
Dan kini Kenan dan Zio hanya bisa meratapi nasib mereka dengan berdiri di depan kamar Keenan karena para istri mereka telah masuk ke dalam kamar, dan mengunci kamar terebut. Bahkan Berliana menyimpan kunci cadangan pintu agar Keenan tak masuk ke dalam kamar.
“Berlian, apa kalian bertengkar ?” Tanya Jihan pada menantunya, saat itu mereka tengah duduk di atas ranjang sambil menonton film korea favorit mereka dengan memakan cemilan.
“Aku bosan Mom.” Lirih Berliana menoleh ke arah mertuanya.
“Kenapa ?” Tanya Jihan penasaran.
“ Semenjak aku keluar dari rumah sakit Kak Tara selalu overprotektif padaku selalu mengaturku dan mengekangku, padahal Mommy tahu sendiri Dokter kandungan itu mengatakan jika aku baik-baik saja apalagi calon anak ku disini.” Balas Berliana mengelus perutnya.
“Astaga Keenan !” Jihan terkejut dengan apa yang dikatakan oleh menantunya jika putranya sebegitunya padanya.
“Aku bahkan harus berpindah jalur kuliah dengan basis jarak jauh, aku rindu aktivitasku berkuliah bertemu dengan teman-temanku. Kak Tara bilang jika aku pergi ke kampus nanti aku akan lelah atau mungkin ada lelaki yang mengangguku !”
Adu Berliana pada mertuanya ia tak sungkan untuk menceritakannya karena ia rasa lebih baik ia mengatakan pada mertuanya agar mertuanya tersebut dapat menasehati suaminya untuk tidak bersikap berlebihan padanya walaupun ia tengah mengandung.
“Astaga Keenan !” Jihan menepuk keningnya setelah mendengar ucapan menantunya. Ia tak menyangka jika putranya berubah menjadi tipikal suami yang over siaga.
__ADS_1
“Bahkan aku tidak mandi sendiri, Mom. Kak Tara selalu memandikanku, aku sudah seperti wanita berpenyakitan saja ! Belum lagi jika aku tengah mengikuti kuliah online, dia selalu mengawasi ku jika dosen itu adalah seorang laki-laki. Bahkan ia pernah mengancam dosenku karena memujiku cantik !” gerutu Berliana yang membuat Jihan semakin terlonjak Kaget.
“Apa !”
...……...
“Apa yang kau lakukan pada istrimu ?” Tanya Zio pada putranya karena tak mungkin Berliana mengajak istrinya tidur bersama jika tidak terjadi apa-apa diantara menantu dan putranya tersebut.
“Dia marah padaku, Dad ! Dan aku menyadari kesalahanku !” jawab Keenan penuh rasa penyesalan.
“Aku bingung harus mulai dari mana Dad !” balas Keenan mengacak rambutnya frustasi.
“Dasar bodoh ! Apa kau kekurangan akal semenjak sudah menikah dan menjadi suami yang bucin !” ucap Zio menggelengkan kepalanya ia tak menyangka jika putranya mendadak menjadi pikirannya menjadi buntu.
“Dad, kau jangan mengejekku. Bahkan Daddy lebih parah tingkat kebucinannya pada Mommy !” balas Keenan yang membuat Zio malu sendiri dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
“Memangnya apa yang kau lakukan pada istrimu, sampai ia marah padamu, Ken ?” Tanya Zio lagi.
__ADS_1
Keenan menghela nafasnya rasanya ia begitu malu jika harus menceritakan masalah rumah tangganya dengan Daddy nya.
“Semenjak Berliana hamil, aku memang terlalu overprotektif padanya dan mengekangnya, tapi semua itu aku lakukan untuk kebaikan calon anak kami, Dad, calon cucu Daddy juga !” ucap Keenan mencoba buka suara menceritakan masalahnya pada Daddy nya.
Zio menggelengkan kepalanya mendengar ucapan putranya prihal masalah rumah tangganya. Zio berpikir jelas saja menantunya itu marah pada putranya karena putranya sendiri yang sudah bersikap terlalu berlebihan pada menantunya.
“Wajar saja jika istrimu marah, Ken ! Karena kau sendiri yang membuat masalah ! Daddy tidak mau ikut campur dalam masalah rumah tanggamu, kau harus bisa menyelesaikan masalah kalian. Ingat Ken, walaupun istrimu tengah hamil bukan berarti kau mengekangnya dan melarangnya melakukan ini itu.”
“Mommy mu dulu saat mengandung dirimu, ia bahkan sedang kuliah bahkan usianya masih terbilang muda, sembilan belas tahun ! Bahkan pada saat dia mengandung adikmu, Kinanta. Mommy mu disibukkan dengan Koas nya bahkan saat kalian masih kecil-kecil ia masih bisa mengurus kalian ditengah studi spesialisnya !”
“Istrimu juga memiliki waktu sendiri Ken, jangan pernah mengekangnya, Daddy yakin istrimu sama seperti Mom mu yang bisa menjaga calon anak kalian. Bukankah dulu kau sangat susah mendapatkan maafnya, lantas mengapa kau menimbulkan masalah baru ?”
“Seharusnya kau bisa memahami istrimu, dengarkan keluh kesahnya dan selalu menjadi sandarannya. Biarkan istrimu dengan dunianya, selagi ia tetap menjalankan perannya sebagai seorang istri dengan baik.”
Keenan tersadar apa yang lakukan pada Berliana benar-benar sudah kelewat batas. Ia tak bercermin pada Mommy nya, bahkan Mommy nya adalah wanita karir namun Mommy nya tetap mengutamakan suami dan putra putrinya.
Harusnya ia bisa melihat itu dari Berliana, jika Berliana jika bisa seperti Mommy nya. Menyesal tentu saja, Keenan menyesali apa yang sudah ia lakukan pada istrinya. Ia harus segera meminta maaf dan mendapatkan maaf dari istrinya, Berliana.
__ADS_1