Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 108


__ADS_3

“Aku tidak tahu jika dulu kalian masih berhubungan sebelum kami menikah, aku merasa bersalah karena sebuah perjodohan yang diatur orang tua kami, kalian harus berpisah.” Terang Shinta lagi.


Luna menghembuskan nafasnya pelan ia tak mau membahas masa lalu, yang lalu biarlah berlalu pikirnya. Lagipula ia sudah bahagia bersama Alrend, apalagi sebentar lagi mereka akan punya anak, karena saat ini Luna tengah hamil tiga bulan.


“Sudahlah, Nona Shinta. Aku sudah ikhlas, aku sudah bahagia bersama suamiku, dan apa kau tahu aku sedang mengandung sekarang. Buah cintaku dengan suamiku.” Jawab Luna agar Shinta tak mengungkit masa lalunya bersama Miko. Ia bahkan mengelus perutnya di hadapan Shinta agar ia tahu jika dirinya benar-benar sudah melupakan Miko.


Bagi Luna, Miko adalah masa lalu. Bayangan masa lalu yang tak perlu lagi hadir dalam ingatan maupun pembicaraan dan biarlah berlalu.


“Tapi Nona, apa kau tahu setiap malamnya ia selalu menyebut namamu ia tersiksa karena mu. Aku istrinya bahkan tak mampu berbuat apapun untuk suamiku, apa kau tahu luka dan kecewanya aku padanya ? Aku rasa tidak sanggup untuk terus bertahan dengannya.” Shinta menitihkan air matanya kala mengucapkan itu pada Luna.

__ADS_1


Luna menatap nanar Shinta, begitu malangnya nasib yang dialami oleh Shinta. Pernikahan macam apa yang dijalani dan dirasakan oleh Shinta dan Miko ? Begitu berbanding terbalik dengan dirinya yang begitu bahagia bersama Alrend.


Awal mula hubungan mereka tak dilandasi oleh cinta, namun beberapa waktu kemudian rasa cinta itu perlahan hadir dengan sendirinya diantara mereka. Hingga sekarang hadirlah benih cinta mereka sebagai penguat hubungan diantara keduanya.


“Tolong bantu aku Nona Luna, kau mungkin telah bahagia bersama suamimu, tapi bagaimana dengan Miko ? dia terus tersiksa akan kehilanganmu !” Shinta tak mampu berpikir seperti apa lagi karena baginya mungkin Luna bisa membantunya, agar Miko tersadar jika Miko tak perlu mengharapkan sesuatu hal yang mungkin lagi menjadi miliknya.


Luna melihat sendiri bagaimana terluka dan putus asanya seorang wanita yang sudah menjadi istri mantan kekasihnya itu. Sebegitu putus asa-nya kah, hingga Shinta meminta pertolongannya.


“Aku mohon tolong bantu aku, Nona Luna. Hanya kau yang bisa menolongku.” Lirih Shinta ia menghapus air matanya dan menggenggam tangan Luna, hanya Luna satu-satunya harapannya.

__ADS_1


Luna menghembuskan pelan nafasnya ia menatap Shinta yang terus memohon padanya. Tentu saja ia menjadi iba pada wanita itu, tapi ia tak mungkin mengambil keputusan sendiri. Alangkah baiknya jika ia membicarakannya terlebih dahulu pada suaminya nanti.


“Aku akan mengabari mu jika aku siap membantumu, kau tahu bukan ? aku sudah menikah dan bersuami, aku harus membicarakannya terlebih dahulu pada suamiku.” Balas Luna pelan


Disisi lain Miko yang baru saja terbangun dari tidur siangnya, tubuhnya merasa lebih enak karena telah meminum obat dan beristirahat. Tiba-tiba ponselnya berdering kala Bayu menelponnya.


Miko mengangkat telpon tersebut dan bertapa terkejutnya ia kala mendengar Bayu mengatakan jika istrinya sedang bersama Luna di sebuah café.


“Apa istrimu berteman dengan mantan kekasihmu ?” Tanya Bayu penasaran karena ia juga tengah berada di café yang sama dimana Shinta dan Luna berada.

__ADS_1


“Apa maksudmu ?” Miko masih belum mengerti dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu.


“Ahh…kau sama lemotnya dengan Keenan. Shinta istrimu sedang bersama dengan Luna mantan kekasihmu !”


__ADS_2