Terpaksa Menikahi Sang Penguasa

Terpaksa Menikahi Sang Penguasa
Ch-24 Jangan ganggu tidurku!


__ADS_3

Sepekan telah berlalu, dan sekarang waktunya Brydan menepati janjinya untuk mengajak sang istri berolahraga. Nadya sudah rapih sedari tadi, tapi si gunung es tetap saja memeluk guling nya dengan nyaman. Nadya sudah beberapa kali membangunkan Brydan, tapi Brydan sama sekali tidak berniat untuk membuka kelopak matanya. Hingga Nadya dibuat gemas dengan tingkah gunung es nya ini.


Kau yang tidak mau bangun yah. Jangan salahkan aku jika aku berbuat semauku!


Akhirnya Nadya memberanikan diri untuk menggunakan salah satu cara yang diduganya ampuh untuk membangunkan Brydan. Dia duduk di sebelah Brydan, Nadya menunduk, hingga wajahnya tepat berada di atas wajah Brydan. Nadya membuka mulutnya nya dan langsung melahap hidung mancung milik Brydan, kemudian menggigitnya.


Dari kemarin aku gemas dengan benda ini!


Dan cara ini sukses membuat Brydan bukan hanya bangun, tapi langsung kaget dan duduk dari tidurnya. Hingga kepala Nadya sedikit terbentur dahi Brydan.


"Kau ingin hidung ku tidak bisa bernafas lagi? Supaya kau bisa pergi dengan laki-laki lain?" Bentak Brydan dengan perasaan kesal dan ingin sekali menerkam makhluk di sebelahnya.


"Kamu kejauhan Sayang, kamu kan sudah berjanji. Sekarang kita akan olahraga, karena kamu tidak bisa dibangunkan, jadi aku terpaksa menggunakan cara ini." Ujar Nadya dengan menundukkan kepalanya.


"Awas!" Akhirnya Brydan menurunkan ego nya dan melangkah masuk ke kamar mandi.


Setalah selesai dengan rutinitas pagi, mereka suda bersiap untuk keruang gym.


Keduanya sudah siap dengan pakaian olahraga yang melekat di tubuh masing-masing


"Waw, aku ingin mencoba yang ini, Sayang." Ucap Nadya dengan antusias, dengan menunjuk salah satu alat olahraga yang ingin dicobanya.


"Ya, tapi pemanasan dulu, supaya tubuhmu tidak sakit." Kata Brydan yang sudah memulai pemanasan nya.


Nadya tertawa senang saat mencoba macam-macam alat olahraga yang dimiliki Brydan. Jujur, Brydan ikut senang melihat istrinya bisa tertawa bahagia seperti sekarang. Jika bisa dia akan menukar apapun untuk senyuman manis istrinya.


Nadya memang tidak terlalu pandai berolahraga, hanya saja menurut nya olahraga bisa membuat jenuh yang ada di dalam pikiran nya menghilang sejenak. Nadya memang sudah rindu sekali ingin berolahraga, jika dulu dikontrakkan, biasanya dia hanya akan berolahraga dengan skipping saja.


"Sayang aku lelah, ayo istirahat dulu." Ujar Nadya setelah selesai mencoba semua alat olahraga yang ada di sana. Dia sepertinya terlalu antusias, hingga merasakan lelah yang berlebih seperti saat jalan-jalan tempo hari. Nadya adalah pribadi yang menyukai hal baru, jadi dia akan mudah bosan jika melakukan hal itu-itu saja. Kecuali, jika itu memang rutinitas yang harus dilakukan.


"Kau istirahatlah dulu." Kata Brydan sambil tetap berolahraga di salah satu alat yang ada di ruangan itu. Nadya terlebih dahulu duduk di sofa yang sudah disediakan di sana. Dan Nadya sungguh dibuat kagum akan kekuatan otot Brydan. Otot yang indah untuk dilihat, menambah kesan estetika dalam diri Brydan. Sudah tampan, kaya, dan satu lagi strong. Sungguh perpaduan yang menarik.


"Lap liur mu!" Sebenarnya Brydan memperhatikan pergerakan istrinya sedari tadi. Dan dia melihat istrinya melamun sambil melihat ke arahnya. Karena di depan Brydan ada cermin besar.


"Hah, tidak ada kok." Ucap Nadya sambil cemberut. Dia memalingkan wajahnya untuk menutupi rona merah di pipinya.

__ADS_1


30 menit kemudian, Brydan sudah selesai dan sedang mengelap keringatnya. Tapi dia tidak melihat makhluk cerewet yang selalu bertanya ini itu kepadanya.


