Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 102


__ADS_3

“Apa Ana akan memaafkan aku, Dad ?” pertanyaan yang tidak mungkin Zio ketahui apa jawabannya. Sebab bagi Zio hanya Berliana yang mengetahui atas pertanyaan itu.


“Mana Daddy tahu !” Zio mengangkat bahunya acuh karena ia juga tak ingin ikut campur dalam masalah rumah tangga putranya tersebut.


“Oh ayolah Dad, beri aku solusi agar Ana mau memaafkan aku !” pinta Keenan menggeser duduk lebih dekat dengan Zio nya bahkan ia mengelus lengan Zio dan itu membuat Zio menjadi risih dengan sikap putranya.


“Kenapa Daddy jadi geli saat kau mengelus-elus Daddy.” Zio bersikap seolah bergedik ngeri.


“Astaga Dad, aku putramu. Aku masih normal masih suka lobang ketimbang pisang !” sarkas Keenan menatap sengit Zio.


“Hei, apa yang kau bicarakan ! Astaga Keenan !” bentak Zio pada putranya yang tiba-tiba berbicara aneh padanya.


Zio kemudian tak menghiraukan lagi putranya dan memilih masuk ke dalam kamarnya, namun Keenan tetap mengikutinya.

__ADS_1


“Kau tidur saja dikamar tamu, Daddy ingin tidur sendirian !” ucap Zio menutup pintu kamarnya. Meninggalkan Keenan yang frustasi karena malam ini ia harus tidur sendiri di kamar tamu.


“Ini tidak bisa dibiarkan, besok aku harus mendapatkan maaf dari Ana !” gumam Keenan kemudian ia menuju kamar tamu, dan tidur disana untuk malam ini.


Malam semakin larut baik Keenan maupun Berliana tak dapat memejamkan mata mereka. Mereka sama-sama tidak bisa tidur.


Keenan merindukan pelukan hangat Berliana dan rengekan manja istrinya itu kala ia selalu mengerjai istrinya. Bagitupun Berliana ia merindukan suaminya yang selalu mengelus perutnya kala ia hendak tidur.


Keenan kemudian meraih ponselnya dan mengirimkan pesan pada istrinya dan mereka saling berbalas pesan.


Berliana mendapat pesan itu hatinya tiba-tiba berubah, yang awalnya ia begitu kesal pada suaminya kini rasa kesal itu mendadak berubah. Mungkin itu salah satu perubahan mood ibu hamil.


“Sudah !” balas Berliana dalam pesan suaminya, saat pesan itu telah terkirim ia merutuki kebodohannya. Seharusnya ia tak menjawab pesan suaminya, dan mengabaikan pesan tersebut. Bukan malah menjawabnya dan bodohnya lagi ia mejawab dengan kata Sudah. Mana mungkin orang yang tidur bisa membalas pesan.

__ADS_1


Keenan melebarkan senyumannya kala mendapatkan balasan pesan dari istrinya. Ia tahu pasti istrinya itu masih kesal padanya oleh karena itu menjawab pesan yang tak masuk akal. Mana mungkin jika istrinya tidur bisa membalas pesan.


“Lusa kau boleh masuk kuliah kembali, Sayang. Aku akan meminta Miko mengurus perpindahan jalur kuliahmu.”


Berliana senang bukan main, ia tak menyangka jika suaminya mengerti dirinya. Haruskah ia memaafkan suaminya ? Lagi pula suaminya sudah kembali memberikan kebebasan padanya.


Kak Tara tidak berbohong, kan ?” balas Berliana.


“Untuk apa berbohong, aku ingin meminta maaf tapi keluarlah dulu dari kamar, aku tidak ingin dikatakan pria dan suami yang tidak gentleman kerena meminta maaf lewat pesan !”


Berliana terus mengembangkan senyumannya saat membaca kembali pesan yang diberikan suaminya. Kemudian ia turun dari ranjang, dan keluar dari kamarnya menyusul suaminya yang tengah menunggunya di ruang keluarga.


Begitu Berliana sampai menemui suaminya, Keenan kemudian langsung memeluk tubuh istrinya dan meminta maaf pada istrinya atas sikap yang berlebihan pada istrinya selama satu bulan ini.

__ADS_1


“Maafkan Kak Tara mu ini…Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi, dan aku berjanji tidak akan mengekangmu lagi. Maafkan aku, Ana ku Sayang.” Ucap Keenan dengan menampilkan mata yang menggemaskan hal itu membuat Berliana tak tega dab terkekeh melihatnya.


__ADS_2