Terpaksa Menikahi Sang Penguasa

Terpaksa Menikahi Sang Penguasa
Ch-79 Hareudang.


__ADS_3

BAGI BOCEL EPEP BISA SKIPPP!


"Selamat datang, Sayang." Nadya yang melihat suaminya sudah sampai di pintu utama mansion, segera saja memeluk dan mengecup pipi lelaki itu. Brydan hanya tersenyum tipis seperti biasa.


"Den!" Pria itu seraya melirik Dendy yang berdiri tepat di belakang tubuhnya. Ia mengedipkan matanya sebanyak dua kali, dan Dendy langsung paham. Buktinya Dendy mengangguk spontan.


"Brydan.." Terdengar suara rengekan manja dari mulut Naddie yang baru saja tiba. Karena ia mendengar suara mobil Brydan. Jadi seperti biasa dirinya akan mencari perhatian Brydan lagi.


"Lihatlah, Nadya membuat tanganku tergores. Rasanya perih!" Ujarnya seraya menunjukkan plester tepat di pergelangan tangan kirinya.


Brydan hanya memutar bola matanya, pertanda malas meladeni wanita tak berguna itu. Yang hidupnya hanya digunakan untuk mengganggu dan mengurusi hidup orang lain.


"Kenapa kau tidak sekalian menggores lehernya, Sayang?" Brydan menangkup wajah istrinya dengan kedua telapak tangannya. Ia sengaja melakukan ini di depan wanita pengganggu itu.


Cup cup.


Bahkan Brydan juga melayangkan dua kecupan tepat di bibir sang istri.


Melihat perlakuan Brydan kepada Nadya, membuat hati Naddie kini terbakar akan amarah. Ia melengos pergi begitu saja, disertai Nadya yang tertawa bahagia dalam hati.


Hareudang kan? Makanya jangan sok imut, udah muka kaya belut gitu? Menor amat? Sudah kayak pelacur engga laku aja!


Batin Fanny yang melihat kejadian itu dari tangga atas. Karena dirinya baru saja mengantarkan jus untuk Edward.


"Aduh, ayo ke kamar, Sayang. Disini panas!"


"Ayo Bey!"


"Kalau begitu, saya pamit terlebih dahulu."


"Baiklah Den, hati-hati."


"Hmm!"


Dendy yang merasa tidak mau mengganggu tuannya, akhirnya pamit untuk pulang. Karena Brydan masih menyuruhnya untuk menyelidiki sesuatu. Tentu saja Dendy akan bekerja dengan maksimal. Akan ia selidiki sampai tuntas.


***


"Aku berhasil, Sayang!"

__ADS_1


"Aku tahu! Istiku adalah yang terbaik."


Seakan menjadi kebahagiaan tersendiri untuk Brydan, ketika melihat keberhasilan istrinya. Ia percaya, wanita itu tidak akan pernah mengecewakan. Bahkan dengan mudahnya, Nadya bisa mengelabuhi Naddie. Si wanita licik itu.


Nadya mengeluarkan dua buah wadah kecil berisi darah miliknya dan milik Naddie. Yang ia simpan di buffet meja riasnya.


"Tahap awal selesai, Bey!" Kini mereka berdua telah mendapatkan sempel darah Naddie. Akan segera dibawa ke laboratorium untuk dicek, apakah sempel darah mereka cocok atau tidak! Tahap awal membongkar kebohongan Naddie sudah terlaksana. Sekarang mereka bergantung pada hasil penyelidikan yang Dendy lakukan. Namun, Brydan begitu yakin, Dendy tidak akan pernah mengecewakan.


"Ya Sayang, kamu sudah minta Dendy untuk menyelidiki kan?"


"Tentu saja sudah, Bey." Keduanya menyeringai, lihat saja bagaimana cara mereka membalas kebohongan Naddie.


"Lalu bagaimana dengan Uncle Gerald dan Aunty Karin, Sayang?"


"Aku tidak ingin menyakiti mereka Bey. Aku yakin, mereka pasti terlibat dalam kebohongan ini, karena paksaan dari Naddie. Aku tahu sifat Uncle Gerald dan Aunty Karin dengan begitu baik. Karena mereka sudah aku anggap seperti mommy dan daddy."


"Kenapa aku tidak yakin, Sayang?"


"Kau benar, jika aku tidak ingin menyakiti mereka, bukan berarti aku tidak akan memberikan pelajaran kepada mereka."


"Aku tahu suamiku!"


Nadya tahu, Brydan tidak akan melepaskan seorang yang melakukan kebohongan dengan mudah. Karena bagi pria itu, kebohongan sama saja dengan pengkhianatan.


"Pengganggu!"


"Aish, sudah jangan marah-marah terus. Sana mandi dulu, bajunya aku taruh di ruang ganti. Nanti aku panggil kalau sudah mau makan."


"Tidak!"


"Lalu kau mau apa, Sayang?"


"Bercinta!" Sahut Brydan dengan santainya.


"Oh my God, sekarang?"


"Tentu!"


Nadya hanya bisa pasrah karena lelaki itu sudah menggiring dirinya ke ranjang. Melepas setiap helaian benang yang menempel di tubuh istrinya. Begitu pun ia lakukan pada tubuhnya. Hingga keduanya kini terlihat seperti bayi yang baru lahir, tanpa pakaian selembar pun. Percintaan pun dimulai dengan penuh kehangatan dan kemesraan antara keduanya. Seakan chemistry antara keduanya benar-benar menonjol.

__ADS_1


"Akhhh Sa... Sayang." Nadya melenguh nikmat, ia tidak bisa menahan birahinya lagi. Karena sentuhan-sentuhan Brydan benar-benar memabukkan.


Keduanya larut dalam balutan cinta. Hingga melupakan wanita yang kini berdiri di depan pintu kamar mereka.


"Sedang apa mereka?" Gumam Naddie. Karena tak kunjung di hiraukan, akhirnya dengan perlahan ia buka pintu kamar Brydan dan Nadya.


Kretttt.


Pintu sedikit terbuka, Naddie segera saja mengintip. Dan betapa terlonjaknya ia, ketika melihat jelas dengan mata kepalanya sendiri dua orang yang tengah bercinta dengan nikmatnya di bawah gerumulan selimut. Naddie sontak langsung menutup pintu dengan sedikit keras. Ia menutup mulutnya tak menyangka yang baru saja ia lihat.


Naddie pun berlari kembali ke kamarnya. Niatnya ingin mengajak masak bersama, namun malah disuguhkan pemandangan delapan belas plus. Ia marah, ia melempad semua barang yang ada di kamarnya.


Prangg. Prangg.


"Sayang, Naddie.. akhh... Melihat kita!"


"Aku sengaja! Biarkan saja dia melihat supaya.. shh akhhh, ya begitu, Bey!"


Percintaan itu terus berlanjut seakan tak ada gangguan apapun. Mereka tetap menjalankan dengan khidmat dan penuh chemistry.


Sepertinya urat malu suaminya sudah putus. Atau mungkin masih belum terpasang, pikir Nadya.


.


.


.


.


.


.


.


TBC!


YOK RAMAIKAN! JANGAN LUPA VOTE LIKE AND KOMENNYA YAH.

__ADS_1


BTW KALIAN BISA MAMPIR KE NOVEL OTHOR YANG SATUNYA, MASIH DI NT KOK.


yuk klik profil othor jangan lupa follow yah, makasihh kakak-kakak sayangđź’–


__ADS_2