Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 103


__ADS_3

Berliana melipat kedua tangannya dan menatap tajam suaminya seolah ia masih kesal dan marah pada suaminya. Padahal dalam hatinya ia sudah memaafkan suaminya. Ia berencana kali ingin mengerjai suaminya agar suaminya tersebut kapok padanya.


“Akan ku maafkan, tapi dengan satu sayarat !” balas Berliana mengeluarkan jari telunjuknya.


‘‘Apa Sayang ? Akan ku lakukan dan akan ku berikan untukmu, agar kau memaafkan aku !” Tanya Keenan cepat dan yakin.


“Aku ingin nasi goreng.” Pinta Berliana dengan pelan. Ia tahu syarat yang ia ajukan sangatlah mudah tapi begitu sulit untuk Keenan, karena mengingat Keenan adalah seorang pria yang hanya sibuk dengan pena bukan spatula.


“Tentu saja, ayo kita ke dapur nanti akan ku suruh Pelayan membuatkannya, untukmu !” jawab Keenan cepat karena permintaan istrinya itu sangat mudah baginya.


“Aku tidak ingin masakan pelayan !” Tolak Berliana saat mendengar suaminya akan menyuruh pelayan yang membuatkan nasi goreng untuknya.


“Lalu ?” Tanya Keenan bingung. “Apa kau ingin membelinya di luar ? Ya sudah ayo kita keluar !”


“Aku tidak mau ! Aku ingin Kak Tara sendiri yang membuatkannya untukku !” balas Berliana yang membuat Keenan membulatkan kedua matanya.


“Memasak ? yang benar saja !” batin Keenan dalam hati.

__ADS_1


“Ayolah Kak, ini demi anak kita. Aku sedang fase mengidam ingin makan nasi goreng, dan keinginan itu adalah milik calon anak kita.”


Berliana memang sedang mengidam memakan nasi goreng buatan suaminya. Bukan dibuat-buat karena alasan syarat permintaan maaf dari suaminya.


Mendengar kata mengidam dan itu adalah permintaan calon anaknya. Tentu saja Keenan dengan senang hati akan membuatkannya, walaupun ia kurang yakin akan hal itu apakah masakannya nanti akan enak dimakan oleh istrinya.


Keenan kemudian membuatkan permintaan Berliana, ia berkutat di dapur. Dapur yang awalnya bersih dan rapi kini berubah seperti kapal pecah karena ulahnya. Dan itu membuat Berliana menggelengkan kepalanya saat sedari tadi memperhatikan suaminya.


Berliana menjadi iseng ia diam-diam memfoto suaminya yang sedang memasak dan bahkan memvideokannya kemudian ia mengirimkannya pada Kinanta, adik suaminya.


Kinanta yang mendapatkan pesan dari Berliana ia tertawa terbahak-bahak kala melihat ekspresi Kakaknya yang tengah memasak dan kondisi dapur yang sudah tak layak disebut sebuah dapur yang higienis.


“Aku hanya lucu melihat, Kak Keenan sedang memasak untuk istrinya. Lihatlah, rasanya ia seperti sedang berperang melawan corona saja. Ia memakai faceshield agar wajahnya tak terkena minyak panas.”


Tawa Kinanta dan Rama pecah saat melihat tayangan video tersebut. Setelah itu Kinanta meletakkan ponselnya di atas nakas.


Tiba-tiba rama memeluk Kinanta, dan mengecup keningnya, dan berakhir di bibir manisnya.

__ADS_1


“Kak Rama.” Lirih Kinanta mereka saling menatap. Seolah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


“Tapi ini sudah pagi !” Kinanta mencoba bernegosiasi.


“Tidak ada penentuan hari untuk pengantin baru, Baby.” Rama kembali menyerang bibir istrinya hingga mereka sama-sama menanggalkan pakaian mereka dan kembali dalam posisi sama-sama polos.


Hingga terjadilah pergulatan panas sepasang pengantin baru yang sedang di mabuk nikmatnya surge dunia yang telah mereka ciptakan. De.sa.han dan er.an.gan mengelilingi kamar mereka seolah menandakan mereka saling menyalurkan kenikmatan satu sama lain.


“Aaahh…aaahh…hhh”


Rama melajukan temponya hingga Kinanta men.de.sah tak karuan karena pergerakan suaminya.


“Aahh..Kak Rama..aaahhh..”


“Ahhh…Baby..kau sungguh…oouugghh”


“Aahh…ahh…aahh..”

__ADS_1


Hingga puncak itu datang dan mereka sama-sama menge.rang panjang bersamaan.


“Aaaaahh..”


__ADS_2