Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 116


__ADS_3

Shinta mendengarkan secara seksama, benarkah yang dikatakan suaminya apakah ia harus percaya dengan ucapan suaminya itu ? Bimbang tentu saja, tapi bukan itu fokusnya sekarang melainkan ungkapan cinta suaminya yang mendadak membuat dirinya merasakan hal yang sulit didefinisikan.


“Shinta apa kau percaya padaku ?” ulang Miko lagi.


Shinta yang sudah terbawa perasaan karena suaminya telah mencintainya ia dengan mudah mengiyakan ucapan suaminya, dan percaya jika apa yang dikatakan oleh suaminya itu adalah sebuah kebenaran dan patut ia percayai dari suaminya.


Miko tersenyum lebar kemudian ia kembali membawa Shinta dalam pelukannya dan mencium kening Shinta dengan lembut.


“Apa kau ragu padaku ? Apa aku perlu membuktikannya ?” Tanya Miko lagi ia seakan ingin memberikan sebuah bukti pada Shinta, jika ia tak memiliki hubungan apa-apa pada wanita yang mengirimkannya foto di ponselnya. Ia juga berencana akan membawa Shinta ke hadapan wanita itu, agar Shinta percaya jika dirinya tak memiliki hubungan apapun dengannya.


“Dia berkata akan menemui ku, bukan ? Baiklah kita akan menemuinya nanti.” Ucap Miko dengan tegas namun buru-buru Shinta memotong ucapan suaminya.


“Tidak perlu, Mas ! aku percaya padamu. Cukup Mas blokir saja kontaknya dan jangan pernah menemuinya, itu sudah jauh lebih dari cukup buatku !” pinta Shinta kemudian ia memeluk tubuh suaminya dengan erat.


“Baiklah.” Miko senang bukan main karena telah mendapatkan sebuah kepercayaan dari istrinya, sekarang saatnya memulai hubungan pernikahan yang sesungguhnya pikirnya.

__ADS_1


“Bisakah kau izin kuliah selama tiga hari ?” pinta Miko, ia berencana mengajak Shinta pergi ke Bali untuk berbulan madu.


“Untuk apa ?” Tanya Shinta bingung.


“Kita pergi berbulan madu, apa kau tidak keberatan ?” jawab Miko dengan semangat empat lima.


Shinta tersipu malu dengan permintaan suaminya, mengajaknya berbulan madu itu artinya mereka akan melakukan ritual malam pertama untuk pertama kalinya setelah satu tahun mereka menikah.


“Apa kita akan melakukannya ?” Tanya Shinta malu-malu, pipinya bahkan sudah memerah karena malu mengatakan hal tersebut.


“Kalau aku sudah mengizinkannya, bagaimana ?” ucap Shinta dengan polosnya ia tak memikirkan bisa saja Miko memangsanya mala mini juga tanpa perlu menunggu waktu mereka tengah berada di Bali.


“Benarkah ?” Tanya Miko cepat, seakan mendapat sebuah lampu hijau ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, mungkin lebih cepat lebih baik melakukannya sekarang, pikirnya.


Shinta menganggukkan kepalanya sebagai bentuk jawaban dan tanpa ia sadari hal itu membuat tubuh suaminya menjadi menegang apalagi di bawah sana jangan ditanyakan lagi. Sebab ia pria normal walaupun ia belum pernah melakukannya dengan lawan jenis, tapi ia pernah bermain solo seorang diri di kamar mandi tanpa sepengetahuan Shinta. Karena sering tanpa sengaja melihat Shinta mengganti pakaiannya dan melihat lekuk tubuh indah Shinta yang hanya tertutup bra dan cd.

__ADS_1


Tanpa aba-aba Miko langsung mencium bibir Shinta dan me.lu.matnya dengan lembut. Shinta yang mendapat serangan ciuman tiba-tiba ia kemudian membalas ciuman suaminya hingga lidah mereka saling membelit dan bertukar silvanya.


Ciuman itu kemudian terus menuntut, Miko menciumi batang leher Shinta hingga sang empunya melengguh dan itu membuat Miko semakin gencar melakukan aksinya.


Miko kemudian merebahkan tubuh Shinta ke atas tempat tidur dengan tak melepas pangutan bibir mereka. Tangan Miko bahkan telah menangkup dua gundukan kembar milik Shinta yang begitu pas di tangannya.


Shinta melengguh dan men.de.sah saat tangan suaminya memainkan dua bukit kembar miliknya, bahkan pakaian dan bra nya entah sudah kemana rimbanya karena saat itu pakaian mereka berdua sama-sama telah terlepas dari tubuh mereka masing-masing.


“Uuuhhh…Mass..” De,sah Shinta saat Miko memainkan dadanya dengan mulut dan lidahnya.


Namun tiba-tiba Miko menghentikan aksinya kala mendengar sesuatu yang membuatnya terkekeh geli, sebuah suara demo dari perut Shinta yang menandakan jika istrinya tengah lapar.


“Hahaha..” tawa keduanya pecah kemudian mereka tak lagi meneruskan apa yang seharusnya mereka lakukan, karena mereka perlu mengisi amunisi diperut mereka terlebih dahulu agar proses unboxing nanti malam berjalan dengan lancar.


... ……...

__ADS_1


__ADS_2