
"Sayang, beritahu aku semuanya!" Dengan tidak sabaran, Nadya menarik tangan suaminya untuk segera duduk.
Brydan baru saja pulang bekerja, ia telah memberitahu Nadya bahwa ada kabar berita baru. Bahwa Dendy telah menemukan rekaman cctv di mansion Uncle Gerald. Dan betapa bahagianya sang istri, kala mendengar kabar bahagia itu, setidaknya langkah mereka sudah tinggal sedikit lagi.
"Jadi, Dendy sudah menemukan sebuah rekaman cctv dimana Naddie dan kedua orangtuanya merencanakan sesuatu. Aku sudah kirim rekamannya ke handphone-mu, Bey."
"Ah iya, aku sudah melihatnya, Sayang. Tetapi aku masih heran, apa benar jika dia memiliki markas? Apa dia itu seorang anggota mafia? Atau mungkin dia ketuanya. Sampai ada markas segala."
"Masalah itu, Dendy dan aku masih menyelidikinya, Bey."
"Aku pernah membaca sebuah novel, dimana pemeran utamanya itu adalah seorang yang handal dalam teknologi. Dan untuk mengetahui kemana saja istrinya pergi, dia menaruh sebuah GPS kecil seperti alat pelacak di dalam tas istrinya."
"Ide yang bagus, Bey!"
"Aku memang sudah memiliki rencana itu bersama dengan Dendy. Jadi tugasmu sekarang adalah memasukkan alat kecil ini ke dalam tas yang biasa dibawa Naddie untik hang out." Brydan memberikan sebuah alat kecil kepada Nadya.
"Tentu, Sayang."
***
Malam hari telah tiba, sesaat sebelumnya semua penghuni mansion telah menyelesaikan makan malam mereka. Kini tinggallah Nadya dan Brydan yang duduk santai di sofa ruang tamu.
"Naddie, kamu mau kemana?" Nadya seraya berdiri kala melihat Naddie hendak pergi dari mansion. Ia mendekati Naddie, tangannya dengan lihai menyusup ke dalam tas yang Naddie bawa. Kemudian ia lepaskan alat pelacak itu dari genggaman tangannya dan terjatuh tepat di handphone Naddie.
"Aku hendak hang out bersama teman-temanku, aku pergi dulu yah."
"Okey!"
Nadya melirik suaminya yang tengah duduk santai itu. Brydan mengacungkan jempolnya untuk kelihaian sang istri.
__ADS_1
***
Naddie bertemu dengan seorang pria misterius, pria itu mengenakan masker hitam. Ia memeluk dan terlihat begitu mesra.
"Mana handphone-mu?" Pria itu menanyakan handphone Naddie.
"Ini Sayang! Ah apa ini?" Saat hendak mengeluarkan handphone-nya Naddie tak sengaja menemukan sebuah benda kecil. Entah apa itu dirinya juga tidak tahu.
"Sial! Ini alat pelacak. Ayo ikut aku!"
Pria itu membawa alat pelacak itu di sebuah gedung tua terlantar di tepi kota. Mereka mengendarai mobil milik pria itu. Karena Naddie sama sekali tidak membawa apapun dari mansion daddy-nya kecuali hanya black card-nya saja.
"Buang itu di sana! Kita ambil lagi setelah beberapa saat!" Ujar Pria itu. Naddie turun, ia taruh alat itu di semak-semak, tak lupa untuk menandai tempat dimana alat itu berada.
"Sebenarnya apa yang mereka rencanakan, Sayang."
"Mereka ingin melacak posisimu sekarang. Kalau mereka tahu markas kita, semuanya akan kacau."
***
Dendy masih melihat jelas dimana posisi alat pelacak itu. Di tepi kota, di sebuah gedung tua yang sudah terbengkalai.
"Oh jadi disini rupanya tempat persembunyianmu. Lihat saja, aku pasti akan menangkap kalian!" Gumam Dendy. Ia terus menilik pada layar komputernya.
Kemudian Dendy menelepon seseorang. Ia ambil benda pipih canggih itu, kemudian ia menekan nomor seseorang.
"Hallo!"
["Ada apa?"]
__ADS_1
"Aku perlu bantuan darimu!"
["Apa yang bisa aku bantu?"]
"Kau cari tahu mengenai gedung tua di tepi kota, apa gedung itu merupakan sebuah markas untuk geng mafia atau apapun itu, aku juga tidak tahu."
["Baiklah, aku akan memerintahkan bawahanku untuk itu. Tetapi untuk lebih jelasnya kita harus bertemu, aku yakin kau pasti tengah menghadapi seseorang dalam dunia gelap kan?"]
"Iya, baiklah besok kita bertemu di apartemen-ku. Kemarilah besok malam!"
Tutt.
Sekarang Dendy hanya tinggla menunggu saja. Besok ia akan menceritakan semua perihal Naddie kepada orang itu. Dan Dendy yakin orang itu pasti tahu banyak mengenai seluk-beluk dunia gelap. Tidak seperti dirinya yang memang tidak pernah diajarkan mengenai dunia gelap. Walaupun ia bisa dan lihai dalam memainkan senjata berbahaya, tetapi sang ayah tak pernah mengizinkan Dendy untik turun langsung.
"Sebentar lagi, Nyonya kecil. Kita akan menemukan siapa adik Anda yang sebenarnya!" Gumamnya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Udah ah lanjut nanti lagi, maleman hehe😁
jangan lupa vote like and komennya guysss. lop u all, hehe. Sorry kemarin ga up, soalnya banyak tugas🥺