Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 60


__ADS_3

Tiga jam kemudian Berliana sudah tampak cantik dengan balutan gaun pengantin yang begitu indah. Wajahnya pun sudah dirias dengan secantik mungkin oleh tim MUA.



Para fotografer mengabadikan momen Berliana dengan gaun pengantinnya karena permintaan Mom Jihan dan Kinanta.


"Mom sepertinya aku ingin menikah juga." kata Kinanta melihat Berliana sejak tadi begitu cantik dengan gaun pengantin. Ia jadi teringat perkataan Rama yang selalu mengajaknya untuk menikah dulu.


"Ayo kita menikah, kita sudah sama-sama dewasa Kinan. Aku ingin sekali membangun rumah tangga bersamamu hidup bahagia dengan anak-anak kita nantinya." Ucapan Rama selalu Kinanta ingat sampai detik ini.


Jihan menoleh ke arah Kinanta saat mendengar ucapan putrinya. "Kau mau menikah dengan siapa ? Alrend atau Rama ?" tanya Jihan cepat karena putrinya itu sedang berhubungan dengan anak rekan bisnis suaminya yaitu Alrend Putra Wijaya pewaris Wijaya Corp.


"Entahlah Mom, aku bingung harus memilih yang mana." jawab Kinanta dengan santainya. Kemudian ia mendekati Berliana dan mengajak Kakak iparnya tersebut untuk berfoto bersama, meninggalkan Mommy nya yang berdecak kesal padanya.

__ADS_1


Di lain sisi Keenan menatap tajam Rama sedari tadi saat Rama datang menemui dirinya. Miko dan Bayu mencoba menenangkan Keenan agar tidak emosi di hari bahagianya.


"Aku hanya ingin mengucapkan selamat atas pernikahanmu, itu saja." ucap Rama membuka suara.


"Aku tidak butuh ucapan selamat darimu !" balas Keenan dengan angkuhnya. Ia benar-benar membenci Rama, karena kejadian tujuh tahun silam dimana Keenan menganggap Rama telah merebut Kanaya darinya.


"Kau masih marah padaku ? Sudah ku katakan aku tidak merebut Kanaya darimu, wanita itu sendiri yang menggodaku." ucap Rama masih membela diri ia tak terima jika terus disalahkan oleh Keenan.


"Lagi pula kau sudah bahagia dengan istrimu, lantas mengapa kau masih mempermasalahkan masa lalu ?" ucapan Rama membuat Keenan merasa tertampar.


Miko dan Bayu masih terus menyaksikan perdebatan antara sepupu itu, mereka berjaga-jaga barang kali akan ada baku hantam diantara mereka.


"Aku minta maaf." Rama menjulurkan tangannya sebagai bentuk permintaan maafnya. "Aku minta maaf walaupun aku tak bersalah." ucap Rama dengan menatap wajah Keenan.

__ADS_1


Keenan mengalihkan wajahnya ke arah lain ia begitu malas untuk meladeni permintaan maaf Rama padanya.


"Sudahlah Keenan, buang jauh-jauh amarah dan bencimu. Apa kau tidak melihat ketulusan hati Rama, kalian itu saudara sepupu seharusnya akur dan saling menyayangi satu sama lain." ucap Miko memberikan nasehat pada sahabatnya tersebut.


Keenan menghela nafasnya mau tidak mau ia harus menurunkan egonya untuk memaafkan Rama. Pada akhirnya hubungan Keenan dan Rama kembali mencair seperti dulu, dimana saudara sepupu tersebut saling menjaga, mendukung, dan menyayangi.


"Aku memaafkan mu, tapi dengan satu syarat !" Keenan menatap tajam Rama.


"Apa ?" tanya Rama cepat.


"Pakaikan Jasku !" titah Keenan pada Rama yang membuat Rama berdecak kesal. "Mau tidak ?" ulang Keenan.


Rama mengusap kasar wajahnya ingin sekali Rama membenturkan kepala Keenan di dinding saat itu juga. Sifat arogan Keenan benar-benar membuatnya muak.

__ADS_1


"Baiklah baginda raja Keenan Argantara." ucap Rama meledek pada Keenan.


Miko dan Bayu menahan tawa mereka saat akhir percakapan diantara sepupu itu sangatlah manis.


__ADS_2