Terpaksa Menikahi Sang Penguasa

Terpaksa Menikahi Sang Penguasa
Ch-20 Tukang pijat dadakan.


__ADS_3

____________________ 00 ______________________


Satu pekan sudah terlewati sejak masa period nya Nadya. Kini Nadya sudah selesai dari menstruasi nya. Dan nanti malam Brydan tidak akan libur lagi. Hari ini adalah akhir pekan, jadi Brydan libur bekerja. Nadya sudah merencanakan apa yang akan ia lakukan bersama sang suami hari ini.


Dan ya, dia sudah menemukan jawabannya. Jika saat ini Nadya sedang menonton drama kesukaannya sembari bersandar di sofa kamar. Berbeda dengan Brydan yang sudah melatih otot tubuhnya sejak satu jam yang lalu.


Sebenarnya Nadya sudah rindu sekali ingin memasak. Sudah lama semenjak hari itu, Nadya tidak berani lagi menyentuh dapur. Hari dimana Brydan mengancam akan membuat wajahnya gosong. Padahal Brydan terlihat sangat menikmati makanan yang dimasak oleh Nadya. Tapi, entah mengapa Brydan tidak mau lagi melihat istrinya memasak. Itu menjadi keheranan tersendiri bagi Nadya. Nadya sungguh heran dengan jalan pikiran suaminya itu.


Dua jam sudah keduanya berpisah, Brydan di lantai atas dan Nadya tetap di kamarnya.


Ceklek.


Pintu kamar terbuka dari luar, dan tampaklah Brydan yang sudah bermandikan keringat. Sungguh menambah kesan estetika seorang Brydan. Tapi suara itu tidak membuat wanita yang sedang duduk bersandar di sofa, terganggu. Dia sama sekali tidak menyadari kedatangan seseorang di ruangan itu. Brydan sungguh dibuat geli melihat istrinya yang begitu mengidolakan drakor. Kadang tertawa sendiri, marah tidak jelas, dan kadang sampai cemberut lucu.


"Ehmm."


"Ehmm."


"Ehmmm." Sudah tiga kali Brydan berdehem, tapi Nadya sama sekali tidak ada keinginan untuk menoleh ke arah pintu. Hingga membuat sang suami geram dan merampas handphone yang ada di tangan Nadya. Barulah Nadya tersadar kalau suaminya sudah selesai dengan kegiatannya.


"Sayang sudah selesai? Mandi lah terlebih dahulu, aku akan siapkan sarapan mu." Ujar Nadya dengan santai nya. Dia tidak tahu kalau Brydan sudah bagaikan bara yang ditetesi bensin.


"Kalau kau berani mengacuhkan aku lagi hanya karena handphone, maka aku akan membuatmu lompat dari atas balkon!"


Kamu sih Nad, sudah tau dia itu raja ancaman alias Sang Penguasa. Kenapa juga harus nonton drama itu lagi.


"Baiklah, Sayang."


Brydan bergegas mengganti bajunya dan membersihkan dirinya. Nadya juga akan menemui Pak San.


"Pak San, tolong bawakan sarapannya ke kamar ya, untuk Suamiku."


"Baik, Nyonya."


Baik Nadya atau pun Brydan kini sedang berada di kamar menunggu sarapan yang akan dibawakan oleh Pak San.


Tok tok tok.


"Permisi Nyonya, Tuan sarapan nya sudah siap." Ujar Pak San dari luar kamar.


"Terimakasih Pak San." Nadya menerima Senampan makanan dari Pak San. Kemudian Pak San undur diri untuk melakukan tugas lainnya.


"Sayang, ayo aku suapi."


"Tidak perlu."


"Tidak usah membantah!"

__ADS_1


Dan akhirnya Brydan makan dengan disuapi oleh Nadya. Hingga makanan yang ada di piring habis tidak tersisa setelahnya Brydan menghabiskan segelas air putih.


"Sebentar ya, aku akan berikan ini kepada Pak San." Ucap Nadya.


***


"Sayang, apa kau tidak bosan?" Ucap Nadya yang sudah mulai bosan, karena sedari tadi tidak melakukan apapun sehabis sarapan. Mereka hanya diam saja duduk di sofa sembari berkutat dengan handphone masing-masing.


"Kau punya ide apa untuk dilakukan?" Tanya Brydan balik, karena jujur Brydan tidak memiliki ide apa-apa untuk kegiatan hari ini.


"Aku sudah punya ide dari tadi. Bagaimana kalau kita bermain tahan tawa? Aku akan menggelitik mu dan kau harus menahannya selama lima menit. Begitupun sebaliknya." Ujar Nadya menyampaikan ide yang sedari tadi dipendam nya.


