Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 68


__ADS_3

Jihan dan Zio menemui Yohana yang sedang duduk di samping ranjang Keyla, cucu mereka. Yohana mendongakkan wajahnya kala melihat pasangan paruh bayu datang menghampirinya. Ia tahu siapa mereka, kedua orang tua Keenan.


Yohana bangkit dari duduknya kemudian menatap kedua orang tua Keenan yang menatap sendu ke arahnya. Ia tahu pasti Keenan telah menceritakan tentang Keyla pada mereka.


Jihan kemudian berjalan ke arah Yohana dan langsung memeluk tubuh Yohana. Yohana diam mematung bingung haruskah ia membalas pelukan Ibu Keenan tersebut.


Namun sejurus kemudian ia merasakan kehangatan pada pelukan itu. Pelukan yang tidak pernah ia rasakan dari seorang Ibu bertahun-tahun lamanya. Pelukan itu lantas mengingatkan dirinya akan Ibunya yang telah tiada.


"Apa dia anakmu, Yohana ?" tanya Jihan menoleh ke arah Keyla yang terbaring lemah "Cucu kami ?" ucapnya lagi.


Yohana menghembuskan nafasnya pelan ia kemudian menganggukkan kepalanya. Hati Jihan dan Zio seperti tersayat sembilu melihat kondisi cucu mereka yang begitu lemah dengan banyak selang ditubuhnya.


Yohana kemudian mengelus tangan Keyla seraya berbicara pada putrinya itu entah ia mendengarnya atau tidak. "Keyla sayang, apa kau mendengar Mama ? Disini ada Nenek dan Kakekmu." bisiknya Keyla air mata Yohana kembali menetes.

__ADS_1


Tak lama datanglah Keenan dan Berliana masuk ke dalam ruang rawat inap Keyla. Berliana merasa kasihan pada gadis kecil yang merupakan anak dari suaminya tersebut. Apalagi banyak sekali selang terpasang ditubuhnya, hati Ibu mana yang tidak hancur melihat kondisi anaknya seperti itu, dan ia tahu pasti Yohana merasakan hal itu.


Berliana kemudian memeluk tubuh Yohana ia tak bisa membantu apapun ia hanya bisa memberikan dukungan dan kekuatan untuk Yohana agar wanita itu kuat dan sabar menghadapi semuanya.


Lagi-lagi tubuh Yohana menegang kaku kala dipeluk oleh Berliana. Ia tak menyangka jika Berliana sangat baik.


Tiba-tiba detak jantung Keyla terhenti semua terperanjat kaget kala melihat layar monitor, memperlihatkan detak jantung Keyla yang sudah berhenti berdetak.


"Keyla !"


Suasana duka menyelimuti keluarga Argantara begitupun Yohana. Tak ada yang tak menangis atas kepergian Keyla cucu pertama di keluarga Argantara.


Keenan terus berusaha menenangkan Yohana dengan memeluk tubuhnya. Apalagi tim dokter sedang berusaha menyelamatkan Keyla, namun tetap saja tak berhasil. Keyla telah berpulang kepangkuan sang illahi.

__ADS_1


"Rabu, 21 September 2022. Pukul 14.00 wib. Keyla Yohanathania Alexander telah meninggal dunia."


ucap Dokter kemudian para suster melepaskan selang-selang yang terpasang ditubuh gadis kecil itu dan infus ditangannya. Lalu menutupi tubuh sampai ke bagian kepala Keyla.


Yohana menangis histeris dunianya serasa terhenti saat ini, putri kesayangannya penyemangat hidupnya telah pergi dari hidupnya untuk selama-lamanya.


"Aaaaaa...Keyla !" tangis Yohana semakin menjadi-jadi. Begitupun Keenan ia pun merasakan kehilangan yang teramat besar sama seperti Yohana.


"Lepaskan aku ! Biar aku mati saja, menyusul putriku !" ucap Yohana memberontak dalam pelukan Keenan.


"Tenangkan dirimu ! Ku mohon untuk putri kita !" ucap Keenan terisak dalam tangisnya.


Cemburu tentu saja ! Siapa yang tak cemburu melihat suami sendiri memeluk wanita lain. Namun Berliana harus menepis itu semua untuk saat ini. Karena saat ini suasana sedang berduka.

__ADS_1


Kinanta yang melihat Berliana yang terus saja menatap Keenan memeluk Yohana, ia tahu pasti Berliana pasti tak nyaman melihat pemandangan seperti itu. Ia pu memeluk tubuh Berliana hingga tangis Berliana pecah dalam pelukannya. Antara duka dan cemburu yang bercampur jadi satu.


__ADS_2