Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 80


__ADS_3

"Kak Tara, malu." Berliana menutupi bagian sensitifnya dengan kedua tangannya, keadaannya kini benar-benar polos di hadaoan suaminya.


"Tidak perlu malu, Sayang. Semalam bahkan kita sama-sama sudah melihat semuanya." balas Keenan dengan santainya.


"Kak Tara !" protes Berliana saat mendengar suaminya mengatakan hal itu dengan santainya.


"Benar bukan ? lihat pipimu memerah." tunjuk Keenan yang membuat Berliana semakin malu.


Berliana kemudian dengan cepat menarik selimut menutupi tubuhnya dan hendak turun dari ranjang. Saat ia melangkahkan kakinya, intinya terasa begitu perih dan sakit bahkan kakinya pun bergetar.


"Aaahh...sakit." rintih Berliana


Dengan cepat Keenan menggendong tubuh istrinya dan membuang selimut yang istrinya kenakan ke sembarang arah. Ia lalu membawa tubuh polos istrinya itu ke dalam kamar mandi dan memandikan istrinya dengan lembut.


"Aku bisa sendiri." rengek Berliana saat ia dudukkan di dalam bathtube yang sudah berisi air hangat.


"Berendam lah dulu untuk mengurangi rasa sakitnya." Keenan kemudian menuangkan shampo dan memijat kepala istrinya. Bahkan Keenan memberikan pijatan pada tubuh istrinya agar tubuh istrinya itu lebih rileks dan segar setelah mandi.


"Kak aku ingin membilas tubuhku, Kak Tara keluar saja." pinta Berliana pada suaminya, jujur saja ia merasa malu walaupun apa yang dilakukan oleh suaminya itu membuat hatinya berbunga-bunga dengan sikapnya.

__ADS_1


"Tak apa, ayo biar ku bantu." tolak Keenan kemudian ia menggendong tubuh istrinya ke bawah pancuran shower. Bahkan pakaian Keenan ikut basah. Keenan pun membuka pakaiannya dan ikut mandi bersama dengan istrinya.


"Dasar modus !" ejek Berliana saat tahu tubuh suaminya telah polos dibelakangnya dan ikut mandi bersamanya. Sedangkan Keenan hanya terkekeh mendengarnya.


"Bukankah mandi bersama bisa mendapatkan pahala, apalagi kalau..." Keenan mengelus bahu mulus polos istrinya namun sejurus kemudian ia malah mendapatkan cubitan keras dari istrinya.


"Aduh sakit, sayang." rintih Keenan saat Berliana mencubit perutnya.


"Jangan macam-macam aku masih sakit." ucap Berliana cemberut.


"Hehehe..aku hanya bercanda, aku tidak memintanya lagi. Akan tetapi aku tidak janji untuk nanti malam." balas Keenan dengan mata yang berkedip-kedip.


"Kak aku ingin jalan-jalan." pinta Berliana setelah menyelesaikan makannya.


"Baiklah, ayo kita keluar." Keenan mengabulkan keinginan istrinya itu dan mengajaknya berkeliling kota seoul, Korea.


... .......


"Kinan, aku akan melamar mu minggu depan."

__ADS_1


"Kak Rama jangan gila !" sarkas Kinanta dalam sambungan telponnya dengan Rama.


"Tidak, aku tidak gila. Aku masih waras, aku akan datang dan bicara dengan kedua orang tuamu." balas Keenan bersikeras dengan niat dan keinginannya.


"Tapi Kak..."


tut


tut


tut


Panggilan terputus sepihak oleh Rama, Rama sengaja mematikan ponselnya karena ia tahu pasti wanita yang dicintainya itu akan menolaknya dengan alasan Kakak dan kedua orang tuanya.


"Aduh..aku harus bagaimana, pasti Daddy akan marah besar padaku." ucap Kinanta frustasi.


Kinanta semakin bingung karena minggu depan juga Alrend akan datang ke rumah bersama kedua orang tuanya, untuk melamarnya. Kiananta mengacak-acak rambutnya ingin sekali rasanya ia tenggelam saja ke dasar lautan jika dihadapkan masalah percintaan semacam ini.


"Tuhan kenapa cobaan ku berat sekali." gumam Kinanta menggigit kukunya hingga patah saking panik dan bingung apa yang harus ia lakukan menghadapi dua lelaki yang akan melamarnya dalam waktu yang bersamaan minggu depan.

__ADS_1


__ADS_2