
"Fan, kamu nggak bosen ya?" Tanya Nadya, yah sedari tadi Fanny dan Nadya hanya menonton televisi saja. Jiwa-jiwa ke-aktif-an Nadya sudah mulai meronta-ronta. Jangan tanya kalau Fanny, bahkan Fanny sanggup rebahan seharian tanpa melakukan apapun. Entah mengapa sifat bawahan dan atasan ini begitu bertolak belakang.
"Apa Nyonya membutuhkan sesuatu?" Dan diangguki oleh sang atasan. Duduk seperti ini terus lama-lama dia bisa ambeyan mendadak. Yang Nadya butuhkan sekarang adalah hiburan. Melakukan apalah yang penting jangan diam terus seperti sekarang.
"Si Cemong lagi apa yah?" Seraya berdiri hendak menghampiri kucing lucu sang majikan.
"Jangan Fan, lagi tidur." Heuh kucing satu itu molor terus kerjaannya. Biasalah masih menikmati indahnya menjadi kucing sultan.
"Oh ya Fan, kemarin aku pesan skincare online. Kebetulan skincare ku habis, jadi aku pesan online deh." Yah, Nadya memang sering kali memesan skincare secara online. Melalui akun media sosial resmi dari skincare itu sendiri.
"Kebetulan saya juga, mungkin sebentar lagi datang paketnya." Jelas Fanny, karena skincare yang mereka gunakan memang dari brand yang sama. Brand mahal yang bisa mencerahkan kulit dengan cepat.
Kalau untuk Nadya sendiri tidak begitu memilih untuk masalah skincare. Karena dasarnya kulitnya memang sudah cerah sejak lahir. Dan juga kulitnya juga tidak sensitif, jadi skincare apapun cocok asalkan bukan abal-abal.
"Yang untuk bright skin kan, Fan?" Tanya Nadya memastikan kalau skincare yang mereka gunakan benar-benar sama persis. Ya, siapa tahu, nanti kalau dia tidak sempat memesan. Dia bisa sekalian meminta tolong Fanny untuk memesan untuk dirinya juga. Uangnya akan ia serahkan langsung kepada Fanny, jadikan tidak perlu ribet transfer.
"Hmm, yap." Jawab Fanny dengan spontan mengangguk.
"Oh," selanjutnya bibir istri Brydan itu hanya membulat membentuk huruf o.
Saat tengah enak-enaknya mengobrol, tiba-tiba Pak San datang membawa dua buah box berbentuk seperti kado. Lengkap dengan pita berwarna pink yang menambah kesan estetika dari box tersebut.
Dengan wajah yang berseri-seri baik Nadya ataupun Fanny langsung menyerobot box itu dari Pak San. Milik Nadya berwarna pink lekat dan milik Fanny berwarna pink pudar.
"Yuk unboxing, Fan!" Ujar Nadya dengan senangnya. Bagaimana tidak senang, biasanya box yang digunakan tidak sebagus yang satu ini.
"Let's go, Nyonya."
Mereka berdua pun membuka box masing-masing dengan hati-hati. Tetapi ketika dibuka, Nadya sedikit heran dengan skincare milik Fanny. Karena kemasannya berbeda dari biasanya.
"Loh Fan, punya kamu kok beda sih wadahnya?" Tanya Nadya dengan dahi yang sedikit berkerut. Dan hanya dibalas gelengan oleh Fanny. Karena Fanny sendiri pun juga tidak tahu perihal itu.
"Saya juga nggak tahu, Nyonya. Apa mungkin ini produk keluaran terbaru?" Tanya Fanny kepada Nadya. Namun apalah daya Nadya juga tidak tahu menahu mengenai hal itu. Yang ia tahu, brand skincare itu sama sekali tidak memberikan pemberitahuan apapun.
Seharusnya jika hendak melaunching produk baru, dari pihak skincare sudah memberitahu melalui iklan di televisi ataupun di media sosial. Nadya jadi curiga ada yang tidak beres mengenai semua ini.
"Aku curiga, Fan. Mulai dari box yang tidak seperti biasanya, kemudian wadah skincare mu juga berbeda dari biasanya." Nadya mengeluarkan satu persatu skincare yang ada di box milik Fanny. Ia tilik skincare itu satu persatu. Siapa tahu ada pertanda tidak beres.
"Fan, lihat ini." Nadya tidak sengaja melihat, kalau skincare itu sudah kedaluwarsa. Kode best before nya sudah melebihi batas. Yang artinya sudah tidak layak untuk digunakan.
__ADS_1
"Wah, sepertinya kita dijebak, Nyonya!" Fanny terlihat mengeluarkan skincare milik Nadya dari box. Kemudian ia tilik satu persatu dan benar saja, skincare milik Nadya juga sudah tidak layak pakai. Karena sudah melampaui batas pemakaian.
