
Kegiatan mereka semalam begitu menguras tenaga. Hingga keduanya tertidur dengan posisi Brydan mendekap Nadya erat. Sebenarnya Nadya hendak protes, karena dia kesulitan bernafas. Tapi dia tidak memiliki sisa tenaga untuk protes. Jadi lebih baik dia diam dan tidur. Itu lebih baik, pikirnya.
____________________ 00 ______________________
Matahari sudah memunculkan dirinya. Dengan sinar yang cerah, secerah wajah Nadya yang sudah bangun terlebih dahulu. Sekarang Nadya sudah bersih dan siap untuk menjalani rutinitas paginya. Menyiapkan segala keperluan suaminya untuk bekerja. Dan membangunkan suaminya adalah rutinitas paginya.
"Suamiku, bangun dan mandilah." Ujar Nadya sambil mencium kecil bibir Brydan. Bibir seksi yang berwana merah kecoklatan. Setelah dicium, dia usap bibir itu dengan ibu jarinya.
"Jangan memancing, Nadya!" Ternyata Brydan sudah bangun sejak Nadya menciumnya. Dia hanya berpura-pura tidur untuk mengetahui apa yang akan istrinya lakukan. Jika dia tidak juga bangun.
Setelah selesai mandi dan breakfast, Nadya mengantarkan suaminya ke pintu utama. Dan memberikan ciuman kecil di pipi untuk melepas kepergian suaminya. Dan jujur Brydan berbunga-bunga saat ini. Jika biasanya dia berekspresi dingin, berbeda dengan saat ini. Senyum indah merekah di bibirnya. Menambah kadar ketampanannya.
Di perjalanan ke kantor, Brydan seperi biasa menceritakan segala hal tentang istrinya kepada Dendy.
"Den, dia begitu manis kan?"
"Nyonya kecil memang gadis yang manis, Tuan."
"Dia istriku! Jangan menatap dia lebih dari tiga detik!"
"Sesuai perintah Anda."
"Apa kau tau, dia memberiku kecupan kecil di pagi hari."
"Apa Anda senang?"
"Kau masih tanya? Den, berikan aku cara mengungkapkan cinta!"
"Akan saya laksanakan, Tuan."
Begitulah terus sampai mereka tiba di kantor Brydan.
Di Robson.Drction__
"Tuan ini saya sudah mencari apa yang Anda pinta." Ucap Dendy memberikan lembaran kertas kepada Brydan. Brydan ingat bahwa tadi dia meminta Dendy untuk mencari bagaimana cara mengungkapkan cinta.
Cinta kita kepada seseorang. Jika dianggapan semua orang ini adalah hal yang aneh. Tapi tidak bagi Dendy, karena dia tau tuannya itu tidak benar-benar merasakan cinta saat bersama Velyn. Melainkan hanya obsesi semata.
__ADS_1
Brydan membaca kertas yang diberikan oleh Dendy dengan saksama.
"Aku hanya bisa melakukan yang nomor 2 dan 3 Den."
"Lakukan salah satu dari itu, Tuan. Tidak perlu Anda lakukan semua. Karena walaupun hanya melakukan satu, yang terpenting Nyonya merasakannya."
"Ahh, kau benar Den. Aku akan melakukannya nanti."
Dendy keluar ruangan Brydan dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya. Jujur dia juga ingin merasakan apa yang dirasakan Brydan . Tapi waktunya masih belum tepat. Dan dia juga belum menemukan yang tepat.
Di Mansion Brydan__
"Fan, katakan! Apa yang bisa aku lakukan untuk mengusir kebosanan ini?" Tanya Nadya yang saat ini sedang tiduran di sofa. Dengan Fanny yang memijat pelan pelipis Nyonya nya.
"Mungkin melakukan kegiatan yang menyenangkan seperti melukis. Atau melakukan hobi Anda, Nyonya." Jawab Fanny.
"Ah, itu menyenangkan Fan. Ya, aku akan melakukan hobiku." Ujar Nadya.
"Saya akan membantu, Anda." Kata Fanny.
"Tolong ambilkan handphone, Fan." Pinta Nadya dan Fanny langsung mengambil apa yang Nadya mau.
"Saya hanya memberi saran. Jangan sampai kejadian kemarin terulang, Nyonya." Fanny memperingatkan Nadya supaya tidak mengulang kejadian kemarin. Di saat Brydan datang dirinya malah asyik dengan handphone. Dan membuat Brydan kesal.
Fanny tetap setia menemani Nadya di sofa yang berbeda. Sudah empat jam lebih Nadya menonton drama kesukaannya. Dan sebentar lagi Brydan akan pulang. Fanny kembali berkata kepada Nadya. "Nyonya, Sebentar lagi Tuan akan segera pulang." Kata Fanny.
