
“Ada apa ?” Tanya Miko panik saat Shinta berteriak.
“Iii..itu..apa ? Shinta menunjukk ke arah milik Miko yang bergitu besar dan panjang. “Ke..kenapa besar sekali ?” Shinta sampai ngeri melihat milik Miko yang di atas rata-rata.
Miko terkekeh geli mendengar ucapan Shinta. “Jangan takut, aku akan pelan-pelan.” Jawab Miko kemudian kembali me.lu.mat bibir Shinta tangannya dengan perlahan melebarkan kedua kaki Shinta agar miliknya dapat melesat masuk ke dalam milik Shinta.
“heemmpp..” Shinta ingin berteriak namun Miko tak melepaskan ciumannya, Shinta merasa ada benda tumpul yang besar memaksa masuk ke dalam miliknya. Rasanya begitu sesak, penuh, dan perih tak seperti bagaimana jari tangan Miko yang memainkan miliknya barusan.
“aaaaaaaakkkk.” Shinta menjerit kesakitan saat milik Miko telah masuk sempurna ke dalam miliknya ia bahkan menyalurkan rasa sakitnya dengan cara mencakar punggung Miko sampai berdarah.
“oooogghh…” Miko pun tak dapat menahan suaranya ia begitu menikmati bagaimana milik Shinta berkedut-kedut seolah miliknya dipijit-pijit di dalam milik Shinta.
“Sakit…Mas..” rengek Shinta saat milik Miko belum bergerak, ia membiarkan terlebih dahulu miliknya di dalam milik Shinta agar terbiasa.
Shinta bahkan mengeluarkan air matanya kala merasakan miliknya seakan seperti terobek apalagi terasa ada yang keluar dari miliknya, yaitu selaput darah keperawanannya. Dan itu membuat Miko merasa bangga karena mendapatkan Shinta seutuhnya.
“Terimakasih sudah menjaganya, untukku.” Miko menciumi mata Shinta secara bergantian, kemudian ia mencoba menggerakkan pinggulnya maju mundur.
Awalnya merasakan kesakitan namun sejurus kemudian rasa itu berubah menjadi nikmat kala milik Miko terus bergerak dengan tempo yang pelan.
__ADS_1
Miko tak tahan lagi ia ingin bermain dengan tempo yang cepat, ia kemudian mempercepat temponya hingga seisi ruang kamar mereka terdengar suara de.sah.an yang bersahutan di antara mereka.
“Aaahh,,,aaaa..”
“Oogghh..Shinta..aaahhh”
“Aahh…Mas…”
“Sebut namaku sayang aaahh..” Miko mel.um.at bibir Shinta dengan rakus sambil bergerak semakin mempercepat temponya.
“Aaahh…Mi..miko..aaahh..Miko.”
“Aaahh…sayang..aaahh…”
“Aaaaaahhh..”
Miko mencabut miliknya kemudian ia mengubah posisi bercinta mereka dengan cara Shinta di atasnya. Shinta yang tak mengerti apa-apa ia menjadi bingung kala dirinya di dudukan dipangkuan tubuh Miko.
“Apa kau tidak pernah menonton film biru ?” Tanya Miko sembari memainkan dada Shinta dengan gemas.
__ADS_1
Plak
Shinta menepuk tangan Miko karena kesal diberikan pertanyaan semacam itu oleh Miko yang terkesan vulgar, karena ia tak mungkin pernah menonton hal semacam itu kecuali adegan berciuman di sebuah drama korea, tentu saja ia pernah menyaksikannya.
Dan Miko tertawa kala tahu ternyata istrinya begitu polos dan tak mengerti dengan hal intim semacam ini. “Baiklah mulai sekarang aku akan mengajarimu !” Miko mengarahkan miliknya ke milik Shinta memasukkannya kembali hingga Shinta kembali memekik merasa sakit di area intinya, karena milik Shinta belum terbiasa dengan miliknya.
“Aaaaakkk”
“Ooogghh…Ayo bergerak, pelan-pelan saja.” Pinta Miko
“Seperti ini ?” Shinta menaik turunkan tubuhnya hingga membuat Miko mabuk kepayang dan kalang kabut karena miliknya terus dijepit oleh milik Shinta.
“Aaahh…aaahhh…”
Shinta terus bergerak hingga tubuhnya berkucuran keringat, Miko terus me.nde.sah saat menikmati percintaan yang dipimpin oleh Shinta, begitu memabukkan baginya. Tangannya pun tak pernah tinggal diam ia terus memainkan dua gunung Shinta dengan gemas bahkan sesekali ia men.ye.sapnya seakan sedang men.yus.su.
Hingga Miko merasakan miliknya akan mengeluarkan semburan benih-benihnya ia membalikkan posisi tubuh Shinta kembali ke dibawah kungkungannya dan menembakkan seluruh benihnya masuk ke dalam rahim Shinta tanpa tersisa.
“aaaaaaaaaaahhh”
__ADS_1
Shinta merasakan semburan milik suaminya itu terasa hangat di dalam rahimnya ia bahkan terkulai lemas dan kakinya bergetar hebat.
Miko mengecup kening Shinta dengan lembut, hingga tiba-tiba miliknya entah kenapa kembali menegang dan Shinta merasakan itu. Dan terjadilah malam pertama yang begitu panjang diantara kedua insan yang sedang meneguk indahnya surga dunia yang sedang mereka buat bersama, entah kapan usainya hanya mereka berdua saja yang tahu.