
Berliana menitihkan air matanya kala Keenan mengatakan ia telah merenggut kehormatannya. Hanya satu dari seribu lelaki yang mau menerima seorang wanita yang sudah tak suci lagi.
Maka jawaban yang tepat kali ini adalah menerima bentuk tanggung jawab Keenan padanya. Rasa benci dapat berubah menjadi cinta, dan itu telah Berliana rasakan saat ini.
"Ayo kita menikah." ajak Keenan lagi pada Berliana.
"Bagaimana jika aku menolak." jawab Berliana pelan.
"Aku akan memaksamu agar menikah denganku." jawab Keenan tanpa berpikir dahulu jika ucapan itu bisa saja menyakiti perasaan Berliana.
"Kau memang tukang memaksa." ucap Berliana mendengus kesal.
Jawaban Berliana membuat Keenan terkekeh mendengarnya. "Maafkan aku." Keenan memegang tangan Berliana hingga Berliana diam terpaku. "Aku akan menebus kesalahanku padamu, ayo kita menikah bukankah kita memang berjodoh kita bertemu lalu terpisahkan dalam waktu yang lama kemudian kita bertemu lagi." ucap Keenan dengan tulus.
"Baiklah aku mau menikah denganmu." jawab Berliana ia sudah memutuskan sejak semalam jika ia mau menerima ajakan Keenan untuk menikah.
Ia menerima Keenan bukan tanpa alasan, lagi pula Dokter Jihan yang merupakan Mommy Keenan juga sudah terlalu baik padanya. Sering kali Dokter Jihan meminta maaf atas nama Keenan bahkan selalu memberikan bantuan padanya.
__ADS_1
Keenan bahagia bukan main karen Berliana mau menikah dengannya. Keenan hendak memeluk tubuh Berliana namun tindakannya terhenti saat Berliana berdiri dari duduknya.
"Jangan coba-coba menyentuhku, aku mau menikah denganmu bukan berarti aku memaafkan mu !" ucap Berliana menatap tajam Keenan dengan menunjukkan satu jari telunjuknya pada Keenan.
Keenan mengusap kasar wajahnya, iya mana mungkin secepat itu Berliana akan memaafkan dirinya. Tentu Berliana perlu waktu untuk memaafkannya.
"Kau tidak romantis sekali, seharusnya kau melamar ku dengan seikat bunga dan cincin !" protes Berliana kemudian ia melangkah meninggalkan Keenan seorang diri dengan mulut yang terbuka setelah mendengar ucapannya.
Benar apa yang dikatakan oleh Berliana seharusnya Keenan melamar Berliana dengan membawa bunga dan cincin. Keenan ???mengusap kasar wajahnya bagaimana ia sampai melupakan itu.
"Ayo ku antar kan kau pulang." ajak Keenan mencoba meraih tangan Berliana namun dengan cepat Berliana menarik tangannya. Berliana berpikir jika ia seolah menerima saja perlakuan Keenan padanya bukankah itu terlihat murahan. Maka dari itu ia tak ingin bersikap demikian, setidaknya ia harus jual mahal sedikit.
Keenan dan Berliana kemudian berjalan mendekati parkiran mobil, mereka kemudian masuk ke dalam mobil bersama. Di dalam perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali diantara mereka hening menyelimuti suasana di dalam mobil itu.
Hingga tiba-tiba hujan lebat mengguyur jalanan Ibu kota. Setelah melewati perjalanan yang begitu panjang tibalah mobil Keenan sampai di depan rumah Kakeknya yang di tempati oleh Berliana.
"Apa kau tidak punya rumah ?" tanya Keenan namun hal itu membuat Berliana menatap tajam dirinya. Berliana berpikir jika ucapan Keenan barusan seolah dirinya tidak punya tempat tinggal.
__ADS_1
"Aku punya rumah, rumah kontrakan." jawab Berliana ketus.
"Kenapa tidak kembali ke rumah kontrakan ?" tanya Keenan lagi, benar bukan ? lalu apa salahnya dengan ucapannya pikirnya mengapa Berliana masih menatap tajam dirinya.
"Bilang saja kau mau mengusirku dari rumah Kakek Mu !" jawab Berliana ketus ia kemudian turun dari mobil Keenan dan masuk ke dalam rumah dengan membanting pintu karena merasa kesal.
Brak
Keenan mengusap kasar wajahnya mengapa ia selalu salah, beginilah mungkin jika seumur hidup tidak pernah berpacaran. Ia tak berpengalaman dalam memenangkan hati wanita bahkan membujuk dengan rayuan gombal.
"Aku sepertinya harus belajar dari Miko." ucap Keenan seorang diri.
... ....
Satu bab lagi entar malem ya gaes 🤣😘
.......
__ADS_1