
“Berliana…Keenan” Jihan menyambut kedatangan anak dan menantunya yang baru saja kembali ke rumah dari liburan panjangnya berbulan madu.
“Bagaimana bulan madu kalian, apa menyenangkan ?” Tanya Jihan setelah memeluk menantunya. Pasalnya mereka pergi ke sepuluh Negara selama satu bulan untuk berbulan madu.
“Tentu saja Mom.” Jawab Keenan kemudian mendudukkan diri di sofa ruang keluarga di sana juga sudah ada Daddy-nya yang sedang menikmati kopinya.
“Daddy, terimakasih sudah menggantikan pekerjaanku di kantor. Mulai besok aku akan bekerja kembali.” Ucap Keenan menatap Daddy nya,
Zio menoleh kearah putranya kemudian ia tersenyum kala melihat raut kebahagiaan terpancar dari wajah putranya tersebut.
“Kau tidak perlu berterimakasih pada Daddy, karena bukan Daddy yang mengerjakan pekerjaanmu.” Ucap Zio dengan santainya.
Keenan mengernyitkan dahinya kala mendengar ucapan Daddy nya. “Apa maksudmu, Dad ?” Tanya Keenan penuh rasa keheranan, jika bukan Daddy nya yang mengerjakan pekerjaan kantornya, lalu siapa ?
“Kau harus berterimakasih pada Miko, semua pekerjaanmu di kerjakan olehnya. Daddy hanya menyuruhnya ini dan itu agar ia mengerti akan pekerjaannya.” Jawab Zio dengan santainya, ia meletakkan kopi yang baru saja ia seruput kembali ke atas meja.
“Dad, yang benar saja !” ucap Keenan lagi jelas saja Keenan jadi merasa tak enak hati. Ia tahu jika Miko adalah asisstennya tapi bukan berarti Miko harus menanggung pekerjaannya juga.
__ADS_1
“Kau harus memberinya hadiah, dan cuti ia sudah banyak bekorban waktu dan pikirannya hanya terfokus mengurus perusahaan yang kita tahu usaha kita sudah tidak terhitung lagi jumlahnya.” Ucap Zio menatap putranya.
“Sahabatmu akan menikah, Ken. Berilah ia hadiah yang paling beharga !” ucap Zio lagi.
Keenan terperanjat kaget karena ia tak tahu jika sebentar lagi Miko akan menikah, dan dengan siapa ? Luna ?
“Menikah ? dengan Luna maksud Daddy ?” Tanya Keenan cepat karena ia merasa penasaran.
“No ! Daddy tidak tahu pastinya, yang jelas Paman Romi mengatakan jika wanita yang akan menikah dengan Miko adalah anak sahabatnya.” Terang Zio pada Keenan.
“Kau ini banyak sekali bertanya ! Kau tanyakan saja pada Miko !” sunggut Zio pada putranya yang terbilang banyak bicara dan bertanya padanya semenjak pulang berbulan madu. Pasalnya putranya itu sangat irit bicara dan tak biasa bertanya sesuatu yang tidak menurutnya penting.
“Berliana, lebih baik kau beristirahat. Kalian pasti lelah karena perjalanan pulang, bukan ?” ucap Jihan pada menantunya dan putranya.
Keenan dan Berliana menganggukkan kepalanya dan segera menuju kamar mereka di lantai atas. Begitu mereka sampai di lantai atas Berliana langsung merebahkan dirinya di atas ranjang dan tertidur pulas, meninggalkan suaminya yang tengah mandi sendirian dikamar mandi.
Keenan yang baru saja mandi dan keluar dari kamarnya dengan handuk yang melilit di pinggangnya, ia tersenyum melihat istrinya yang sudah tertidur pulas. Ia kemudian menarik selimut menutupi tubuh istrinya. Dan memberikan ciuman di kening Berliana.
__ADS_1
Cup
“Aku mencintaimu, sangat !”
... ……....
“Bisa kita berhenti saja disini !” ucap Luna meminta Alrend mengentikan mobilnya, padahal mereka belum tiba di rumah sakit.
“Tapi kita belum tiba di rumah sakit, Nona !” balas Alrend dengan masih mengemudikan mobilnya.
“Taka apa, ini hanya luka kecil yang besar jauh lebih parah dari ini !” ucap Luna pelan dan mampu membuat Alrend menghentikan mobilnya dipinggir jalan.
“Siapa namamu ?” Tanya Alrend menatap wanita di sampingnya.
Luna menghembuskan nafasnya pelan, lambat laun ia pasti harus mengatakan siapa dirinya pada lelaki yang sudah mengambil kesuciannya itu. Ia tak menyesal karena telah kehilangan hal yang beharga dalam hidupnya, karena ia telah merasa hancur dan kecewa akan perbuatan Miko padanya.
“Aku tahu kau wanita dimalam itu, maafkan aku yang sudah merenggut kehormatan mu !”
__ADS_1