
“Jadi kapan kau dan Rama akan menikah ?” Tanya Keenan saat menyantap sarapan bersama.
“Satu bulan lagi.” Balas Kinanta tersenyum ke arah Kakaknya, kini ia tak takut lagi karena ada Daddy nya yang telah memberikan mereka restu.
“Dia tidak berbuat macam-macam padamu, bukan ?” Tanya Keenan seolah mengintimidasi.
“Mana mungkin ia berbuat macam-macam padaku, kami sudah berhubungan sejak aku kelas dua SMA, Jika ia ingin berbuat macam-macam padaku, mengapa tak dari dulu !” protes Kinanta ia tak terima kala Kakaknya menuduh Rama yang bukan-bukan.
“Aku hanya bertanya saja, mengapa kau marah ?” ucap Keenan menjadi sengit kala bicara dengan adiknya.
“Tentu saja aku tidak terima, jika Kak Keenan bicara yang tidak-tidak mengenai calon suamiku !” sarkas Kiananta menatap tajam Kakaknya yang selalu membuatnya kesal dan ingin sekali ia membantai Kakaknya yang terkesan menyebalkan tersebut.
“Sudah-sudah, kalian selalu saja ribut saat tengah makan bersama !” omel Jihan memarahi putra dan putrinya.
Sedangkan Zio dan Berliana hanya tersenyum melihat adegan kakak beradik yang terlihat sering cekcok, namun sebenarnya mereka sangat manis karena disitulah letak sebuah hubungan persaudaraan. Ada kalanya tawa bahagia, tangis sedih, dan pertengkaran kecil.
__ADS_1
Setelah sarapan bersama Keenan mengantarkan istrinya terlebih dahulu ke kampus. Berliana seperti biasa mencium punggung tangan suaminya sebelum keluar dari mobil suaminya. Begitupun dengan Keenan yang mencium kening, pipi, dan bibir Berliana sebelum ia mengawali hari-harinya dengan bekerja.
“Jika sempat datanglah ke kantorku, hem.” Pinta Keenan pada istrinya.
“Baiklah.” Balas Berliana tersenyum manis ia kemudian turun dari mobil suaminya dan melambaikan tangan kearah suaminya dan berlalu masuk ke dalam kampus dan menuju kelasnya.
... ……...
“Aku tak percaya kau masih ingat dengan perkerjaan kantor !” ucap Miko asal ia merasa kesal tentu saja, Bos sekaligus sahabatnya itu cuti berbulan madu selama satu bulan, dan semua pekerjaannya ia yang mengerjakan.
“Itu kunci mobil dan rumah, sebagai bentuk terimakasihku padamu.” Ucap Keenan yang membuat Miko tertegun memegang dua kunci tersebut.
“Terimalah dan kembalilah bekerja.” Kata Keenan lagi.
Miko mau tak mau menerima pemberian Keenan. Karena seperti itulah Keenan kala memberikan ucapan terimakasihnya jika ada yang membantu dan menolongnya.
__ADS_1
Tiba-tiba Luna mengetuk pintu ruangan Keenan dan Miko membukakan pintu tersebut, pandangan mereka saling bertamu lalu Luna buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tanpa bertanya apapun pada Miko, Luna masuk ke dalam ruangan Keenan dan menghadap kepadanya.
“Maafkan aku Tuan, jika kali ini aku masuk ke dalam ruanganmu, aku hanya ingin mengajukan surat pengunduran diriku !” ucap Luna yakin dan mantap dengan pendirian.
Keenan menatap Luna dengan raut wajah yang datar. Ia mengerti kenapa Luna mengundurkan diri dari pekerjaannya, semua pasti ada hubungannya dengan Miko.
“Aku ingin mendengar terlebih dahulu apa alasanmu untuk mengundurkan diri dari pekerjaanmu !” Tanya Keenan dengan tegas.
“Aku akan menikah !” balas Luna pelan yang mampu membuat Miko menoleh kea rah Luna karena terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut mantan kekasihnya itu.
“Menikah ? dengan siapa ?” Tanya Keenan lagi karena ia merasa penasaran.
“Maaf Tuan, itu privasiku ! yang jelas aku akan menikah dalam waktu dekat ini !” balas Luna pelan memberikan alasan yang tepat pada Bosnya itu.
Keenan kemudian menerima surat pengunduran diri Luna, mau bagaimana pun Luna berhak untuk mengajukan pengunduran dirinya karena ia bukanlah karyawan kontrak di perusahaannya.
__ADS_1