
De.sa.han dan er.an.gan saling bersahutan diantara kedua insan yang sedang melakukan percintaan panas di dalam sebuah kamar hotel mewah itu, mereka adalah Keenan dan Berliana.
"Ohh...aku mencintaimu, sayang." erang Keenan disela tempo permainannya ia terus memaju mundurkan miliknya dari gerakan lambat hingga cepat.
"Aahh...Kak Tara..aaahh.." Berliana terus meracau dan men.de.sah tak karuan saat suaminya itu bergerak menjamah tubuhnya.
"eeemmpphh...aaaahh..aahhh"
"Oughh..Sayang.."
"Kak Tara..aaahhh"
Keenan mencabut miliknya memposisikan tubuh Berliana di atasnya. Dan meminta Berlian bergerak sesuai permintaannya. "Bergeraklah" pinta Keenan dengan mata yang sayu karena hasratnya.
"Ba..bagimana Kak." tanya Berliana bingung.
Keenan mencubit ujung hidung mancung istrinya itu, ia merasa gemas karena istrinya sangat polos dan sama sekali tidak mengerti dengan maksud yang ia ucapkan.
Keenan pun memasukkan miliknya ke milik istrinya dan membantu istrinya bergerak, dan Berliana mencoba bergerak sesuai yang diajarkan oleh suaminya itu.
"Aaahhh...aaahhh.."
__ADS_1
"Aaahh..Kak aku mau keluar.." rengek Berliana terus menggerakkan tubuhnya ke atas dan bawah.
"Bersama sayang..." pinta Keenan kemudian ia membalikkan tubuh istrinya dengan posisi membelakanginya, Keenan menggempur istrinya dari arah belakang.
Berliana merasakan nikmat tiada tara seakan dirinya terbang di langit ke tujuh dengan posisi seperti itu, apalagi hentakan suaminya yang membuat ia terus me.de.sah dan meracau tak karuan.
"Aaaaahh...aaahhh...Kak.."
"Ohhh..Berliana..oohh.."
"Kak aku keluar..aaaaahhhh" Kaki Berliana bergetar saat mendapatkan pelepasannya yang entah sudah berapa kali ia tak tahu.
"Bertahan sayang..sebentar lagi..aaahh.." Keenan terus bergerak mempercepat temponya apalagi istrinya itu telah mendapatkan pelepasan berkali-kali.
"Aaaaahhhh"
"Aku mencintaimu, Sayang." Keenan mencium punggung istrinya dan pipi istrinya dari arah belakang.
"Aku juga mencintaimu, Kak Tara." lirih Berliana dengan mata terpejam rasanya ia sangat lelah setelah digempur selama dua jam oleh suaminya.
Keenan kemudian membalikkan tubuh istrinya di pandangi nya wajah cantik istrinya itu yang terlihat memejamkan matanya. Kemudian ia memandangi maha karya atas perbuatannya di seluruh tubuh istrinya.
__ADS_1
Tiba-tiba miliknya kembali tegak berdiri setelah melihat tubuh indah istrinya ia memasukkan lagi ke milik istrinya hingga Berliana memekik kaget dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
"Kak Tara !" pekik Berliana saat merasakan miliknya kembali sesak dan penuh oleh suaminya.
"Ronde selanjutnya." Keenan mengedipkan satu matanya ke arah Berliana dan mencium bibir istrinya hingga terjadilah percintaan panas yang tiada habisnya oleh kedua insan yang dimabuk akan cinta.
Pagi harinya Keenan terbangun dari tidurnya ia kemudian melihat Berliana masih tertidur pulas. Wajar saja mereka melakukan percintaan panas itu hingga pukul tiga pagi. Keenan seakan tak pernah puas menjamah tubuh istrinya hingga ia menginginkannya lagi dan lagi.
Keenan kemudian bangun dari atas ranjang dan membersihkan dirinya. Setelahnya ia lalu menghubungi pelayan hotel untuk membawakan makanan mereka ke dalam kamar.
"Sayang...ayo bangun" Keenan membangunkan istrinya yang masih tertidur pulas.
"Uuhh...nanti dulu..aku masih mengantuk." rengek Berliana ia kemudian malah memeluk bantal guling.
"Sayang, bangunlah ini sudah pukul sepuluh pagi..aku akan memakan mu kembali seperti semalam." jawab Keenan terkekeh geli melihat istrinya tiba-tiba langsung bangun dari tidurnya dan mendudukkan diri dengan selimut tebal menutupi tubuh polosnya.
"Ihh...Kak Tara, jangan lagi, aku masih lelah." sunggut Berliana ia tak habis pikir jika suaminya itu ingin memangsanya kembali, padahal mereka semalam melakukannya hingga pukul tiga pagi.
Cup
Keenan mencium bibir Berliana karena gemas, kemudian ia menyingkapkan selimut tebal yang menutupi tubuh istrinya hingga Berliana terpekik kaget dengan perbuatan suaminya itu.
__ADS_1
"Kak Tara !"