Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 67


__ADS_3

"Ada yang ingin ku bicarakan pada kalian." ucap Keenan saat dirinya berdiri dihadapan Berliana dan kedua orang tuanya beserta adiknya.


Semua menoleh ke arah Keenan yang masih berdiri ditempatnya. Berliana turun dari ranjangnya kemudian mengajak suaminya itu duduk di sofa bersama adik dan kedua orang tua mereka.


"Kau kenapa Ken ?" tanya Zio menatap mata Keenan yang dirasa penuh beban, dan Zio tahu itu.


"Iya Keenan kau kenapa, kau habis menangis ?" Jihan menatap lekat-lekat mata dan wajah putranya yang sembab, Jihan tahu pasti putranya itu habis menangis.


"Aku memiliki anak bersama Yohana." ucap Keenan pelan.


Duar


Bagaikan petir menyambar ditengah hari bolong, kedua orang tuanya, adiknya bahkan istrinya sangat terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Keenan.

__ADS_1


"Kakak kau jangan bercanda !" sarkas Kinanta yang menganggap ucapan Kakaknya hanya bercanda.


"Kakak serius Kinan, Mommy, Daddy.." kemudian Keenan menoleh ke arah istrinya "Ana.." ucap Keenan pelan.


Hati wanita mana yang tidak terluka dan sakit hatinya bahkan lebih dari kata kecewa menerima kenyataan dari suaminya jika memiliki anak dari wanita lain, padahal baru satu hari mereka menikah.


"Kak Tara..." suara Berliana tercekat kala melihat manik mata suaminya yang sudah berembun termasuk dirinya, matanya pun telah berkaca-kaca.


"Maafkan aku, sayang." lirih Keenan kemudian tanpa sadar air matanya menetes begitu saja.


"Maafkan aku, Mommy, Daddy, Kinan..Ana.." ucap Keenan dadanya terasa sesak setelah menceritakan semuanya. Ia tahu pasti keluarganya akan membencinya begitupun istrinya pasti setelah ini Berliana tak mau lagi berada disisinya.


Jihan menangis begitupun dengan Kinanta ia tak menyangka keluarga mereka diberikan cobaan semacam ini, dan semua terjadi karena ulah tak sengaja yang dilakukan oleh Keenan.

__ADS_1


Zio menatap manik mata putra kebanggaannya itu, dosa apa ia dimasa lalu hingga Keenan mendapatkan masalah pelik seperti ini. Mengapa semua harus terjadi untuk keluarganya. Keenan bersalah tentu saja, namun masalahnya semua terjadi bukan karena disengaja.


"Aku ingin bertemu dengan anak Kak Tara, bukankah anakmu adalah anakku juga." ucap Berliana ia memejamkan matanya yang sudah pasti telah luruh air mata di pipinya.


Sakit ? tentu saja. Tapi bukankah itu adalah masa lalu suaminya ? Cinta telah membutakan dirinya. Ia menerima segala bentuk masa lalu suaminya seburuk apapun dan sekelam apapun, ia akan menerimanya karena baginya saat ini dia adalah masa depannya.


"Sayang.." lirih Keenan manatap Berliana ia tak percaya dengan ucapan yang dilontarkan oleh istrinya itu. Begitupun kedua orang tuanya dan adiknya, mereka sangat terkejut dengan perkataan yang mereka dengar dari mulut Berliana.


"Aku menerima masa lalu mu, seburuk apapun dan sekelam apapun itu, karena aku istrimu." ucap Berliana lagi menggenggam tangan suaminya ia akan menghadapi semua masalah biduk rumah tangganya saat ini bersama suaminya. Suka duka dan pahit manisnya.


Keenan kemudian memeluk tubuh istrinya, tubuh yang tak akan pernah ia sakiti sampai kapan pun itu. Ia begitu bersyukur memiliki seorang istri yang menerimanya masa lalunya apapun itu termasuk masalah besar seperti ini.


"Kau sangat besar hati Berliana, Keenan jangan pernah kau menyia-nyiakan Berliana seujung kuku pun bahkan menyakitinya. Jika kau sekali saja melakukan itu, Mommy dan Daddy akan membawa Berliana jauh darimu !" ancam Jihan pada putranya.

__ADS_1


"Aku berjanji Mommy, Daddy." Keenan kemudian memeluk Mommy dan dan Daddy nya dengan berurai air mata.


__ADS_2