Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 65


__ADS_3

Keenan saat ini tengah duduk dihadapan Yohana yang kondisi tubuhnya diikat dengan kursi. Keenan terpaksa melakukan itu agar Yohana tak memberontak dan berbuat hal yang tidak diinginkan.


Namun setelah Keenan berpikir ia tak tega melihat Yohana seperti itu. Keenan kemudian bangkit dari duduknya dan melepaskan tali ikatan di tubuh Yohana.


"Berengsek ! bajingan !" maki Yohana pada Keenan dengan mata tajamnya.


"Maafkan aku." ucap Keenan pelan ia menatap Yohana tak berkedip, Keenan tahu begitu banyak luka di mata di Yohana atasb perbuatannya.


Keenan telah mengetahui semua informasi yang ia dapat tentang Yohana. Keenan begitu bersalah dan menyesal telah berbuat demikian kepadanya.


"Kau merenggut kehormatan ku malam itu, apa kau tahu setelah kejadian itu aku hamil anakmu !" teriak Yohana ia sampai menangis dihadapan Keenan.


Duar


Bagaikan disambar petir tengah hari bolong. Keenan terperanjat kaget tubuhnya diam mematung di tempatnya setelah mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Yohana.

__ADS_1


"Yo..yohana."


"Suamiku menceraikan aku di malam pertama pernikahan kami, ayahku meninggal karena serangan jantung dan semua itu karena mu yang sudah menghancurkan aku dan masa depanku !" teriak Yohana sambil terisak dalam tangisnya.


Keenan terduduk lemas tak berdaya di bawah kaki Yohana. Dadanya terasa sesak kala Yohana menjelaskan semua tentang dirinya. Keenan begitu tak menyangka kejadian satu malam itu membuat dampak yang amat besar untuk diri Yohana.


"Bahkan maaf mu tak cukup bagiku !" bentak Yohana. "Apa aku salah menginginkan kematian mu, hah !" teriak Yohana


Keenan menoleh ke arah Yohana ia benar-benar lelaki yang brengsek dan bajingan. Haruskah ia mati di tangan Yohana ? Lalu bagaimana dengan Berliana, mereka baru saja disatukan dalam ikatan suci pernikahan. Apakah ia sanggup melihat Berliana kehilangan dirinya.


Yohana membulatkan matanya apa ia tidak salah dengar dengan ucapan Keenan padanya. Keenan menyerahkan dirinya untuk Yohana. Selama ini ia selalu mencari kesempatan untuk membunuhnya, namun selalu saja Yohana tak dapat membunuh Keenan.


"Kau menyerahkan hidupmu." ucap Yohana sinis kemudian ia mengarahkan pistol tersebut tepat di kepala Keenan.


Keenan memejamkan matanya bahkan air matanya menetes di pipinya. Saat ini ia berpikir pasti akan mati hari ini juga di tangan Yohana.

__ADS_1


Saat Yohana hendak menarik pelatuknya tiba-tiba Bern mendobrak pintu ruangan. Nafasnya tersengal-sengal kala berlari mendekat ke arah Yohana.


"Nyonya !" ucap Bern cepat


Yohana menurunkan pistolnya dan menoleh ke arah Bern, begitupun dengan Keenan.


"Nyonya, Nona Keyla tak sadarkan diri !" ucap Bern yang membuat Yohana terkejut mendengarnya. Yohana kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut bersama dengan Bern. Keenan pun mengikuti kemana perginya Yohana dan Bern pergi.


Beberapa saat kemudian Yohana dan Bern beserta Keenan telah sampai di rumah sakit. Tubuh Keenan menegang kaku kala melihat seorang anak perempuan berusia enam tahun tengah terbaring lemah di ranjang pasien dengan banyak sekali selang ditubuhnya.


"Si..siapa anak itu ?" tanya Keenan menoleh ke arah Bern. Bahkan Yohana terus menangis menggenggam tangan gadis kecil yang bernama Keyla itu.


"Dia anak Nyonya Yohana, itu artinya dia anakmu, Tuan Keenan." ucap Bern pelan.


Jantung Keenan berdetak kencang Anak ? Ia tak menyangka jika dirinya selama ini memiliki seorang anak dari Yohana.

__ADS_1


.......


__ADS_2