Terpaksa Menikahi Sang Penguasa

Terpaksa Menikahi Sang Penguasa
Ch-80 Penyelidikan Dendy.


__ADS_3

Di apartemen Dendy tengah duduk bersiap untuk menghidupkan komputer. Jari-jari pria itu, dengan lihai mengetik huruf-huruf yang menjadi sebuah kunci untuk membuka cctv. Namun, bukan cctv miliknya.


Pria itu mendapat tugas dari Brydan untuk menyelidiki apa saja yang direncanakan oleh Naddie bersama dengan kedua orangtuanya. Jadi, dengan sengaja Dendy meretas cctv di mansion milik Uncle Gerald.


"Ah akhirnya bisa! Tapi," Dendy berpikir sejenak. Cctv di ruangan mana yang hendak ia selidiki. Karena jika melihat cctv di seluruh ruangan akan memakan waktu lama. Mansion milik Uncle Gerald adalah mansion besar dengan lebih dari sepuluh ruangan di dalamnya.


"Untuk membicarakan sesuatu yang bersifat rahasia, mereka tidak mungkin berbicara di ruang tamu. Tetapi bisa saja di kamar Naddie atau bahkan di ruang keluarga. Ya, aku yakin itu!" Dendy bukanlah pria bodoh yang mudah tertipu. Ia tahu benar, seseorang tidak akan mengumbar rencana pribadinya walaupun pada asistennya sendiri sekalipun. Begitupun dengan Naddie, ia tidak akan membicarakan rencananya di ruang tamu. Karena di sana banyak pelayan yang berlalu-lalang.


"Bagus! Cctv ini memiliki efek suara. Jadi aku tidak perlu mencari tahu lagi, mengenai apa yang mereka bicarakan." Dendy sedikit terkagum, karena seluruh teknologi yang digunakan di mansion Uncle Gerald adalah teknologi canggih keluaran terbaru atau bahkan mungkin limited edition. Namun, Dendy sama sekali tidak terkejut, karena dirinya tahu benar bahwa Uncle Gerald ialah seorang pengusaha yang berpengaruh seperti Brydan. Jadi wajar saja, kalau kekayaannya di atas ambang batas normal.


"Tuan bilang, ia berkunjung ke rumah Uncle Gerald, kurang lebih seminggu yang lalu. Berarti, Naddie sudah merencanakan rencana penipuan ini sebelum seminggu yang lalu. Aku harus mencari satu persatu rekaman cctv sebelum seminggu yang lalu."


Dengan lihai, jari-jari itu terus bergerak kesana-kemari. Memencet huruf demi huruf yang ada di keyboard komputer.


Setelah 20 menit mencari, akhirnya Dendy menemukan sebuah video rekaman cctv. Dimana Naddie beserta kedua orangtuanya tengah berkumpul di ruang keluarga.


"Ah, pasti ini." Ia segera mengklik video tersebut. Ia bahkan sampai membesarkan volume suara komputernya.


["Kalian harus berakting seakan-akan aku hanyalah anak adopsi kalian. Di depan Brydan dan Nadya, kalian harus berakting dengan baik. Aku sudah mengambil semua bukti yang ada dari dia!"]


Dendy menekan tombol pause. Dan Video itu berhenti, lelaki itu kembali berpikir.


"Dia? Siapa sebenarnya yang dimaksud oleh Naddie?"


["Dan aku sudah menyekap keluarganya dengan aman. Jika kalian tidak melakukan ini dengan baik, maka jangan salahkan aku, jika kalian tidak bisa melihat aku lagi!"


"Tidak, Nak! Baiklah kami akan melakukan itu!"


"Siapa yang kamu sekap, Naddie?"


"Daddy tidak perlu tahu, yang penting sekarang dia dan keluarganya aman di markas!"]

__ADS_1


"Apa? Markas? Apa dia ini ketua mafia?"


Dendy segera mengcopy video itu dan menyimpannya di gawai-nya. Besok akan segera ia berikan pada Brydan. Tinggal selangkah lagi, mereka pasti akan mengetahui, siapa sebenarnya adik kandung Nadya. Rekaman cctv itu benar-benar membantu, karena mengandung banyak informasi di dalamnya.


"Cinta itu tidak bodoh, justru jika orang tua mencintai anaknya. Mereka tidak akan ikut tercebur ke dalam dunia gelap anaknya, bukannya menarik anaknya untuk keluar. Malah mereka juga ikut tercebur." Dendy sedikit banyak juga geram pada orang tua Naddie. Seharusnya mereka menghentikan kelakuan anaknya. Tetapi, kenapa mereka juga ikut terlibat? Melakukan sebuah penipuan yang menyesatkan.


***


Keesokan harinya, kini Brydan dan Dendy sudah berada di kantor. Keduanya bukannya bekerja, malah memikirkan rencana Naddie.


"Ah ya, saya sudah mendapatkan apa yang Anda pinta, Tuan." Dendy segera mengirimkan video rekaman cctv yang ia temukan kemarin ke email Brydan.


"Sudah saya kirim, Tuan."


"Bagus, Den!"


Brydan menyimak video itu dengan saksama. Apalagi efek suara itu begitu jelas, membuatnya semakin puas dengan hasil kerja Dendy.


"Benar Tuan. Kalau dia memang berurusan dengan dunia gelap, maka saya akan menyelidiki lebih dalam lagi. Dan akan melaporkan pada Anda."


"Bagus Den, jika dia memang terlibat hal-hal yang membahayakan, aku akan langsung kirim bukti itu ke pengacaraku. Agar segera di proses di kantor polisi."


"Benar, Tuan."


"Kau sudah berikan sempel darah itu pada Meysha kan?"


"Sudah, Tuan. Kata dokter Meysha akan bisa keluar hasilnya setelah dua sampai empat minggu. Dia akan menghubungi saya saat hasilnya sudah keluar."


"Bagus Den! Jadi tugasmu sekarang adalah mencari tahu mengenai markas Naddie!"


"Baik Tuan. Akan saya laksanakan sesuai perintah Anda."

__ADS_1


Kemudian Dendy pamit undur diri. Untuk mengerjakan tugasnya sebagai seorang sekertaris.


"Ingatlah Bey, aku tidak akan membiarkan siapapun mengusik istriku!"


Brydan mengepalkan tangannya, menahan geram atas perbuatan wanita ular itu. Walaupun Brydan tidak pernah terlibat dalam dunia hitam, tetapi dia tentu punya orang kepercayaan yang ia tugaskan untuk menyingkirkan orang-orang yang telah bermain-main dengan dirinya. Karena bagaimanapun dirinya adalah seorang pengusaha ternama yang memiliki banyak saingan.


Namun, ia tidak tahu-menahu perihal itu. Hanya Dendy lah yang tahu, Dendy yang tahu segalanya. Maka dari itu, ia memerintahkan Dendy untuk menyelidiki ini semua.


.


.


.


.


.


.


.


TBC!


YOK RAMAIKAN! VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH!💖


BTW MAU PROMO LAGI, HEHE. YUK MAMPIR KE KARYA OTHOR YANG SATUNYA. MASIH DI NT KOK. KLIK AJA PROFIL OTHOR YAH, JANGAN LUPA FOLLOW JUGA. MAAF NGELUNJAK GUYS🙈



makasih readers sayang💖

__ADS_1


__ADS_2