Terpaksa Menikahi Sang Penguasa

Terpaksa Menikahi Sang Penguasa
Ch-78 Darah.


__ADS_3

Kini Nadya dan Fanny sudah duduk manis di sofa kamar Nadya. Namun, Fanny harus keluar lagi dari ruangan itu. Karena Nadya memintanya untuk mengambil pisau. Entah untuk apa, Fanny juga kurang tahu.


Lima menit kemudian, datanglah Fanny dengan sebilah pisau di tangannya. Ia memberikan pisau yang dipegangnya itu kepada Nadya.


Namun, Fanny langsung terbengong saat Nadya mengarahkan pisau itu ke urat nadinya. Ia sontak saja langsung menggenggam pisau tajam itu. Hingga tangannya sedikit lecet.


"Nyonya, jangan nekat. Kita bisa bicarakan ini baik-baik. Sadar Nyonya, Tuan Brydan masih membutuhkan Anda." Ujar Fanny panjang lebar. Ia duduk bersimpuh, memegang kedua tangan Nadya. Seraya memberi belaian kasih sayang untuk wanita berhati baik itu.


"Aku lelah, Fan!"


"Tapi boong, hahaha!" Imbuhnya.


"Kamu pikir aku anak bocil, yang langsung bunuh diri saat cintanya tak direstui? Aku ini udah dewasa, Fan. Banyak cara untuk menyelesaikan masalah, bukannya malah bunuh diri. Tolong kamu ambil wadah kecil yang ada di buffet meja rias itu yah." Nadya menunjuk letak meja rias yang ia gunakan sehari-hari. Ia memang sengaja menyiapkan wadah itu.


"Ini Nyonya." Fanny masih heran, apa yang hendak Nadya lakukan.


"Kamu taruh di meja, Fan."


Nadya mensejajarkan letak wadah itu dengan pucuk jadi telunjuknya. Wadah itu terletak tepat di bawah jari telunjuk Nadya, mungkin berjarak hanya dua centi meter. Kemudian, Nadya menggores jari telunjuknya dengan pisau itu. Walaupun rasanya sedikit perih, namun ia harus tetap melakukan semua ini. Demi kelancaran rencananya. Darah yang keluar dari jari telunjuk Nadya, menetes tepat di dalam wadah kecil bening itu.


"Ashh.." Ia menggigit bibir bawahnya, terasa sedikit perih.


"Nyo.. Nyonya, apa yang Anda lakukan. Tuan bisa memarahi saya nanti." Fanny tergagap. Apa maksud dari nyonya nya itu, ia juga tidak paham. Sampai-sampai harus melukai diri sendiri.


"Kau tidak perlu khawatir, Fan. Aku sudah meminta izin kepada suamiku. Dia tidak akan memarahi dirimu."


"Tapi--"


"Sudah Fan, jangan banyak tapi. Tolong ambilkan aku plester. Untuk membalut lukaku ini!" Akhirnya Fanny mengambilkan kotak p3k. Ia membantu Nadya mengobati lukanya. Tidak seberapa, hanya luka kecil tapi pasti akan perih jika terkena Alkohol.


"Terimakasih ya, Fan."


"Sama-sama Nyonya, tetapi setidaknya jangan melukai diri Anda lagi." Fanny menatap bola mata Nadya dengan tatapan simpati. Nadya hanya mengangguk dan memberikan senyum termanisnya.


"Ah Nyonya, kalau tidak ada urusan lagi, saya pamit undur diri. Saya hendak membantu bersih-bersih di taman belakang, hehe." Fanny membungkukkan badannya seraya tersenyum tipis.


"Baiklah Fan."

__ADS_1


Nadya heran dengan bodyguard nya itu, dibilang feminim juga tidak. Dibilang tomboy juga tidak. Fanny memang pandai berkelahi dan urusan manjat-memanjat, bahkan Fanny begitu jago.


Nadya menaruh kembali wadah kecil itu ke dalam buffet meja riasnya. Ia harus mengamankan benda itu. Kalau tidak, bisa-bisa hilang berabe urusannya.


