
"Kamu sudah berjanji kepadaku, bahwa kamu akan menjelaskan sekarang!" Nadya menagih janji yang tadi siang diucapkan oleh Brydan.
Tadi Nadya meminta Brydan untuk menjelaskan, kenapa pria itu menikahi dirinya? Apa motif Brydan? Padahal sebelumnya, pertemuan mereka bisa dibilang tidak baik-baik. Selalu saja ribut.
Malam ini, Nadya duduk di pusaran ranjang. Bersandar dengan posisi kedua kakinya selonjor. Begitupun dengan Brydan yang tidur di pangkuan istrinya. Ia menelusupkan wajahnya ke perut Nadya. Dan menggesek-nggesekkan hidung mancungnya.
"Sayang, ayo cerita!" Nadya gemas sekaligus geli dengan kelakuan Brydan yang manja.
"Jadi, saat kamu tidak sengaja menumpahkan selai di jam tangan Velyn, aku meminta Dendy untuk menyelidiki tentangmu. Karena hanya kau, satu-satunya orang yang berani melotot padaku! Dan untuk pertemuan kita yang kedua kalinya, di mall. Kau ingat, bagaimana kau menampar diriku! Hingga membuat seluruh mata tertuju padaku.
Bahkan banyak berita beredar, CEO Robson.Drction ditampar oleh seorang wanita tidak dikenal. Singkat cerita, saat kita bertemu di mall, dan kamu menamparku. Sebenarnya aku saat itu sedang membutuhkan seseorang untuk aku nikahi. Karena aku ingin membuktikan kepada Velyn, bahwa aku bisa bahagia tanpa dirinya. Dan kebetulan ada kamu, aku sudah menyelidiki semua tentang dirimu. Dan aku pikir kamu cocok dengan apa yang aku mau."
"Astaga, Sayang! Kamu menikah tanpa pikir panjang?" Dengan spontan, Nadya menoyor kepala Brydan. Kapan lagi kan bisa menoyor sang penguasa?
"Untuk apa pikir panjang, aku ini mau menikah, bukan mau jadi anaconda!"
"Berhenti melawak, itu tidak lucu, Sayang!"
"Karena aku memang tidak sedang melucu, Bey. Kamu gimana sih! Kalau aku bilang kamu sudah pas seperti yang aku mau, berarti aku sudah pikir panjang!"
"Sampai sini paham?" Imbuhnya.
"Ya ya, aku pah---"
"Ehmppp---" Belum sempat Nadya menyelesaikan kalimatnya. Brydan sudah mencium bibirnya agresif.
__ADS_1
"Pengen, Sayang." Ujarnya dengan puppy eyes yang membuat istrinya hanya pasrah saja.
"Janji jang---"
"Janji Sayang!"
Menyebalkan! Belum selesai ngomong main potong aja! Dia pikir buah apa, yang harus dipotong-potong baru dimakan!
Karena kesal, Nadya langsung saja menggigit bahu suaminya. Walaupun Brydan tak menghiraukan hal itu. Karena sudah fokus dengan makanan lezat yang kini terpampang nyata di depan matanya.
Kegiatan panas pun berlangsung selama dua jam lamanya! Nadya benar-benar kesal, dirinya sudah lemah lunglai. Ingin sekali Nadya tampol wajah pria yang tengah tersenyum senang itu. Bahagia di atas penderitaan orang lain, itu peribahasa yang tepat untuk Brydan.
Dari yang awalnya berjanji untuk tidak melakukan dengan waktu yang lama. Namun, semua itu hanga bualan Brydan belaka. Tidak ada bercinta yang tidak lama, hanya itu yang terlontar dari mulut sang penguasa.
Membuat Nadya gemas, ingin mencocolkan sambal pedas pada mulut pria satu itu. Dengan santainya, Brydan membopong tubuh lemah istrinya ke kamar mandi. Kemudian ia juga membantu Nadya untuk mandi. Lebih tepatnya lelaki untuk memang memandikan Nadya, karena Nadya hanya diam dan tercengang saja melihat perlakuan manis dari Brydan.
"Kamu nih kenapa sih, Bey! Aku gini dibilang kesambet, aku galak juga salah!"
"Oh jadi kamu merasa kalau kamu itu galak?"
Duarr.
Brydan termakan ucapannya sendiri. Sejak kapan sang istri pandai membolak-balik perkataannya. Benar-benar ia harus waspada, sekarang istrinya sudah sedikit bertingkah.
"Galak-galak gini juga suami kamu kan?"
__ADS_1
"Iya sih, semoga aja nanti anak-anak aku engga galak kaya bapaknya!" Perkataan Nadya yang satu ini sukses membuat Brydan berhenti dari kegiatannya yang tengah menyisir rambut istrinya.
Nadya berbalik ke arah Brydan. Ia tatap manik hazel itu dengan lekat. Ia genggam kedua tangan suaminya.
"Aku berjanji, aku akan membuang pil itu. Maafkan aku sudah mengecewakan kamu, Sayang." Nadya tertunduk.
"Aku mau ada baby di sini!" Ujar Brydan sembari mengelus lembut perut istrinya.
"Aku sudah memaafkan kamu, tolong jangan diulangi lagi. Jangan buat aku marah dan kecewa lagi, okey?" Ia kecup dan ia rengkuh tubuh wanita yang sudah menemani hari-hari dalam hidupnya selama hampir tujuh bulan.
.
.
.
.
.
.
.
TBC!
__ADS_1
votenya yah buat babang Brydan! hehe