Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 64


__ADS_3

Aaaaaa


Teriakan para tamu undangan menggema mereka ada berlarian keluar dari acara pesta pernikahan Keenan dan Berliana. Beruntungnya acara pernikahan itu sudah selesai hanya tinggal sesi memberikan selamat pada kedua mempelai.


"Kita bisa membicarakannya, Yohana. Turunkan senjata mu." pinta Keenan pelan.


"Kau mau bernegosiasi padaku ?" ucap Yohana sinis.


"Yohana.."


"Kau banyak bicara, Keenan ! Selamat tinggal semoga kau tenang di alam sana !" ucap Yohana yakin kemudian ia menarik pelatuk pistolnya dan menembakkan ke arah dada Keenan.


Dor


Aaaaaaaaa


Semua tamu undangan yang masih ada di sana dan keluarga yang menyaksikan itu mereka sangat terkejut saat Yohana menembakkan pistolnya ke arah Keenan. Lebih tercengangnya lagi, ternyata Berliana menggantikan posisi Keenan.


"Ana !" ucap Keenan dengan suara yang bergetar saat Berliana memeluknya menyelamatkan dirinya.

__ADS_1


"Berliana !" Teriak orang-orang yang menyaksikan adegan tersebut.


"Kak Tara.." ucap Berliana dengan bibir yang bergetar ia merasakan sakit di punggungnya setelah ditembak oleh Yohana.


Yohana kesal bukan main saat ia tak berhasil menembak Keenan kemudian ia mengarahkan lagi pistolnya ke arah Keenan dan menembakkannya ke tubuh Keenan, namun siapa sangka Keenan mempersiapkan segala dengan matang.


Keenan sengaja memakai baju anti peluru di tubuhnya agar Yohana tidak bisa mencelakainya.


Dor


Dor


"Lepaskan aku !" teriak Yohana pada Miko, Miko kemudian menyerahkan tubuh Yohana ke anggota tim delta yang sejak tadi memang berjaga untuk menangkap Yohana.


Keenan dengan cepat melepas ekor gaun yang dikenakan oleh Berliana dan menggendong tubuh Berliana agar keluar dari gedung hotel. Keenan membawa Berliana ke rumah sakit terdekat disusul dengan keluarganya. Mereka sangat khawatir dengan kondisi Berliana. Berliana dengan cepat mendapatkan pertolongan begitu tiba di rumah sakit.


"Nona Yohana sudah saya urus, Tuan." ucap Miko pada Daddy Zio dan Keenan.


Zio menganggukkan kepalanya sementara Keenan pandangan matanya tak lepas dari pintu ruang operasi yang masih tertutup rapat.

__ADS_1


"Semoga Kakak ipar baik-baik saja, Mom." lirih Kinanta seraya memeluk tubuh Mommy nya.


"Aamiin." balas Jihan


"Aku sepertinya pernah mengenal wanita itu." ucap Rama pelan ia mengingat wajah Yohana yang tak asing baginya.


"Dia sahabat Kanaya." jawab Keenan yang membuat Rama dan Miko saling pandang.


"Kalian tentu saja tidak tahu. Nama aslinya Yohanatania Alexander, dan bodohnya aku tidak mengingat dia sama sekali." balas Keenan pelan ia merutukki dirinya sendiri seharusnya ia bisa mengingat dengan siapa dulu ia melakukan One Night Stand.


"Cari tahu tentangnya, Miko. Aku butuh informasinya saat ini juga." titah Keenan menoleh ke arah Miko, dan Miko mengangguk patuh.


Sesaat kemudian pintu ruang operasi terbuka menandakan operasi sudah selesai di lakukan. Berliana masih belum sadarkan diri setelah dilakukan tindakan operasi pengangkatan peluru di bahunya.


"Ana.." Keenan dengan cepat berjalan mendekati ranjang pasien yang yang di dorong oleh perawat dan dokter yang menangani operasi tersebut adalah Bayu.


"Tidak perlu khawatir Ken, istrimu bai-baik saja. Hanya operasi kecil, sebentar lagi ia akan siuman." ucap Bayu menenangkan Keenan dan keluarga Keenan yang ada disana.


Walaupun itu adalah operasi kecil tapi tidak bagi Keenan sebab ia merasa bersalah karena Berliana sampai mengorbankan dirinya berusaha untuk menyelamatkannya. Banyak sekali yang harus ia tebus pada Berliana, karena dulu ia telah menyakiti Berliana dan kini Berliana bahkan menyelamatkan nyawanya. Ia berjanji pada dirinya sendiri jika, ia tak akan membiarkan satu pun air mata menetes dimata Berliana dan akan terus membahagiakannya.

__ADS_1


__ADS_2