
Keenan benar-benar frustasi ia tak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Semua kartu kredit dan debit miliknya tak bisa dipakai sama sekali, karena Daddy nya memblokir semuanya. Mobil, apartemen, bahkan rumah pribadi miliknya semua aset yang ia miliki tak dapat ia gunakan.
Keenan menjambak rambutnya ia benar-benar frustasi dibuat Daddy nya. Berulang kali bahkan ia menelpon Miko namun tak kunjung di angkat oleh Miko bahkan panggilan terakhir dirinya pun nomor ponsel Miko diblokir dari panggilannya.
Keenan mengumpat pada Miko ia kemudian terpikir bisa saja Miko sudah bersekongkol dengan Daddy nya atau Daddy nya itu sudah mengancam Miko untuk tidak membantu dirinya.
Keenan berjalan kaki menyusuri trotoar pinggir jalan. Ia bingung harus kemana lagi ia pergi, di dalam dompetnya bahkan tak ada uang sama sekali. Hari sudah mulai menggelap, ia harus mencari tempat untuk berteduh malam ini. Namun kemana ia pun tak tahu.
Tak lama ia melihat ponselnya, tak ada pilihan lain ia harus menjual ponselnya demi keberlangsungan hidupnya. Dan kemudian Keenan menjual ponsel mahalnya itu disebuah toko handphone.
Keenan tak hanya menjual ponselnya ia pun harus membeli ponsel baru yang harganya murah untuk memudahkan dirinya berkomunikasi. Setelah mendapatkan uang dan ponsel baru, keenan mencari sebuah penginapan yang terjangkau dengan keuangannya.
Setelah Keenan mendapatkan penginapan ia menghembuskan kasar nafasnya. Ia tak menyangka hidupnya akan berubah 180°. "Jadi begini rasanya tak memiliki apa-apa, uang dan kekuasaan" ucap Keenan seorang diri, ia mendudukkan diri di sisi ranjang kamar yang berukuran kecil itu.
__ADS_1
Tak lama ponselnya berdering menandakan pesan masuk dari adiknya, Kinanta.
"Apa yang Kakak lakukan ? dasar bodoh !"
Tulis Kinanta dalam pesan itu Keenan menghembuskan kasar nafasnya saat membaca pesan dari adiknya tersebut.
"Maafkan aku, aku akan menebus kesalahanku. Tapi tolong bantu Kakak, sekali ini." tulis Keenan mengirim balasan pada Kinanta.
"Daddy melarang ku membantumu, jadi selesaikan masalahmu sendiri. Jika kau butuh uang, pakai saja ATM yang pernah ku berikan tempo hari." tulis Kinanta kemudian pesan itu tak berlanjut lagi.
Keenan yang awalnya dulu menolak pemberian adiknya itu. Namun dengan paksaan adiknya, akhirnya Keenan mau menerima hadiah dari adiknya dan hanya menyimpannya saja di dalam dompetnya tanpa memakainya sama sekali.
Keenan manarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman ia tak menyangka jika ia masih memiliki uang walaupun itu pemberian dari adiknya.
__ADS_1
Saat ini dalam pikirannya ia harus segera menemukan Berliana dan membawanya ke hadapan kedua orang tuanya. Agar kedua orang tuanya mau menerimanya kembali.
"Berliana" gumam Keenan
.......
Lain Keenan lain pula dengan Berliana saat ini ia tengah memilih berbagai jenis pakaian. Ya sudah satu bulan ini Berliana membuka bisnis online dengan berjualan pakaian.
Berliana bisa membuka bisnis online, tentu saja berkat bantuan dari Dokter Jihan. Berliana begitu senang karena selama ini ia bisa menyambung hidupnya tanpa perlu terus menerus menerima bantuan dari Dokter Jihan.
Saat ia tengah fokus merekap hasil dagangannya, tiba-tiba ia kembali terpikirkan dengan sosok pria yang sudah satu bulan ini ia hindari. Senyuman manis dan perlakuan manis itu seolah membuat Berliana merasa rindu padanya.
"Keenan.." gumam Berliana.
__ADS_1
.......
Dah gaes jariku keriting ini...koment yang banyak kalo banyak yang komen entar malem autor kasih dua bab lagi 🤣😘