Terpaksa Menikahi Sang Penguasa

Terpaksa Menikahi Sang Penguasa
Ch-33 Enak gak? Enak gak? Enaklah masa enggak!


__ADS_3

Seperti hari-hari sebelumnya, Nadya akan merasa bosan jika sang suami sudah berangkat bekerja. Jadilah Fanny yang dia jadikan pelampiasan untuk mengatasi rasa bosannya. Lagi dan lagi dia merias wajah Fanny dengan make-up nya. Walaupun Fanny sudah mempunyai peralatan make-up sendiri, tapi Nadya tetap menggunakan miliknya untuk mendandani Fanny.


"Sudah selesai, cantik!" Ujar Nadya sambil mengamati hasil karyanya di wajah Fanny. Dan Fanny hanya tersenyum tipis kemudian mengucapkan terimakasih.


Kling.


Bunyi notifikasi di handphone Nadya. Dengan segera Nadya melihat handphone nya, karena dia kira sang suami yang mengirim pesan. Namun, ternyata bukan. Notifikasi itu berisi, bahwa ada yang menandai akun sosmed nya di sebuah postingan. Dan Nadya langsung membukanya, siapa tau dia kenal kan?


"Siapa ini?" Ucap Nadya bermonolog kepada dirinya sendiri. Setelah dia lihat, ternyata akun itu milik Edward yang memposting foto mereka bertiga kemarin sewaktu di taman. Tapi Edward menutupi wajahnya dan wajah Tica.


"Edward tau dari mana ya, nama akun ku?" Tanya Nadya kepada Fanny.


"Mungkin dari nona Tica, Nyonya." Jawab Fanny.


"Owh bisa jadi." Nadya terus men-stalking akun sosmed Edward. Dan dia kaget, karena akun sosmed milik Edward ternyata bercentang biru. Alias sudah resmi dan diakui.


"Wah, siapa sebenarnya Edward? Kenapa akun sosmed nya resmi?" Tanya Nadya kepada Fanny dan dijawab gelengan oleh Fanny. Yang artinya dia tidak tahu menahu soal itu.


Nadya terkejut parah, karena setelah Edward menyebutkan nama akunnya dalam salah satu postingan, akunnya langsung dibanjiri oleh komentar followers Edward. Edward memiliki banyak sekali followers, bahkan Nadya jauh berada di bawah Edward.


Nadya enggan membaca satu persatu komentar yang dilontarkan oleh followers Edward. Mungkin mereka ingin tahu, siapa Nadya sebenarnya. Kenapa bisa sedekat itu dengan Edward. Karena di dalam postingannya, Edward hanya memberi caption 'bertiga'.


Dan Nadya pun tidak pernah memposting apa-apa di akun sosmed nya. Hanya sesekali dia membuat story yang akan hilang dalam 24 jam.


Nadya masih saja ingin tahu, siapa itu Edward. Tetapi saat dia mencari di situs pencarian, dia tidak menemukan artikel apapun mengenai Edward. Akhirnya dia kembali membuka akun sosmed Edward dan mencari tahu dari sana. Tetapi nihil, akun Edward hanya ada beberapa postingan. Dan itupun tidak terlalu penting. Tapi selalu saja dibanjiri oleh komentar-komentar kaum hawa.


"Apa Edward seleb?" Tanya Nadya lagi.


"Mungkin saja, Nyonya." Jawab Fanny.


"Pantas sih, dia kan sangat tampan." Kata Nadya masih dengan men-stalking akun sosmed milik Edward.


"Edward tidak mengikuti akun siapapun, tapi dia banyak diikuti." Kata Nadya kepada dirinya sendiri.


Tiba-tiba Tica mengirim sebuah pesan kepada Nadya.


"Ehh Nad, gila. Si Edward seleb kah? Akun aku langsung banjir komentar." Tica.


"Sama, Tic." Nadya.


"Akunnya Edward centang biru loh." Tica.


"Makanya itu, aku cari di situs pencarian. Tapi nihil, tidak ada artikel apapun mengenai Edward." Nadya.


"Mungkin dia seleb kali." Tica.

__ADS_1


"Bisa jadi."


"Akun aku langsung banyak yang follow, Nad." Tica.


"Sama." Nadya.


read


Di Kantor Robson.Drction__


"Tuan, Tuan kecil memposting sebuah foto di akun sosmed nya." Kata Dendy. Brydan hanya sedikit melirik kemudian kembali berkutat dengan pekerjaannya. Dia tidak heran, karena adiknya memang seorang seleb. Akun milik adiknya memang centang biru sama seperti miliknya. Tetapi dia tidak pernah memposting apapun di akun sosmed nya. Berbeda dengan sang adik yang memang sedikit narsis. Haha.


