
"Mereka sangat manis dengan busana adat jawa." ucap Bianca melihat Keenan yang sudah resmi menikah.
"Tentu saja, pasti Jihan yang meminta Keenan dan Berliana mengenakan adat itu. Karena Jihan memang keturunan dari Jawa sedangkan Zio dia itu blasteran antara Jerman dan Indonesia." balas Mayang yang duduk di samping Bianca.
"Apa putramu belum mau menikah ?" tanya Bianca pada Mayang.
"Anak itu susah sekali jika membahas soal wanita. Padahal dia sudah dilangkahi oleh Rayya, dia bahkan tidak malu sudah disebut Paman oleh keponakannya." Sunggut Mayang yang membuat Bianca tertawa kecil mendengarnya.
"Kau sendiri bagaimana apa Miko sudah ada tanda-tanda akan menikah ?" Mayang balik bertanya.
"Jangan tanyakan hal itu, sepertinya Miko akan bernasib sama seperti Rama. Karena Misca akhir tahun ini akan menikah dengan kekasihnya." jawab Bianca merasa miris dengan putranya mengapa sampai detik ini belum juga mau menikah.
Jonathan yang melihat adiknya telah resmi menikah ia menitihkan air mata bahagianya. Tugasnya telah usai sekarang sampai mengantarkan adiknya menemui kebahagiaan bersama suaminya.
"Selamat adikku, semoga kau selalu bahagia. Kakak akan mendoakan kebahagiaanmu. Maafkan Kakak selama ini yang tak bisa menjadi Kakak sekaligus orang tua yang baik untukmu." ucap Jonathan dengan mata yang berkaca-kaca.
Berliana yang mendengarkan ucapan Kakaknya tersebut ia menitihkan air matanya. Sedih tentu saja tapi ia patut berbahagia bukan ? "Terimakasih Kak, semoga Kakak selalu dalam lindungan-Nya dan menjadi manusia yang lebih baik lagi. Aku akan sangat menantikan dimana kita bisa berkumpul kembali." balas Berliana memeluk Kakaknya.
__ADS_1
Kemudian Jonathan memeluk Keenan "Jaga adikku baik-baik Keenan, aku titipkan dia padamu. Bahagiakan dia, selama ini aku telah banyak memberikan penderitaan dalam hidupnya." pinta Jonathan dengan tulus pada Keenan.
"Akan ku pastikan dia bahagia bersamaku, aku berjanji." Keenan membalas pelukan Jonathan yang telah menjadi Kakak iparnya.
Setelah prosesi akad nikah dan Jonathan memberikan selamat pada adiknya serta berfoto bersama. Jonathan memilih langsung kembali ke sel tahanan karena sudah cukup baginya melihat kebahagiaan adiknya.
Setelah acara ijab kobul selesai Keenan Berliana masuk ke dalam kamar hotel mereka. Mereka akan beristirahat sebentar sebelum acara resepsi pernikahan mereka digelar nanti malam. Akan ada lima ribu tamu undangan yang datang ke acara resepsi pernikahan mereka.
"Yang benar saja, Kak ? Memangnya siapa saja yang di undang oleh Mom dan Daddy ?" tanya Berliana ia merasa terkejut saat Keenan mengatakan jika kedua orang tuanya mengundang tamu sebanyak itu.
Lima ribu undangan ? yang benar saja, apa Berliana sanggup berdiri bersalaman dengan para tamu sebanyak itu, pikirnya.
"Apa kau butuh bantuan, sayang ?" tanya Keenan yang melihat Berliana seperti kesusahan melepaskan sanggul dan pernak pernik yang melekat di kepalanya.
"Bisa tolong lepaskan Kak ? Kepalaku pusing sekali karena ini." rengek Berliana menunjuk kepalanya.
Keenan tersenyum manis pada Berliana kemudian ia membantu melepaskan sanggul dan pernak pernik yang melekat di kepala Berliana dengan hati-hati.
__ADS_1
"Mommy benar bukan ? adat jawa ini memang sangat etnik dan indah saat kita kenakan." ucap Keenan sambil melepaskan tusuk konde satu persatu dari kepala Berliana.
"Iya, tiba-tiba wajahku berubah. Wah...kita harus berterimakasih pada Mommy, bukan ?" balas Berliana yang menatap dirinya dan Keenan di pantulan cermin.
"Selesai." kata Keenan setelah melepaskan sanggul dan pernak pernik yang melekat di kepala Berliana.
"Terimakasih." ucap Berliana tersenyum manis ia membalikkan tubuhnya ke arah Keenan. Senyuman manis itu seakan membuat Keenan ingin melahap bibir manis Berliana. Keenan memajukan bibirnya hendak mencium bibir Berliana. Begitupun Berliana mencoba memejamkan matanya seakan memberikan izin pada lelaki yang baru saja menjadi suaminya itu untuk menciumnya.
Namun tiba-tiba...
tok
tok
tok
.......
__ADS_1