Akhirnya dia melangkah keluar dari ruang gym dan menuju meja makan. Mungkin istri kecilnya sedang menyiapkan sarapan, pikirnya.


"Pak San, lihat istriku?" Tanya Brydan yang juga tidak melihat Nadya di meja makan. Dan Pak San hanya menjawab dengan gelengan.


"Saya tidak melihat Nyonya sedari tadi, Tuan." Jawab Pak San.


Brydan langsung panik, melangkah blingsatan menuju kamar. Tapi sampainya di kamar istrinya tetap tidak ditemukan. Dia langsung menyuruh Pak San untuk melihat cctv di ruang gym.


"Tuan, tidak perlu melihat cctv, karena Nyonya sedang tidur di matras yang ada di ruang gym." Ucap Pak San.


"Dasar gadis nakal!" Brydan langsung membopong tubuh Nadya menuju kamar.


"Dia ini tidur atau pingsan." Akhirnya Brydan terlebih dahulu masuk ke kamar mandi setelah meletakkan istrinya di ranjang.


Setelah menyelesaikan ritual mandinya, Brydan membangunkan istrinya untuk mandi dan kemudian sarapan. Karena bagaimanapun tidak baik tidur di pagi hari.


"Bey, bangun! Ini perintah." Kata Brydan, tapi istrinya tetap tidak bangun. Akhirnya Brydan melakukan cara yang Nadya lakukan untuk membangunkan dirinya tadi pagi. Dia menggigit kecil hidung istrinya, sampai Nadya menggeliat.


"Jangan ganggu tidurku!" Ujar Nadya dengan suara seraknya. Dan Brydan langsung naik pitam. Sebenarnya Nadya sudah bangun, hanya saja dia ingin sekali mengerjai suaminya ini. Yang selalu sulit untuk dibangunkan di pagi hari.


"Jangan salahkan aku! Kau yang mencari masalah!" Ujar Brydan langsung menggendong tubuh istrinya bagaikan bayi mungil. Kemudian dia memasukkan tubuh istrinya ke dalam bath-up dan mengisi airnya.


"Sayang, jangan air hangat. Yang dingin, aku mau yang dingin." Kata Nadya saat Brydan sudah akan memencet tombol air hangat. Akhirnya dia menuruti permintaan istrinya untuk mengisi bath-up dengan air dingin.


"Cepat mandi sebelum aku melakukan hal yang kau khawatirkan!" Kata Brydan terus berlalu meninggalkan Nadya.


Dia tau saja kalau aku takut dia melakukan hal itu sekarang. Aku tidak bisa, tubuhku sungguh lelah. Sepertinya aku semangat berlebihan tadi.


Setelah 20 menit, Nadya keluar kamar mandi dan memakai pakaiannya. Tadi Brydan sempat memberitahu nya, kalau akan turun duluan ke meja makan.


"Kenapa tidak makan dulu, Sayang?" Ujar Nadya yang sudah duduk di sebelah Brydan. Dan bersiap akan menyantap makanan yang sudah tersaji, tapi terlebih dahulu dia mengambilkan untuk suaminya.


Hanya ada keheningan ketika makan sudah berlangsung. Berbeda saat makan selesai, Nadya akan bertanya apapun kepada Brydan.

__ADS_1


"Sayang, ayo kita berkebun." Ajak Nadya sembari menarik-narik tangan Brydan. Seperti anak kecil yang mengajak ayahnya membeli es krim. Tapi tubuh yang ditariknya sama sekali tidak berpindah dari posisi.


"Sayang, kau berat." Rengek Nadya.


"Jangan sampai kau terluka." Dan diangguki lucu oleh Nadya.


"Baiklah, ayo."


Hari ini mereka berkebun, Nadya senang sekali. Walaupun Brydan adalah orang yang sibuk dalam pekerjaannya, tapi masih meluangkan waktu untuk dirinya di akhir pekan. Walaupun Brydan bukan pria yang romantis dan pandai berkata manis, tapi setidaknya Brydan selalu memberikan perhatian-perhatian kecil untuk dirinya.


Sesekali Brydan tertawa saat melihat tingkah menggemaskan istrinya.


Aku tidak salah memilih, pribadi yang ceria, baik, sederhana. Dan yang pasti menerimaku apa adanya. Dengan segala sifat buruk ku.


Terimakasih Gunung es-ku. Untuk waktu yang kau luangkan demi diriku.


.


.


.


.


.


.


.


Happy Reading and Lop U All


Jangan lupa like, komen and votenya yah 🤗


Makasih kakak-kakak sayang ✨ 😁

__ADS_1


kalau mau tanya-tanya perihal novel ini atau mau kenalan boleh follow IG aku yah 😁


IG: @cynshindi


__ADS_2