Brydan nampak sedikit berpikir, dan akhirnya Brydan menyetujui nya. Karena dia pun bosan jika harus begini terus seharian. Selain pantat nya yang sudah panas, karena dari tadi tidak beranjak dari duduk. Jari nya juga pegal sedari tadi men-scroll layar handphone.


"Kita suit, yang menang bisa menggelitik duluan." Ujar Nadya agar permainannya seimbang.


"Owh ya, yang kalah nanti dalam permainan. Harus melakukan apa saja yang diminta oleh yang menang. Dan yang kalah tidak boleh protes. Dan itu berlaku untuk seharian penuh!" Ucap Nadya.


"Baiklah." Sahut Brydan.


Dan mereka mulai suit.


"Papper, Scissor, Rock." Dan pemenangnya adalah Nadya. Nadya mulai melirik Brydan dengan tatapan nakalnya. Sedangkan Brydan sudah mulai gelisah, tapi segelisah apapun Brydan, ekspresinya tidak akan berubah dari datar, tetap datar dan akan selalu datar.


Nadya sudah mulai menggelitik pinggang Brydan.


1 menit.


3 menit.


Dan 30 detik, "hahahaha. Sudah berhenti, aku sudah tidak tahan." Brydan sudah menyerah.


"Baiklah 3 menit 30 detik ya."


Sekarang gantian Brydan yang akan menggelitik Nadya, dan Nadya sudah bersiap menahan nafasnya. Sesuai yang dia lihat di handphone kemarin, kalau ingin tidak merasakan geli kita harus menahan napas.


Brydan mulai menggelitiki pinggang Nadya.


1 menit.


2 menit


3 menit.


31 detik .


"Huh, sudah aku tidak kuat lagi." Ujar Nadya sembari melihat timer dan dia langsung bersorak kegirangan.

__ADS_1


"Yeayyyy, aku menang!" Sorak Nadya sambil sedikit tertawa. Dan Brydan sudah berasap daritadi, tidak biasanya dia dikalahkan oleh seseorang. Jika Nadya bukan istrinya, mungkin sekarang Brydan sudah mencekik Nadya.


"Baiklah Sayang, hukuman mu akan dilakukan besok!" Ucap Nadya.


"Dan ingat, kau tidak boleh membantah! Tidak boleh protes! Ataupun marah!" Sekarang Nadya sudah berani memerintah Brydan, seakan-akan dia adalah Penguasa sesungguhnya.


Brydan sudah menyetujui apa yang menjadi hukumannya. Karena dia tidak mau terlihat lemah dihadapan istrinya.


"Baiklah sepertinya hari sudah mulai panas. Aku lelah dan aku ingin istirahat, tolong Sayang pijat kaki ku." Belum habis hari ini, tapi Nadya sudah mulai tidak tahu diri.


"Janjinya kan besok." Brydan sedikit protes.


"Iya, memang apa salahnya memijat kaki istri sendiri." Jawab Nadya yang sudah berbaring telungkup di ranjang.


Dengan wajah malas, Brydan melangkah ke ranjang dan memposisikan kaki istrinya ke pangkuannya. Brydan mulai memberi pijatan-pijatan kecil di kaki Nadya.


"Ya Sayang, pijatanmu enak!" Ujar Nadya mulai ngelunjak.


30 menit kemudian tangan Brydan sudah mulai pegal dan Nadya tetap diam. Hingga Brydan menyudahi pijatannya dan melihat mata istrinya sudah terpejam! Sepertinya istrinya itu harus diberi pelajaran. Brydan membalikkan tubuh istrinya dan menindihnya. Dimulailah kegiatan baru antara mereka berdua.


"Ini adalah bayaranku menjadi tukang pijat dadakan!" Ujar Brydan sebelum memulai kegiatannya.


Dan apa yang bisa Nadya lakukan, jika Sang Penguasa sudah berkehendak. Maka dia hanya bisa pasrah menerima nya. Brydan sudah memulai kegiatannya. Dan Nadya yang belum sepenuhnya pulas, akhirnya kembali terbangun karena apa yang dilakukan Brydan membuat Nadya sedikit kaget.


Hingga siang berganti sore, namun Brydan tidak juga berhenti dari kegiatannya itu. Hingga sang istri merengek minta berhenti. Barulah Brydan menyudahi kegiatannya dan ikut tertidur di samping istrinya, sembari mendekap erat tubuh Nadya.


.


.


.


.


.


.


.


Happy Reading and Lop U All


Jangan lupa like, komen and votenya yah 😁


Makasih kakak-kakak sayang✨


IG : @cynshindi

__ADS_1


klo mau tanya-tanya boleh follow IG ku yah😁


__ADS_2