"Bersama wanita, Tuan." Dan bodohnya Dendy, tidak melihat siapa yang di tandai oleh Edward. Dia hanya melihat postingan Edward saja. Karena dia pikir itu kekasih Edward, jadi untuk apa dia ikut campur.


"Dia kan sudah bilang, Den."


Dan Dendy tidak lagi melanjutkan, dia melanjutkan pekerjaannya yang sudah mengantri minta dikerjakan.


Akun sosmed milik Dendy dan Brydan memang centang biru dan diakui, juga memiliki banyak pengikut. Tetapi mereka tidak terlalu peduli, dan mereka juga tidak pernah memposting sesuatu di akun sosmed nya. Hanya sesekali Dendy dan Brydan membuka akun sosmed nya.


30 menit kemudian, Dendy kembali ke ruangan Brydan dengan membawa senampan makanan dan minuman. Seperti biasa dia akan mengantar makanan ke ruangan Brydan. Karena Brydan tidak mau ada orang lain yang masuk ke ruangannya saat dia bekerja, kecuali Dendy.


"Tuan, saatnya makan siang." Ucap Dendy.


Brydan menghentikan pekerjaannya dan memakan makanan yang disediakan oleh Dendy. Sedangkan Dendy, dia tetap setia menunggu Brydan selesai makan. Barulah dirinya akan makan.


***


Brydan melangkah masuk ke dalam Mansion dan terlihat istrinya turun dari tangga dengan tergesa-gesa.


"Selamat datang, Sayang." Ucap Nadya.


"Jika kau turun dengan cara seperti itu lagi, maka aku akan membuat kedua kakimu patah." Kata Brydan, dia khawatir istrinya terjatuh, atau terjadi hal yang tidak di inginkan.


"Hehe, siap Sayang." Jawab Nadya sambil cengar-cengir lucu.


"Aku siapkan air mandi dulu ya." Nadya kembali ke kamar untuk menyiapkan air mandi Brydan.


"Selamat datang, Tuan." Ujar Fanny sambil membungkukkan badannya.


"Apa yang dilakukan istriku seharian?" Brydan to the point.


"Hanya bermain handphone, Tuan." Jawab Fanny dengan kepala yang tertunduk.


"Baiklah, jaga kepercayaan yang aku berikan, Fan!" Kata Brydan, kemudian dia melangkah ke kamar, karena Nadya sudah memanggilnya.

__ADS_1


"Baik, Tuan." Sahut Fanny.


Saya berharap dia bisa menjadi pasangan seperti anda, Tuan. Pasangan yang selalu menjaga pasangannya dengan baik dan selalu mencintai pasangannya dengan tulus. Batin Fanny.


***


"Aaaaaaa." Nadya tengah menyuapi Brydan. Karena Brydan sibuk dengan ponselnya, alhasil Nadya yang harus menyuapinya. Brydan membuka mulutnya menerima suapan istrinya.


"Enak gak? Enak gak? Enaklah masa enggak!" Dan hanya di angguki oleh Brydan.


Sebenarnya tadi mau menggunakan dua sendok, tapi Brydan hanya meminta satu sendok kepada Pak San, jadilah mereka makan dengan berbagi sendok. Dan berbagi piring juga.


"Ayo Sayang buka mulutnya, ini suapan terakhir." Akhirnya selesai juga drama makan malam kali ini. Nadya meminta Pak San membawa peralatan makan yang sudah kotor. Entah kenapa akhir-akhir ini Brydan selalu meminta Pak San mengantarkan makan malam ke kamar.


Mungkin dia mager alias malas gerak. Atau bisa juga dia sedang sibuk. Yang pasti Nadya hanya akan ikut saja apa yang diminta oleh Brydan. Dia mana berani menentang Brydan.


Tapi Nadya tidak ambil pusing, mungkin saja Brydan sedang banyak pekerjaan. Hanya itu yang ada dalam pikirannya.


.


.


.


.


.


.


.


Happy Reading and Lop U All


Jangan lupa like komen and votenya yah 🤗


Biar makin semangat up-nya hehe 😁


Jangan jadi pembaca gelap 🤐


Makasih kakak-kakak sayang ✨


kalau mau tanya-tanya perihal novel ini atau mau kenalan boleh follow IG aku yah


IG: @cynshindi

__ADS_1


nanti bakalan ada info perihal novel ini kok di IG aku, jadi cuss follow yah 😁


__ADS_2