
Kedua pasangan suami istri yang baru saja memulai hubungan rumah tangga yang sebenarnya itu nampak menikmati perjalanan mereka saat mengunjungi street food yang terkenal di kota Jakarta.
Miko tak henti-hentinya membelikan banyak sekali makanan untuk Shinta, hingga mereka sampai bingung apakah makanan itu bisa mereka habiskan. Karena bagi Miko sendiri, itu adalah hal pertama yang ia lakukan selama hidupnya. Karena dulu sewaktu ia pacaran dengan Luna, ia tak merasakan hal demikian. Gaya pacaran mereka adalah gaya orang dewasa yang menghabiskan waktu dengan bekerja sambil berpacaran.
Setelah puas berkeliling Miko dan Shinta mendudukkan diri mereka di taman dan memakan makanan yang telah mereka beli.
“Ini enak sekali, ayo cobalah” Ucap Miko mengunyah makanannya kemudian ia menyodorkan makanan itu pula pada Shinta, tentu saja dengan senang hati Shinta menyambutnya.
“Ini namanya telur gulung.” Ucap Shinta menerangkan makanan yang dimakan Miko, bahkan suaminya itu memakan sampai dua puluh tusuk saking menikmati makanan tersebut.
Miko hanya menganggukkan kepalanya setelah di beritahu oleh istrinya nama makanan yang ia makan, karena menurutnya begitu lezat.
“Aku akan membuatkannya nanti, untukmu.” Ucap Shinta tersenyum manis.
“Benarkah ? Apa kau bisa membuatnya ?” Miko bertanya
__ADS_1
“Tentu saja, sangat mudah membuatnya.” Jawab Shinta.
“Baiklah aku akan menunggunya !” ucap Miko kemudian tanpa malu lagi dan permisi ia mengecup pipi Shinta dan itu membuat Shinta menjadi malu, karena mereka tengah berada di tempat orang ramai.
“Mas, banyak orang disini !” lirih Shinta yang merasa tak enak hati jika kemesraan yang diberikan oleh suaminya di lihat oleh orang lain.
Miko hanya terkekeh mendengar ucapan Shinta. “Kau tahu aku ingin berteriak kencang dengan mengucapkan jika aku begitu mencintaimu.” Balas Miko dengan senyuman di bibirnya.
“Mas…”
“Shinta aku mencintaimu ! I Love You !” Miko mengucapkannya tanpa kendala dan secara lantang tentu saja orang-orang menoleh ke arah Miko dan itu membuat Shinta bertambah malu.
“Iya, iya aku tahu Mas mencintaiku, sudah jangan berteriak lagi, please !” Shinta mengerjapkan kedua matanya beberapa kali ke hadapan Miko.
... ……….....
__ADS_1
Setelah mereka puas mengisi perut mereka, Miko dan Shinta kembali ke apartemen. Di dalam lift Miko tak pernah melepaskan tautan tangannya pada Shinta, ia terus menggenggam tangan Shinta dan bahkan sering ia mengecup punggung tangan Shinta dan itu membuat Shinta bahagia.
Setiba mereka masuk ke dalam apartemen saat Miko telah menutup pintu dan menguncinya, Miko dengan tiba-tiba mengungkung tubuh Shinta di dinding kemudian mencium bibir Shinta.
Shinta membalas ciuman yang diberikan oleh Miko, bahkan lidah mereka saling membelit dan bertukar silvanya. Ciuman itu terus menuntut bahkan Miko memberikan tanda-tanda cinta di leher jenjang Shinta hingga Shinta melengguh dan me.nde.sah apalagi kedua tangan suaminya sambil bermain di dua bukit kembar miliknya memainkannya dan me.re.masnya dengan gemas.
“aaaahh…”
Miko membuka satu persatu kancing pakaian yang dikenakan oleh Shinta hingga terpampang lah keindahan gunung yang begitu sempurna di matanya. Ia tak menunggu waktu lama, dilepaskannya pengait bra yang di kenakan oleh Shinta kemudian ia menangkup dua gunung indah itu dengan mulutnya di mainkan nya dengan melu.ma.t dan men.ji.latinya seakan itu adalah mainan yang sangat menggemaskan bagi Miko.
“Aaaahh…Mass..uuhh…”
Miko kemudian menggendong tubuh Shinta masuk ke dalam kamar mereka, entah sejak kapan mereka sudah sama-sama dalam keadaan polos. Shinta membuka kedua matanya betapa terkejutnya ia kala melihat sesuatu yang pertama kali ia lihat dalam hidupnya dan itu membuatnya memekik kaget.
“Aaaakkk!”
__ADS_1
... ………………….....
Mau dilanjut enggak nih ? Komen dan Like yang banyak dulu yaahh 🤣🤣🤣🤣