
Dua hari berikutnya, Cappadocia, Turki.
"Wah...ini indah sekali, Kak." ucap Berliana kagum dengan pemandangan indah di negara Turki, Cappadocia.
Keenan menggenggam tangan istrinya dan memfotonya, pemandangan yang begitu indah bukan ? Bahkan Keenan mengunggah foto itu di laman sosial media miliknya, yang jarang sekali ia buka. Karena ia bukan tipe pria yang suka bermain sosmed.
Tentu saja foto yang baru ia unggah itu mendapat banyak sekali komentar dari netizen, siapa yang tidak mengenal dirinya. Seorang pewaris Diamon Corp dan pengusaha sukses di usia muda.
"Apa mau mencoba menaikinya ?" tawar Keenan pada istrinya.
"Ayo !"
Keenan dan Berliana menaiki balon udara tersebut dan menikmati pemandangan dari atas balon udara. Keenan bahkan tak henti-hentinya menggenggam tangan Berliana. Ia menciumnya dan mengelus tangan Berliana seolah Berliana memang hal yang sangata berharga dalam hidupnya.
Setelah puas mereka menaiki balon udara, waktu sudah menunjukkan sore hari. Keenan mengajak Berliana kembali ke hotel dimana terdapat pemandangan balon udara di sana.
"Apakah setelah kita pulang berbulan madu, sudah ada dia disini ?" tanya Berliana mengelus perut ratanya.
__ADS_1
"Entahlah...bukankah kita harus banyak berdoa dan banyak berusaha membuatnya." jawab Keenan tersenyum manis.
"Hei..Kak Tara, itu kemauan mu." sunggut Berliana dengan bibir yang mengerucut.
Keenan merasa gemas ia kemudian menggendong tubuh Berliana dan memutarnya hingga mereka sama-sama tertawa. Sejurus kemudian Keenan menyatukan kening mereka dan Keenan mencium bibir Berliana dengan tak melepas menggendong Berliana.
"Aku ingin seorang putri yang cantik sepertimu." ucap Keenan yang kemudian dijawab cepat oleh Berliana.
"Dan putra yang tampan sepertimu."
"Aamiin." jawab mereka bersamaan.
Tak lama Keenan menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam kamar. Mereka melakukan penyatuan menyalurkan cinta hasrat yang begitu besar. Satu tujuan mereka saat ini adalah berharap akan ada kebahagiaan setelah mereka pulang berbulan madu, dengan hadirnya malaikat kecil di dalam rahim Berliana.
... .........
"Ada apa Sayang ?" tanya Zio ia menghentikan kegiatannya.
"Itu..di ruang tamu ada Alrend dan kedua orang tuanya, dan.." ucapan Jihan terputus kala suaminya dengan cepat memotong perkataannya.
"Maksudmu, Tuan Reyhan dan Nyonya Naura ?"
__ADS_1
Jihan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban "Dan di sana juga ada Rama berserta Rayyan dan Mayang." ucap Jihan pelan ia tahu setelah ini pasti akan ada perkara yang telah dibuat oleh putrinya.
"Maksudmu apa ?" tanya Zio bingung.
"Mereka mau melamar putri kita, Kinanta." Jawab Jihan pelan memejamkan kedua matanya.
"Melamar ? Alrend ? lalu.." ucapan Zio terputus kala mengerti Rama juga melamar putrinya. "Sayang !" ucap Zio seakan tak percaya.
"Maafkan aku Mas, seharusnya aku menceritakan padamu jika sebenarnya putri kita dan Rama menjalin hubungan diam-diam." Jihan memberitahukan semuanya pada suaminya tentu saja hal itu membuat Zio terkejut bukan main.
Zio mengusap kasar wajahnya ia tak menyangka jika putrinya diam-diam berhubungan dengan Rama, sepupunya sendiri.
"Dimana Kinan ?"
... .........
"Mau apa kau kemari ?" tanya Rama menatap tak suka pada Alrend yang ia ketahui jika Kinanta berpacaran dengan Alrend.
"Tentu saja aku kemari dengan maksud yang baik." jawab Alrend dengan santainya. Alrend juga tak menyukai Rama, sebab ia mencari tahu tentang lelaki di hadapannya itu adalah mantan kekasih sekaligus sepupu, Kinanta.
"Apa maksudmu ?" tanya Rama cepat
__ADS_1
Alrend menghembuskan nafasnya pelan kemudian ia mantap Rama dengan tatapan mengejek. "Melamar Kinanta !"
... .........