
Aku kesal
Aku galau
Aku kacau
Aku cemburu karena kamu
Aku cinta
Tapi gengsi
Aku rindu
Ingin bertemu sama kamu
Cinta yang membuatku begini
Cinta yang buatku lupa diri
Kau dimana kau berada
Saat aku membutuhkan dirimu
__ADS_1
Kamu acuhkan diriku
Jangan tanya oh mengapa
Oh kenapa
Ku pergi tinggalkan dirimu
Karena aku tak sanggup sendiri
Keenan dan Berliana sama-sama diam saat diperjalanan mereka mendengarkan lagu itu seolah menggambarkan bagaimana hubungan mereka. Benar bukan ? cinta tapi gengsi !
"Besok malam aku akan membawamu kehadapan orang tuaku." ucap Keenan pelan sambil menyetir mobilnya.
"Kau mengarang cerita dengan mengatakan jika kau keguguran, aku begitu khawatir waktu itu. Apa benar kau hamil ?" tanya Keenan serius membuat Berliana membulatkan matanya.
Bicara soal hamil atau tidak syukurlah Berliana tidak hamil setelah Keenan merenggut kehormatannya waktu itu. Tuhan sangat baik padanya, bukan ?
"Aku tidak hamil, Tuhan sangat baik padaku. Ia tak mengizinkan benih lelaki brengsek sepertimu hadir dalam rahimku." ucap Berliana menatap lurus ke depan. Ia tak memperdulikan Keenan yang tersinggung dengan ucapannya.
Keenan tersenyum lega karena Berliana tidak mengandung benihnya.
Bukan tanpa alasan bagi Keenan sebrengsek apapun ia, ia tahu apa resiko terbesar jika Berliana mengandung benihnya tanpa sebuah ikatan pernikahan yang sah. Ia masih mengenal hukum agama, tidak akan ada hubungan nasab antara seorang anak dengan ayah kandungnya jika anak itu lahir di luar pernikahan.
__ADS_1
"Maafkan aku, beribu maaf ku ucapkan mungkin kau tak akan pernah bisa memaafkan lelaki berengsek ini." ucap Keenan pelan kemudian ia menghentikan mobilnya karena mereka telah sampai di alamat pelanggan Berliana.
Berliana hanya diam tak menanggapi perkataan Keenan. Benar bukan ? Tak mudah untuk memaafkan sebab Berliana bukan Tuhan. Sebesar apapun rasa cintanya maka sebesar itu pula ras bencinya pada Keenan.
Berliana turun dari mobil, Keenan membantu Berliana membawakan kantong besar berisi pakaian pesanan pelanggannya. Berliana bertemu dengan pelanggannya, kemudian menyerahkan pesanan pelanggan tersebut.
"Terimakasih, Pak." ucap Berliana melihat notifikasi di ponselnya dimana pelanggan tersebut telah mentransfer uangnya. Berliana dan Keenan kemudian kembali masuk ke dalam mobil.
"Apa kau lapar ? Mau makan malam dimana ?" tanya Keenan pada Berliana yang menatap kaca jendela samping.
"Apa kau selalu menghambur-hamburkan uang ? Bahkan makanan yang kau berikan kemarin masih utuh di lemari pendingin dan pizza yang kau bawa tadi masih utuh satu kotak." cecar Berliana ia tak menyukai sifat Keenan yang selalu membeli sesuatu dengan berlebihan.
Keenan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal benar apa yang dikatakan oleh Berliana padanya, pizza yang ia bawa tadi masih utuh. Akhirnya Keenan mengalah ia kemudian melajukan mobilnya pulang ke rumah Berliana.
Berliana turun dari mobil Keenan, Keenan membuka kaca mobilnya dan berpamitan pada Berliana. Karena Keenan harus pulang sebab besok pagi ia ada rapat penting bersama dewan direksi.
"Aku pulang, maaf jika telah menganggu waktumu." ucap Keenan pelan. Entah mengapa Berliana seolah merasa bersalah pada Keenan. Ungkapan Keenan padanya seolah menampar dirinya jika Keenan tidak mengganggunya, malah Berliana terbantu dengan adanya Keenan.
Keenan menghidupkan mesin mobilnya kala Berliana hanya diam saja seakan Berliana masih terus mengabaikan dirinya.
"Terimakasih...
.......
__ADS_1