"Ah ya, tolong letakkan handphone ku di kamar ya Fan." Pinta Nadya, karena dia mau memberikan sambutan istimewa untuk suaminya. Bukan tanpa maksud, melainkan karena ada maunya. Dia harus bisa merayu Sang Penguasa supaya diizinkan untuk melakukan keinginannya.
Hari sudah memasuki sore, Matahari sudah menenggelamkan dirinya di sebelah barat. Dan Nadya sedang menanti kedatangan suaminya. Hingga terdengar bunyi klakson dari luar yang menandakan suaminya sudah pulang. Nadya berlari kecil ke arah pintu utama.
Terlihat Brydan sudah keluar dari mobil sembari membawa tas kerja di tangan kanannya. Sedangkan di tangan kirinya, dia membawa sebuket bunga dan sebatang coklat. Sebenarnya tadi dia mau memesan banyak coklat, tapi Dendy bilang bahwa jika Brydan membawa banyak coklat kesannya akan berbeda. Jadilah Brydan hanya membawa sebatang saja.
Nadya langsung berbinar ketika Brydan memberinya coklat dan bunga itu. Bunga mawar merah yang menandakan cinta kita terhadap seseorang. Dan sebatang coklat yang manis jika yang memberi adalah orang spesial.
"Terimakasih, Suamiku." Nadya spontan langsung memeluk Brydan. Tapi tiba-tiba dia merasakan benda kenyal mendarat di keningnya. Dan ya, itu adalah bibir Brydan. Apa ini? Gunung es tidak lagi gengsi untuk menciumnya? Apa dia berhasil melelehkan si gunung es? Sungguh hari yang membahagiakan.
Apa ini? Aku sangat senang sekali. Baru pertama kali dia memberiku coklat dan bunga. Apa dia sudah baik sekarang?
__ADS_1
Kini mereka berdua sudah bersiap untuk makan malam. Suara dentingan sendok begitu merdu bersahutan. Menandakan bahwa Sang Penguasa sedang menikmati makanannya. Dan tidak boleh ada yang menganggunya.
***
Di kamar keduanya sedang duduk bersandar. Dengan posisi Nadya bersandar di dada bidang Brydan. Brydan mengelus lembut rambut istrinya.
"Suamiku, aku ingin jalan-jalan bersamamu week end besok." Ujar Nadya sembari memberi usapan kecil di rahang kokoh suaminya.
"Aku akan ikut." Jawab Brydan.
"Tempat mana yang kau mau?" Imbuhnya lagi.
"Taman Safari, aku ingin kesana." Ujar Nadya.
"Sesuai keinginanmu."
"Tidurlah."
"Selamat malam, Suamiku." Dibumbui dengan kecupan kecil di bibir dan dahi.
Keduanya tidur dengan saling memeluk. Hari ini Brydan benar-benar mengungkapkan cintanya. Brydan memperlakukan Nadya dengan istimewa, sesuai dengan apa yang dia baca tadi siang.
Jika bisa dibilang keduanya sekarang sudah saling mencintai. Tapi bisakah mereka menghadapi masalah-masalah yang akan menerpa rumah tangga mereka kelak. Brydan tidak mau ada orang yang merebut istrinya. Dia tidak mempublikasikan pernikahannya, bukan karena dia malu atau apapun. Melainkan karena dia takut akan banyak orang yang tertarik pada istrinya.
Hanya dengan ini aku bisa mengungkapkan rasa yang aku miliki untukmu. Kumohon mengertilah, aku bukan pria romantis yang bisa berkata-kata manis. Aku hanya pria dingin yang menemukan arah setelah aku bertemu denganmu. Teruslah disisiku, menggantikan peran orang tuaku. Aku sudah membawa mu ke dalam duniaku. Dan kau sudah membuktikan bahwa kau pantas berada di dalamnya. Akan kurengkuh kau hingga aku tidak lagi bernafas. Istriku, NADYA KHARISMA.
Gunung es, aku yakin kau akan mencair. Aku yakin kau adalah pria baik. Aku akan selalu berada di sisi mu. Menerangi jalanmu, memperbaiki kesalahan mu. Dan menemanimu di hari tua. Akan kuhadapi semua masalah yang ada di rumah tangga kita. Tetaplah bersamaku. Suamiku, gunung es-ku BRYDAN ROBSON.
Mereka memang bisa menyembunyikan perasaan mereka. Tapi hati mereka tidak akan pernah bisa berbohong. Bahwa kini keduanya sudah saling mencintai.
♡(ӦvӦ。)♡(ӦvӦ。)♡(ӦvӦ。)
Happy Reading and Lop U All :D
Jangan lupa like, komen and votenya yah 😁
Makasih ✨
__ADS_1
IG: @cynshindi