
Keesokan paginya__
"Emhhh.." Nadya sudah mulai membuka matanya, tapi dia kaget karena seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan kecuali mata dan jarinya saja. Seketika Nadya pun langsung berteriak karena ada seorang pria yang tengah memeluknya.
"Akhhhhhhhhh...." Teriak Nadya dengan kencang, hingga membuat pria yang tengah tertidur di sebelahnya terbangun. Pria itu mulai mengerjapkan matanya dan mengumpulkan nyawanya sedikit demi sedikit. Hingga dia sudah benar-benar sadar dan dia langsung melotot pada Nadya.
"Siapa kau?" Tanya Nadya. "Aku ada dimana?" Imbuhnya lagi. "Kau tidak menculikku kan?" Nadya mencecar Brydan dengan berbagai pertanyaan.
"Dasar gadis bodoh! Kau lupa aku adalah suamimu!" Bentak Brydan dengan ekspresi kesal karena tidurnya sudah terganggu dan lagi gadis bodoh dihadapannya ini lupa mengenai status mereka yang sudah sah menjadi suami istri.
"Jika aku mendengarmu berteriak lagi, maka aku akan memasang toa di dekat telingamu!" Imbuh Brydan dengan sorot mata penuh kekesalan.
Aduhh, aku kok bisa lupa sih kalau si gunung es ini sudah resmi menjadi suamiku. Batin Nadya.
"Ma.. maaf Tuan, saya benar-benar lupa." Sahut Nadya dengan menundukkan kepalanya karena dia benar-benar takut Brydan akan kembali membentaknya.
Nadya melihat jam yang menempel di dinding dan seketika dia langsung berakting seperti seorang anak kecil yang tidak dibelikan es krim oleh ibunya.
"Huaaaa, aku terlambat lagi, boss pasti akan memakan diriku mentah-mentah." Ucapnya masih dengan tangisan palsunya. Dan Brydan yang berada di sampingnya langsung melototkan matanya.
"Hei GaKam, aku kemarin menyuruhmu apa?" Tanya Brydan.
"Tuan kemarin banyak menyuruh saya, jadi saya agak lupa." Ucap Nadya.
"Jika kau tidak mengingatnya dalam satu menit, aku akan benar-benar memasang toa di telingamu!" Geram Brydan. Gadis dihadapannya ini benar-benar membuat darahnya naik di pagi hari yang segar.
Nadya langsung diam dan mengingat apa yang dikatakan Brydan kemarin hingga dia berkeringat dingin. Dan setelah berusaha keras baru dia ingat.
"Ahh saya ingat, Tuan menyuruh saya untuk mengundurkan diri dari restoran kan?" Tanya Nadya yang hanya ditanggapi deheman oleh Brydan.
__ADS_1
Tok.. Tok.. Tok...
"Permisi Nyonya, Tuan makanan sudah siap. Tuan akan turun kebawah atau saya bawa ke atas?" Ucap seseorang dari luar kamar.
Ceklek.
Nadya membuka pintu kamar dan melihat seorang pria berpakaian berbeda dari pelayan lainnya.
"Selamat pagi Nyonya, perkenalkan saya Pak San kepala pelayan di mansion ini." Ucap Pak San dengan sopan sambil membungkuk hormat.
Sepertinya dia sudah berumur dan sudah lama juga bekerja disini, karena si gunung es itu tidak mungkin mempekerjakan orang ceroboh dan tidak berpengalaman. Pikir Nadya.
"Ehmm, biar kami turun kebawah saja ya Pak San." Jawab Nadya.
"Baik Nyonya, saya permisi dulu, kalau Nyonya membutuhkan sesuatu panggil saya saja." Ujarnya dengan nada yang begitu sopan, kemudian dia membungkuk hormat untuk undur diri.
Nadya kembali menutup pintu kamarnya dan betapa kagetnya dia saat berbalik dan menabrak dada Brydan. Dia pun sedikit terpental ke belakang dan memegangi hidungnya yang sedikit linu.
"Kau menyiapkan air atau tenggelam?" Tanya Brydan karena dia sudah menunggu lama untuk sekedar mandi saja.
"Hehe, saya masih mempelajarinya Tuan." Sahut Nadya.
