
Sesampainya mereka berempat di rumah Nadya, hari sudah hampir malam. Mungkin mereka menempuh perjalanan selama kurang lebih 5 jam. Nadya membuka pintu rumah lamanya itu, ia tilik dalam rumah. Rumah yang masih terlihat bersih walaupun tak lagi dihuni. Karena Nadya memang meminta seseorang untuk membersihkan rumahnya setiap dua hari sekali.
Dan Nadya sudah mengabari orang itu agar tak usah datang ke rumahnya untuk dua hari kedepan. Karena dirinya lah yang akan mengerjakan semua pekerjaan rumah untuk dua hari kedepan. Mungkin dibantu oleh Tica.
"Ayo masuk semuanya!" Ujar Nadya mempersilahkan tamu-tamu tak diundang untuk masuk. Mereka berempat segera saja masuk, kemudian Nadya menunjukkan letak kamar masing-masing.
"Jadi begini guys, rumahku ini kecil bin sempit. Jadi kamarnya hanya ada dua. Untuk sementara, aku dan Tica akan tidur di dalam kamar pertama. Sedangkan para pria akan tidur di kamar kedua. Bagaimana?" Nadya memberikan usulannya. Karena tidak mungkin jika Tica dan Dendy harus tidur dalam satu kamar. Secara, mereka tidak memiliki hubungan apapun dan belum sah.
"Tidak bisa! Aku mau tidur bersama istriku!" Brydan menolak keras, bagaimana ia bisa tidur tanpa aroma istrinya? Bahkan didiamkan istrinya selama beberapa hari saja, ia sudah uring-uringan.
"Sayang, kalau kamu tidak setuju, silahkan tidur di ruang tv dan berpestalah bersama para nyamuk. Ingat kita sedang dalam misi penting! Aku sudah memberitahu kalian, kalau jangan membuat kerusuhan. Di rumah ini ada penghuninya! Jika kalian sampai berbuat hal buruk ataupun hal tak senonoh, jangan salahkan aku jika kalian pulang ada yang mengikuti!" Nadya sengaja menakuti Dendy dan Brydan. Agar mereka berdua tak merusuh dan tidak mengganggu jalannya rencana.
Entah kenapa disaat seperti ini suaminya tidak bisa diajak kerja sama. Sedangkan ia sangatlah membutuhkan tenaga Dendy dan Brydan. Maka terpaksa ia harus melakukan sesuatu agar kedua pria itu bisa diajak kompromi.
Brydan dan Dendy bergidik mendengar ucapan Nadya. Baru kali ini mereka mendengar hal mistis. Karena dalam kehidupan mereka, sama sekali tak pernah melihat atau mendengar hal-hal mistis.
"Baiklah, aku akan menyuruh pengawal untuk mencari villa terdekat. Agar mereka bisa bermalam!" Brydan memang membawa beberapa bodyguard. Namun tidak ada Fanny, karena adik kecilnya itu sudah lebih dulu menculik Fanny. Lihat saja, Brydan pasti akan menghukum anak nakal itu.
"Aku juga akan meminta anak buahku berjaga selama kita mencari petunjuk di dalam rumah ini. Kita harus berpencar, kamu yang atur, Bey!"
"Baiklah, Tica dan aku akan mencari di kamar pertama sedangkan kamu dan Dendy akan mencari di kamar kedua. Karena aku yakin, hanya kedua ruangan itu yang ada petunjuk. Karena ibu sering menulis sesuatu, kemudian menaruhnya di dalam lemari. Dan letak lemari hanya ada di kamar pertama dan kedua." Otaknya langsung berfungsi dengan baik. Jika sudah menyusun strategi dan taktik untuk menjebak wanita ular itu.
"Baik, Nyonya. Saya akan ikut saja apa yang Nyonya perintahkan!" Sahut Dendy.
"Sekarang aku dan Tica akan memasak untuk makan malam. Kamu Sayang, dan kamu Dendy, kalian segeralah membersihkan diri. Kalian bisa bergantian, karena kamar mandinya hanya ada satu." Tica, Brydan dan Dendy hanya mengangguk. Kemudian berlalu untuk menunaikan kegiatan masing-masing.
