
Keenan menjemput Berliana untuk tinggal dirumahnya sesuai permintaan Jihan tempo hari. Saat Keenan dan Berliana sudah sampai di kediaman keluarga Argantara, Jihan menyambut calon menantunya itu dengan bahagia dan pelukan hangat.
Jihan mengajak Berliana masuk ke dalam rumah dan mengantarkannya ke kamar tamu yang akan di tempati oleh Berliana sementara waktu sebelum ia menikah dengan Keenan.
"Untuk sementara ini kau tinggal dikamar ini dulu, ya Sayang. Sebelum kau menikah dengan putra Mommy." ucap Jihan lembut.
"Iya Bibi." balas Jihan tersenyum manis.
"Jangan panggil Bibi, tapi panggil Mommy dan Daddy mulai sekarang, okey ?" pinta Jihan pada Berliana.
"I..iya Mom..Mommy." ucap Berliana tersenyum kikuk pasalnya ia jelas merasa canggung pastinya.
"Baiklah, Mom tinggal dulu. Kau bisa beristirahat." Jihan meninggalkan Berliana di kamar seorang diri.
Berliana menatap sekeliling kamar tamu yang begitu luas benar-benar keluarga sultan seperti yang pernah ia lihat di televisi pikirnya. Berliana kemudian berjalan ke arah kamar mandi guna membersihkan dirinya.
Berliana masuk ke dalam kamar mandi dan mandi di sana selama kurang lebih tiga puluh menit. Setelah mandi Berliana tampak lebih segar ia kemudian keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk pendek yang melilit ditubuhnya.
__ADS_1
Berliana menuju kopernya ia kemudian mengeluarkan pakaiannya. Berniat untuk mengganti pakaiannya. Berliana membuka handuknya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benang.
Pemandangan itu dilihat oleh Keenan yang masuk ke dalam kamar Berliana sejak tadi, hanya saja ia berdiri di balkon kamar karena ia mendengar suara gemercik air di dalam kamar mandi. Keenan merasa Berliana mungkin sedang membersihkan dirinya untuk itu ia memilih menunggu saja Berliana di balkon kamar.
Jakun Keenan naik turun saat Berliana dengan santainya memakai pakaian dalamnya apalagi Berliana mengibaskan rambut panjang yang masih basah. Sungguh sangat menggoda iman Keenan.
Saat Berliana mengibaskan rambutnya ia melihat seseorang sedang berdiri di balkon kamar menatap dirinya yang hanya mengenakan pakaian dalam. Berliana berteriak kemudian dengan cepat menutup tubuhnya dengan handuk yang barusan ia pakai.
"Aaaaaa, dasar mesum !" teriak Berliana ia melemparkan apa saja yang ada di dekatnya kearah Keenan.
"Keluar dari sini !" ucap Berliana berapi-api jujur saja ia sangat marah pada Keenan yang masuk ke dalam kamar tanpa permisi.
"Alasan !" balas Berliana cepat.
"Lagi pula kenapa harus marah dan malu, aku sudah melihat semuanya." Jawab Keenan cepat tanpa memperdulikan jika ucapannya semakin memantik amarah Berliana.
"Hei dasar mesum !" Berliana refleks melemparkan Bra nya ke wajah Keenan, hingga Keenan membulatkan matanya.
__ADS_1
"Apa ini kaca mata ?" ucap Keenan dengan polosnya ia memegang bra itu dan memperlihatkannya pada Berliana.
Blush
Pipi Berliana memerah malu ia merutuki kebodohannya saat ia tanpa sadar malah melemparkan pakaian dalamnya ke arah Keenan.
Secepat kilat Berliana menarik Bra yang di pegang oleh Keenan dan menarik tangan Keenan agar keluar dari kamar yang ia tempati.
"Ayo keluar dari sini, dasar mesum !" Maki Berliana menarik tangan Keenan.
"Tidak mau !" protes Keenan karena sebenarnya ada yang ingin disampaikan olehnya pada Berliana.
"Keluar !" ucap Berliana lagi ia masih menarik tangan Keenan.
"Tidak akan !" bantah Keenan
Hingga terjadilah aksi tarik menarik tangan antara Berliana dan Keenan. Tiba-tiba tubuh keduanya terjatuh dengan Berliana berada diposisi atas tubuh Keenan. Tanpa Berliana sadari jika handuk yang dikenakan oleh Berliana terlepas dari tubuhnya dan menampilkan pemandangan indah dada nya yang membuat Keenan tertegun melihatnya.
__ADS_1
"Wow.." ucap Keenan melihat pemandangan indah di atas tubuhnya.
.......