"Tidak salah lagi, punya Anda juga sudah kedaluwarsa, Nyonya." Ujar Fanny sembari menunjukkan hasil temuannya kepada Nadya.
"Kita harus menyelidiki ini, Fan! Kamu tahu sendiri, kalau produk yang sudah kedaluwarsa itu sangat berbahaya apabila kembali digunakan. Apalagi ini berhubungan dengan kesehatan kulit, bisa saja kan kulit kita akan alergi atau bahkan lebih parah!"
"Ayo, Nyonya. Kita cari tahu keluar," mereka berdua pun keluar mansion untuk mencari tahu mengenai skincare kedaluwarsa yang baru saja mereka terima.
***
"Nyonya, lihat ini." Mata elang Fanny melihat ke arah tempat sampah yang ada di luar pagar mansion. Ada dua box yang masih terlihat bagus dan juga ada keterangan resmi mengenai alamat customer. Fanny dengan cepat langsung mengeluarkan kedua box itu dari tempat sampah.
Fanny memberikan satu box untuk Nadya dan satu box lagi untuk dirinya. Ada baiknya mereka berbagi tugas untuk mempercepat proses penyelidikan.
"Fan, ini skincare yang aku pesan. Lihat, wadahnya sama dan ada kartu resmi mengenai produk-produk dari brand ini," dan Fanny langsung mengangguk paham. Begitupun box yang tengah Fanny pegang. Isinya juga skincare yang masih bagus dan belum terpakai sama sekali.
"Ini adalah pesanan kita yang asli, Nyonya." Karena tidak mau membuang-buang uang. Dan lagipun barangnya masih bagus, karena terlindungi oleh box dan juga kemasan setelah box. Akhirnya Nadya dan juga Fanny memungut skincare itu dari tempat sampah.
***
"Fan, apa kita harus memberitahukan suamiku mengenai hal ini?" Dan segera saja diangguki oleh Fanny. Hal seperti ini tidak bisa disepelekan, karena pelakunya akan semakin menjadi jika hal kecil disepelekan.
"Baiklah."
***
Sekertaris Dendy dan juga Brydan yang baru saja sampai di mansion, dikejutkan dengan berita yang disampaikan oleh Fanny. Fanny dengan rinci menjelaskan kejadian yang menimpa dirinya dan juga Nadya tadi siang. Brydan dibuat kesal mendengar hal itu.
"Pak San!" Brydan memanggil kepala pelayan yang bertugas untuk menjaga barang dari luar yang masuk ke dalam mansion.
"Saya, Tuan. Apa ada yang dibutuhkan?" Ujar Pak San.
"Bagaimana kau bisa ceroboh. Kau ingin membahayakan keselamatan istriku?" Jelas saja, Pak San sama sekali tidak mengerti dengan penuturan Brydan.
"Jadi begini Pak, tadi saya dan nyonya mendapatkan kiriman paket yang sudah kedaluwarsa. Dan saat kami selidiki ternyata barang yang asli ada di tempat sampah." Dan Pak San sukses dibuat terkejut. Baru kali ini dia kecolongan, hampir saja dirinya membahayakan sang nyonya.
"Tepatnya, tempat sampah di luar pagar mansion," Fanny semakin memperjelas kejadian tadi. Tentu saja ini bukan hal sepele bagi orang yang perfeksionis seperti Brydan.
"Den, kau selidiki dan temukan pelakunya! Bawa kehadapanku hidup-hidup." Perintah mutlak dari tuannya langsung mendapat anggukan kepala dari Dendy.
__ADS_1
"Dan kau Pak San, perketat pemeriksaan barang apapun yang masuk ke dalam mansion."
"Baik, Tuan. Maafkan kecerobohan saya, Tuan, saya akan lebih berhati-hati lagi." Setelahnya Pak San langsung pamit untuk menginformasikan peraturan baru yang disampaikan Brydan kepada penjaga keamanan.
"Temukan pelakunya, Den! Paling lambat besok!"
"Baik, Tuan," dengan tegas Sekertaris Dendy menjawab perintah sang atasan.
***
.
.
.
.
.
.
.
Happy Reading and Lop U All
Jangan lupa like komen and votenya yah 🤗
Biar makin semangat up-nya hehe 😁
Jangan jadi pembaca gelap 🤐
Makasih kakak-kakak sayang ✨
Kalau mau gabung GC silahkan klik profil othor yah, ayo ramaikan 💖
Kalau mau tanya-tanya perihal novel ini atau mau kenalan boleh follow IG aku yah
IG: @cynshindi
__ADS_1
Nanti bakalan ada info perihal novel ini di sana yah.