***


Beberapa jam telah berlalu, Nadya bangun dari tidur siangnya. Ia mengucek matanya dan melihat jam yang menempel di dinding kamarnya. Masih menunjukkan pukul empat sore. Akhirnya Nadya memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Sebelum menjalankan rencana selanjutnya.


Tidak butuh waktu lama bagi Nadya untuk mandi. Hanya lima belas menit setelahnya, ia sudah keluar dari kamar mandi dengan bathrobe-nya.


Hari ini ia hanya menggunakan, hot pant dan tangtop pink kesukaannya. Kemudian ia mencepol rambutnya dan memoles sedikit bedak dan lipstick di wajahnya.


"Wuih, auto jadi Jennie Blackpink kan?" Ia masih bercermin, namun segera tersadar kalau harus melanjutkan rencananya.


Nadya melangkah keluar ke kamar Naddie. Ia ketuk pintu kamar Naddie.


"Hy Naddie, ayo kita masak." Naddie yang baru saja keluar dari kamarnya dengan make-up yang begitu tebal. Sampai Nadya dibuat terkikik saat melihat wajah Naddie.


"Ayo Nadya." Ujarnya. Ia membuntuti Nadya menuju dapur.


Mau kemana sebenarnya wanita ini. Seperti ondel-ondel saja, dasar alemong.


"Aww!!" Naddie mengerang kesakitan. Tentu saja sakit, bagaimana tidak sakit saat digores dengan sengaja. Namun, Naddie yang memang jago berakting malah melebih-lebihkan rasa sakit yang tidak seberapa itu.


"Naddie maaf, sebentar ya aku ambilkan plester." Darah Naddie terlihat keluar banyak, bahkan masih menempel di pisau yang dipegang Nadya tadi. Nadya segera berlari ke arah kamarnya.


Entah apa yang dilakukan Nadya, ia mengambil sebuah wadah kecil yang berbeda dari buffet meja riasnya. Kemudian ia memindahkan darah yang ada di pisau itu ke dalam wadah. Bahkan masih ada beberapa tetesan darah Naddie di pisau itu. Sebenarnya Nadya tadi hanya hendak menggoreng sedikit, namun karena Naddie banyak bergerak. Akhirnya pisau itu menggores dalam di pergelangan tangan Naddie.


Nadya menyimpan wadah itu di tempat aman. Ia kembali dengan sebuah kotak p2k di tangannya.


"Ashh!! Hati-hati, Nadya."


"Maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja." Nadya memperlihatkan wajah sedihnya. Seakan dirinya benar-benar tidak sengaja melakukan hal itu.


Kau seharusnya bersyukur, aku tidak menggores lehermu itu!


***

__ADS_1


Brydan yang melihat kelakuan sang istri dari handphone canggihnya, sedikit terkesan dengan kemampuan akting Nadya. Namun juga kesal, karena istrinya harus melukai dirinya sendiri.


"Wah, nyonya benar-benar mengagumkan. Lihat saja, Naddie yang licik bahkan tidak menyadari hal ini, Tuan." Ujar Dendy yang berada tepat di sebelah Brydan.


"Tentu Den! Sekarang tinggal beberapa jejak lagi. Kita harus bisa mendapatkan semua itu, kalau tidak bisa gagal rencana kita!"


"Ya, saya yakin nyonya kecil pasti bisa menghandle itu, Tuan."


"Kau pantau istriku, jangan sampai benalu itu melukai istriku!"


"Sesuai perintah Anda, Tuan. Fanny dan beberapa pengawal sudah saya tempatkan untuk menjaga nyonya kecil."


"Bagus, Den!"


Dan mereka pun kembali melanjutkan pekerjaannya. Dan sedikit lagi pasti akan selesai, karena hari ini pekerjaan mereka tak terlalu banyak.


.


.


.


.


.


.


.


TBC!


YOK RAMAIKAN! VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH! 💖


OH YA, KALIAN DAPET SALAM DARI DEDEK @AILEEN.


__ADS_1


jangan lupa mampir ke karya othor yang lain yah, tenang aja masih di NT kok. Kalian klik aja profil othot, hehe. Makasihhh semua💖


__ADS_2