__ADS_1
"Tic, menu apa hari ini?" Tanya Nadya. Jujur dia hanya membawa makanan instan. Dan beberapa ikan sarden. Jika membaya sayuran, takutnya layu. Karena di rumah Nadya tidak ada lemari pendingin.
"Kita bisa memasak mie kuah kari, Nadya!"
"Ah ya," dan mereka berdua segera memulai.
Dua jam berselang, mereka telah menyelesaikan aktivitas malam mereka. Kini keempat orang itu sudah bersiap untuk tidur. Karena mereka butuh banyak tenaga untuk esok hari. Bukan hanya tenaga melainkan juga otak. Karena memecahkan sebuah teka-teki bukanlah hal yang mudah. Apalagi ini teka-teki mengenai adik kandungnya. Tentu Nadya akan mencari adiknya semampunya. Ia pasti akan menemukan adiknya dimana pun adiknya berada.
Untuk itu Nadya harus berusaha, karena ia yakin tidak ada usaha yang tidak membuahkan hasil. Semua usaha yang dilakukan pasti akan membuahkan hasil. Tergantung dari usaha itu sendiri, jika usahanya keras dan sungguh-sungguh, maka hasilnya pun akan memuaskan. Namun sebaliknya, jika usaha yang dilakukan hanya setengah-setengah, maka jangan salahkan siapapun jika hasil yang di dapatkan tidak sesuai ekspektasi dalam artian tidak memuaskan.
***
Pagi hari telah tiba, tak terasa ini saatnya untuk mereka mencari petunjuk. Nadya dan Tica tengah menggeledah kamar utama. Nadya terus mencari dan mencari di dalam lemari. Sedangkan Tica di dalam buffet dan bawah beberapa tempat penyimpanan lainnya.
Saat menggeledah bawah ranjang, tiba-tiba Tica menemukan sebuah foto tanpa frame. Tica berusaha menggapai foto itu, dan akhirnya ia dapat. Foto anak kecil berusia kira-kira satu bulan terpampang.
"I.. ini foto adikku, Tic. Yah, bayi ini sama persis seperti foto yang ada di liontin hati milikku!" Ujarnya dengan yakin. Ia tilik foto itu, wajah adiknya benar-benar berbeda dengan wajahnya. Karena wajah sang adik lebih condong mirip ayahnya. Sedangkan ia mirip seperti ibunya.
"Ayo Tic, kita temui Brydan. Di lemari ini tidak ada petunjuk apapun. Hanya ada baju-baju ibu dan ayah!"
Begitupun dengan Brydan dan Dendy yang kini tengah menggeledah kamar kedua. Dimana Dendy melihat sesuatu yang terletak di bawah lemari. Dendy mengira bahwa benda itu pasti sengaja disembunyikan. Agar tak satu orang pun bisa menemukannya. Dendy mengambilnya, dan ternyata sebuah buku diary. Terlihat sudah usang termakan usia, bahkan tulisan di dalamnya pun sudah sedikit memudar.
***
"Apa kalian menemukan sesuatu?" Ujar Brydan, karena mereka kini tengah berkumpul di ruang tamu.
__ADS_1
"Iya Sayang, Tica menemukan foto ini, di bawah ranjang!"
"Dan saya menemukan buku diary ini, Nyonya!" Sontak ucapan Dendy membuat Nadya berbunga-bunga. Ia yakin, pasti akan ada banyak petunjuk dalam buku itu.
"Bagus, Sekertaris Dendy! Berikan, biar aku baca."
"Tunggu Nyonya, saat saya melihat, ada beberapa halaman yang sudah robek dan hilang. Jadi isinya mungkin tidak begitu lengkap." Dendy memperingati terlebih dahulu sebelum Nadya mengambil alih buku itu.
"Tak apa, Sekertaris Dendy. Aku yakin, di dalam buku ini pasti ada petunjuk yang tengah kita cari. Yaitu, masa kecil adikku!"
"Mungkin saja, Nyonya!"
Nadya segera saja membuka buku itu, dan membaca tulisan demi tulisan yang ada di buku itu.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC!