
Berliana duduk di kursi taman seorang diri ia menunggu Keenan datang menemuinya hari ini. Semalaman ia sudah memikirkan tentang dirinya dan perasaan yang sudah lama ada untuk Keenan.
Bukan ia egois tapi apa yang mampu ia perbuat ? Ia juga tak dapat menyalahkan satu sisi saja perbuatan Keenan. Karena Kakaknya, Jonathan juga bersalah karena sudah menjadi seorang pembunuh. Dan orang yang Kakaknya bunuh tersebut adalah Grand Ma Keenan.
Flash Back
Berliana menatap nanar Kakaknya yang tengah duduk di hadapannya. Ia tak menyangka jika Kakaknya menjadi seorang kriminal. Padahal setahu dirinya Jonathan merupakan sosok Kakak yang lemah lembut dan penuh kasih sayang. Lalu kenapa Kakaknya tega menjadi seorang pembunuh.
"Aku tak menyangka dengan apa yang ku lihat saat ini, Kakak ku ternyata seorang tawanan." ucap Berliana pelan namun mampu membuat hati Jonathan terkoyak.
Jonathan tak menyangka jika adiknya bisa tahu keberadaan dirinya saat ini tengah di penjara. Jonathan tahu pasti hati adiknya itu hancur dan kecewa padanya. Andai dulu ia tak tergiur dengan iming-iming nona Yohana tentu ia tak akan menjadi seorang pembunuh seperti ini.
"Maafkan Kakak, Kakak salah." hanya itu yang dapat di ucapkan oleh Jonathan, jujur saja ia sangat malu menatap wajah adiknya.
__ADS_1
"Lima tahun Kakak meninggalkanku, apa Kakak tahu bagaimana beratnya hidupku ? Aku sekolah sambil bekerja paruh waktu sebagai tenaga cuci piring di sebuah restoran." ucap Berliana dengan suara bergetar.
"Lebih parahnya lagi aku bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah club malam untuk membayar uang sewa kontrakan, bahkan aku harus mengubur rapat-rapat impianku menjadi seorang pengacara." sambung Berliana lagi ia bahkan menitihkan air matanya.
Jonathan terkejut mendengarkan isi hati adiknya itu. Ia bingung bukankah Yohana berjanji padanya untuk membiayai sekolah adiknya bahkan kuliah adiknya. Lalu apa yang ia dengar saat ini, bahkan kehidupan adiknya begitu berat. Ia merasa tertipu oleh Yonaha ia tak menyangka jika Yohana tidak menepati janjinya.
"Kenapa Kakak diam ? bicaralah !" ucap Berliana menatap tajam Kakaknya.
"Maafkan Kakak, Ana." hanya itu yang dapat ia ucapkan pada adiknya.
Flash Back Selesai
"Kenapa Kakak jahat sekali ! kenapa harus aku yang menanggung dosa atas perbuatannya !" ucap Berliana seorang diri ia berulang kali melemparkan batu kerikil di danau buatan taman.
__ADS_1
Tiba-tiba Keenan datang seorang diri ia mendekat ke arah Berliana yang sedang duduk di kursi tepian danau. Berliana menyadari kedatangan Keenan ia menoleh ke arah Keenan menatap pria tampan itu. Ia menguatkan hatinya dan pikirannya untuk bisa berbicara dengan Keenan.
"Duduklah !" ucap Berliana pelan kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah danau yang tenang itu.
Keenan mendudukkan diri di kursi di sebelah Berliana. Hening tak ada percakapan diantara keduanya hingga lima belas menit berlalu mereka masih saja tidak saling berbicara satu sama lain hingga Berliana sendiri yang membuka suara.
"Apa kau yang menjebloskan Kakakku, ke penjara ?" tanya Berliana tanpa menoleh ke arah Keenan.
Keenan menoleh ke arah Berliana ia tak menyangka jika Berliana sudah mengetahui kondisi Jonathan. "Iya, semua ku lakukan karena ia bersalah." balas Keenan apa adanya.
"Lalu kenapa kau menyakitiku ? apakah karena aku adiknya, lantas kau bebas membalaskan rasa sakitmu pada adiknya ?" tanya Berliana lagi.
"Maafkan aku, aku bersalah padamu. Aku menyesal." Keenan hanya mampu mengucapkan itu pada Berliana.
__ADS_1
Berliana memejamkan kedua matanya ini begitu sakit baginya. Ia tak bersalah dalam hal ini lalu kenapa ia harus menjadi korbannya.
"Aku akan bertanggung jawab, ayo kita menikah. Biar bagaimana pun aku telah merenggut kehormatan mu. Lagi pula tak ada alasan untuk aku tidak menikahi mu, sebab aku telah berjanji padamu lima belas tahun lalu untuk menjadi suamimu." ucap Keenan lagi ia memegang kedua bahu Berliana dan menatap mata Berliana yang sudah membasah karena menangis.