
"Kau menginginkanku ?” Tanya Luna dengan terus menatap manik mata suaminya, bukankah ini malam pengantin mereka ? Sah-sah saja bukan, jika mereka melakukannya.
“Kau mau melakukannya tanpa ada cinta diantara mereka ?” Alrend malah balik bertanya.
“Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika cinta bisa tumbuh dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Bukankah kita bisa mencobanya mulai sekarang ?” jawab Luna yang membuat Alrend menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman.
“Ayo !” Alrend menarik tangan Luna hingga terduduk di pangkuannya. Ia kemudian merapikan anak rambut yang menutupi wajah istrinya, dan mengecup kening istrinya dengan lembut. Kemudian ia menautkan bibir mereka, hingga terjadilah malam pengantin yang menggairahkan diantara keduanya.
... …….....
“Mommy…Daddy…” Kinanta menggedor pintu kamar kedua orang tuanya setelah mendapat telpon dari Kakaknya, jika Berliana semalam dilarikan ke rumah sakit.
Zio membuka pintu kamarnya ia masih mengenakan piyama tidurnya, karena ini adalah hari minggu. Kebiasaan dia dan Jihan bangun siang karena habis melewati malam panas mereka.
“Daddy belum mandi ? Dad ini sudah pukul delapan pagi !” omel Kinanta yang melihat tampilan Daddy nya yang masih mengenakan piyama tidur.
“Ada apa Kinan ?” Tanya Zio dengan wajah yang masih mengantuk.
“Daddy, Berliana semalam dibawa Kak Ken ke rumah sakit.” Ucap Kinanta yang membuat terkejut mendengar kabar itu.
__ADS_1
“Apa !” pekik Zio kemudian ia membangunkan istrinya, Jihan.
“Sayang ayo bangun, Sayang…Berliana masuk rumah sakit !” ucap Zio menggerakkan tubuh istrinya, seketika Jihan langsung terbangun dari tidurnya kala mendengar nama menantunya masuk rumah sakit.
“Mommy..astaga !” Kinanta membalikkan badannya dan pergi keluar dari kamar, setelah melihat penampakan tubuh Mommy nya yang hanya mengenakan lingerie tanpa bra.
Sedangkan Zio dan Jihan merasa malu terutama Jihan ia kembali menutup selimut sampai ke wajahnya setelah di pergoki oleh putrinya sendiri.
... …….....
“Sayang, kau sakit apa ?” Tanya Jihan saat melihat menantunya tengah berbaring di ranjang rumah sakit.
“Maksudnya ?” Tanya Jihan tak mengerti. Begitupun Zio dan Kinanta.
“Mommy akan menjadi seorang Nenek.” Jawab Berliana mengembangkan senyuman di bibirnya,
Jihan dan Zio saling pandang setelah mendengar langsung dari mulut menantunya.
“Hallo, Grand Ma.” Berliana menirukan suara anak kecil sambil mengelus perutnya.
__ADS_1
Jihan langsung memeluk menantunya itu ia sangat bahagia karena Berliana sedang mengandung dan ia sebentar lagi akan menjadi seorang Nenek.
“Wah, aku akan menjadi Aunty.” Ucap Kinanta kemudian tubuhnya dipeluk oleh Daddy nya.
“Dan Daddy akan menjadi Kakek, Kakek yang tampan sepanjang masa !” ucap Zio dengan percaya diri yang membuat semua orang terkekeh mendengarnya.
Tiba-tiba masuklah Keenan ke dalam kamar rawat Berliana dengan membawa pesanan yang Berliana inginkan.
“Kenapa tidak membangunkan Mommy dan Daddy, jika semalam kau membawa Jihan ke rumah sakit, Ken ?” Tanya Keenan pada putranya.
“Aku tidak mau mengganggu waktu istirahat kalian Dad, lagipula aku bisa membawa istriku sendiri kemari.” Keenan memberikan alasan agar Daddy nya tidak semakin mengintimidasinya.
“Aku hanya kelelahan, Dad, Mom. Tak apa-apa. Kata dokter aku hanya perlu bedrest selama kurang lebih dua minggu.” Berliana ikut bicara agar kedua mertuanya itu tidak bertanya macam-macam dengan suaminya.
“Benarkah ? Apakah kandungan mu lemah ?” Tanya Jihan cepat
Berliana menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. “Iya Mom, tapi Mom tenang saja. Aku baik-baik saja, dan aku yakin nanti calon anakku juga baik-baik saja setelah mengikuti perintah dokter.” Terang Berliana
Semua orang bernafas lega karena Berliana baik-baik saja, rasa syukur tak henti-hentinya mereka ucapkan untuk keluarga mereka, akhirnya sebentar lagi akan hadir calon generasi penerus keluarga Argantara.
__ADS_1