafia.


"Siapa nama lelaki itu?"


"Fiero, Tuan. Ia adalah ketua mafia dari geng Predatory Wolf, yang kerap kali hendak merebut wilayah kekuasaan saya. Pria itu sering dijuluki Cruel Devil oleh anggotanya. Namun, tidak semudah itu untuk menang melawan Roland." Roland tersenyum smirk.


Pluk!


"Tetapi kenapa pelacak yang ditaruh oleh Nyonya kecil di dalam tas Naddie, berhenti di sebuah gedung tua di tepi kota?"


"Karena Fiero adalah lelaki licik, dia bisa melakukan hal kotor sekalipun untuk merebut kekuasaan seseorang."


"Sekarang, kalian berpura-puralah seakan tidak tahu apapun. Kalian jangan melibatkan polisi! Atau anggotaku akan dalam bahaya!"


Brydan sedikit berpikir, jika ia melaporkan pihak berwajib Naddie pasti akan tertangkap begitu juga dengan Roland dan Fiero. Namun, jika ia tidak melapor, maka hal keji ini akan terus berlanjut.


"Tenang saja Tuan, saya dan anggota saya akan menumpas habis semua anggota Fiero."


"Bagus, teruskan!"


"Tetaplah datang kesana, ke gedung tua di tepi kota itu. Setelah itu Fiero akan datang kesana juga untuk menangkap kalian, mungkin hanya akan membawa beberapa anggota."


"Anggotaku akan tetap melindungi kalian disana, saat Fiero tidak ada di markasnya, pada saat itulah aku akan menggempur habis markasnya. Dan menyelamatkan adik dari Nyonya muda. Kemudian saya akan membakar markas itu."

__ADS_1


"Rencana yang bagus, Roland. Tetapi bagaimana jika Fiero tidak datang kesana? Bagaimana jika dia hanya mengirim tangan kanan atau anggotanya saja?"


"Kita pancing dia, saya akan menyuruh bawahan saya untuk menyamar menjadi saya. Sehingga nanti Fiero akan terpancing untuk datang."


"Aku paham. Tetapi, jika kau membutuhkan anggota tambahan, hubungi saja aku."


"Memangnya pria lemah sepertimu bisa apa?"


"Sial!" Umpat Dendy.


"Tetapi Tuan dan kau Dendy, kalian bisa bermain pistol dan senjata tajam kan?"


"Jangan diragukan! Begini-begini aku adalah pemegang sabuk hitam beladiri. Dulu Daddy selalu mendatangkan pelatih khusus untukku! Begitu juga dengan Dendy."


"Bagus Tuan! Anda hanya tinggal mengumbar saja kapan Anda akan datang ke gadung tua itu. Saya yakin, beberapa mata-mata telah ditempatkan oleh Fiero di sekitar sini. Maka dari itu, tadi saya menyamar menjadi OB."


"Pufttt!"


"Jangan tertawa, bodoh!" Ia mengumpat Dendy yang selalu saja mengejeknya. Menjadikannya bulan-bulanan untuk diejek.


.


.


.


.


.


.


.


TBC!

__ADS_1


YUK RAMAIKAN! VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH JANGAN LUPAđź’–


__ADS_2