Sebenarnya Nadya lama bukan hanya karena mempelajarinya tetapi juga mengaguminya. Nadya begitu terpukau dengan desain kamar mandi yang begitu indah dan wangi. Dinding berwarna gold dengan bath-up berwarna putih dan ada shower untuk mengisi bath-up. Sabun dan semua kebutuhan untuk mandi sudah tertata rapi disebuah box yang tertempel di dinding.
"Dasar Gadis kampung." Ucap Brydan dan kemudian langsung beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. Setelah Brydan sudah melakukan ritual mandinya, Nadya mulai menyiapkan pakaian Brydan untuk berangkat ke kantor. Dan lagi-lagi dia langsung menganga melihat cupboard alias lemari yang di dalamnya ada begitu banyak setelan jas dan kemeja yang tertata rapi dan begitu wangi. Nadya memilih setelan Jas hitam dan kemeja berwarna putih kertas dengan dasi berwarna coklat susu. Sungguh pilihan yang serasi.
Ceklek.
Pintu kamar mandi terbuka. Dan keluarlah Brydan yang hanya mengenakan jubah mandi berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulit putihnya. Rambutnya yang basah semakin membuatnya terlihat lebih seksi, hingga pipi Nadya merona karena malu terciduk memandangi Brydan tanpa berkedip.
__ADS_1
"Mandi sana, kau bau." Ujar Brydan.
"Iya Tuan." Sahut Nadya.
Setelah semuanya selesai Nadya dan Brydan pun turun ke bawah untuk breakfast alias sarapan. Setelah sampai mereka pun duduk di kursi yang disediakan. Dan tidak lupa Nadya menarik dua kursi yang satu untuk dirinya dan yang satu lagi untuk si gunung es. Dan jangan lupakan disana sudah ada si penguntit alias sekertaris galak siapa lagi kalau bukan Dendy yang sudah duduk tenang di sofa ruang tamu yang berdekatan dengan ruang makan.
"Sekertaris Dendy, Anda tidak bergabung?" Tanya Nadya yang merasa tidak enak jika dirinya makan tanpa menawari Dendy.
"Selamat pagi Nyonya, tidak perlu repot Nyonya, saya sudah sarapan." Ucap Dendy
Nadya dan Brydan pun mulai menikmati sarapannya. Setelahnya, kemudian Nadya pergi ke restoran untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya sedangkan Brydan ke kantor. Tapi mereka tetap satu mobil karena itu sudah peraturan Brydan.
"Tuan, aku berangkat dulu ya." Ucap Nadya sebelum turun dari mobil dan langsung diangguki oleh Brydan. Kemudian mobil pun melaju menuju Robson.Drction, setelah itu Nadya langsung masuk ke dalam restoran dan disana sudah ada Tica yang menyambutnya.
"Nad kamu kemana aja, kemarin kok tidak kerja dan kenapa kamu di antar oleh mobil mewah?" Ucap Tica.
"Satu-satu Tica, aku bingung mau jawab yang mana dulu. Aku kemarin ditahan oleh si gunung es dan itu mobilnya si gunung es bukan punyaku." Jawab Nadya.
"Nanti aku ceritakan sepulang bekerja dan aku juga mau mengundurkan diri." Kata Nadya yang langsung membuat Tica terlonjak kaget.
Nadya langsung melangkah ke ruang atasannya dan menyerahkan berkas pengunduran dirinya.
Setelah keluar dari ruangan atasannya Nadya pun mulai bekerja dan sesuai janjinya kemarin bahwa hari ini dia lembur. Hari ini adalah hari terakhirnya bekerja jadi dia harus bekerja dengan giat. Dan Nadya juga sudah berpamitan di grup chatnya bersama teman-teman kerjanya, bahwa dia harus berhenti bekerja karena alasan tertentu yang tidak bisa diberitahukan kepada siapapun. Karena jujur dia masih belum siap untuk mempublikasikan pernikahannya dengan Brydan.
♡(ӦvӦ。)♡(ӦvӦ。)♡(ӦvӦ。)
Happy reading and Lop U All :D
Jangan lupa tinggalin jejak yah😁
__ADS_1
IG : @cynshindi