Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 36


__ADS_3

Keenan mengemas pakaiannya ke dalam koper. Ia harus segera pulang karena ingin melihat keadaan Mommy tercintanya, yang ternyata jatuh sakit. Keenan merasa bersalah tentu saja Mommy nya jatuh sakit karena ulah dirinya.


Selama dua bulan ini Keenan tak pernah pulang ke rumah setelah di usir oleh Daddy nya. Bulan ia tak mau pulang ke rumah. Tapi ia malu untuk untuk menampakkan wajahnya ke hadapan kedua orang tuanya dan adiknya.


Setelah Keenan berkemas ia hendak pergi meninggalkan rumah kontrakannya, rumah kontrakan yang sudah ia bayar untuk satu tahun ke depan. Keenan membawa saja kunci pintu rumah itu, barangkali ia akan kembali lagi ke sana nanti, pikirnya.


Keenan melajukan motornya pulang ke rumah kedua orang tuanya. Setelah perjalanan panjang itu, Keenan sampai di depan gerbang rumah para satpam yang berjaga terkejut melihat kedatangan anak majikannya itu.


Mereka kemudian membukakan pintu gerbang untuk Keenan hingga Keenan kembali melajukan motornya masuk ke pekarangan rumah. Keenan turun dari motornya dan membawa kopernya ia masuk ke dalam rumah yang sudah dua bulan ini ia tinggalkan.


"Kakak..." teriak Kinanta saat melihat Kakaknya pulang ke rumah mereka. Kinanta berjalan cepat dan memeluknya, Keenan membalas pelukan itu ia juga sangat merindukan adik cerewetnya.


Setelah pelukan itu usai sejurus kemudian tiba-tiba Kinanta memukuli Keenan tanpa ampun. Bagaimana Kinanta tidak marah dan kesal pada Kakaknya itu. Mommy mereka selalu mengurung diri kamar dan sudah satu minggu ini terbaring sakit.

__ADS_1


Bugh


bugh


bugh


"Rasakan ini dasar Kakak laknat, menyebalkan, membuat orang susah saja !" Kinanta begitu kesal pada Kakaknya tersebut ia terus memukuli Kakaknya tanpa henti.


"Aww....sakit hentikan Kinan."


"Apa Mommy sudah tidur ?" tanya Keenan pada adiknya karena hari sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


Kinanta tampak berpikir "Sepertinya Mommy sudah tidur, semenjak Kakak pergi. Mommy jadi kurang nafsu makan, lebih cepat tidur dan suka mengurung diri di kamar." terang Kinanta apa adanya pada Keenan.

__ADS_1


"Lebih parahnya lagi Mommy dan Daddy sering bertengkar, Mommy bahkan pernah mengusir Daddy dari kamar di malam jum'at." Sambung Kinanta lagi kemudian ia dengan cepat menutup mulutnya lalu lari dari hadapan Kakaknya.


Keenan menarik sudut bibirnya saat Kinanta mengatakan tentang malam jum'at padanya. Ia tak menyangka jika adiknya itu sudah dewasa tentu saja tahu segala hal.


Keenan masuk ke dalam kamarnya kemudian merebahkan dirinya di atas ranjang. Ia merogoh ponselnya dan menuliskan pesan pada Berliana, berharap Berliana mau membaca dan membalasnya. Tentu saja Keenan memiliki nomor ponsel Berliana, karena Keenan mendapatkannya dari Bu Ningsih.


"Maafkan aku Ana" ketik Keenan pada pesan tersebut.


Pesan terkirim tak lama pesan itu dibaca oleh Berliana, dan Keenan mendapatkan balasan pesannya yang membuat Keenan semakin bersemangat kembali.


'Mari kita bicara di taman tempat kita bertemu lima belas tahun lalu' tulis Berliana pada balasan pesannya untuk Keenan.


Keenan senang bukan main ia kemudian memikirkan sesuatu bagaimana jika ia beritahu saja alasan awal mengapa ia sempat menyiksa Berliana. Ya mungkin berkata jujur jauh lebih baik, Dan bila Berliana mau memaafkan dirinya apakah ia akan langsung saja melamar Berliana dan membawa Berliana ke hadapan orang tuanya.

__ADS_1


Ah..pikiran Keenan sudah terlalu jauh padahal saat mereka bertemu nanti belum tahu bagaimana ceritanya pertemuan mereka. Tapi yang jelas Keenan sudah tak sabar untuk bertemu dengan Berliana.


__ADS_2