
Jantung Luna seakan berdebar tak karuan saat Keenan memberikan sesuatu untuknya apalagi Keenan tersenyum manis padanya. Miko yang menyaksikan itu hanya diam biasa-biasa saja. Karena dulu sebelum Luna, mantan sekretaris Keenan juga pernah menerima hadiah dari Keenan sebagai bentuk ucapan terimakasih.
"Ti..tidak usah Tuan." tolak Luna ia tak enak hati jika harus menerima pemberian Keenan, apalagi Keenan memberikannya tepat di depan Miko. Ia tak mau kekasihnya itu cemburu padahal baik Keenan dan Miko menganggap itu hal yang biasa.
"Tidak perlu sungkan, anggap saja itu ucapan terimakasih ku." jawab Keenan kemudian ia pergi meninggalkan Luna dan Miko yang masih berdiri di tempatnya.
Luna membuka paper bag yang ternyata berisikan kalung berlian yang ia tunjukkan pada Miko barusan. Luna menelan ludahnya, bukankah harganya sangat mahal. Kalung sederhana itu namun harganya mencapai seratus juta.
"Terima saja, dia memang seperti itu sebagai ucapan terimakasihnya." ucap Miko kemudian mengajak Luna keluar dari toko perhiasan membuntuti Keenan.
Luna dan Miko menemani Keenan berbelanja hari itu. Keenan membeli banyak sekali sepatu, sandal, dan juga tas untuk Berliana. Keenan berencana untuk membuatkan walk in closed pribadi untuk Berliana. Bahkan pakaian untuk Berliana nantinya. Dan semua pilihan itu Keenan meminta Luna membantunya, karena Keenan merasa Luna lebih mengerti soal penampilan mengingat Luna sangat modis dan fashionable.
__ADS_1
"Apa lagi kira-kira yang dibutuhkan oleh wanita ?" tanya Keenan pada Luna.
"Kita sudah membeli semuanya Tuan, kecuali aksesoris. Sepertinya kita butuh beberapa untuk calon istri anda." jawab Luna memang benar bukan ? wanita sangat ribet denhan aksesorisnya agar terlihat cantik dan menarik.
"Tuan, sepertinya anda harus memperbanyak meja rias calon istri anda dengan ini." ucap Luna menunjuk berbagai skin care dan make. Karena memang benar wanita butuh perawatan agar terlihat cantik, bukan ?
"Pilihkan yang paling bagus, aku tak ingin kulit calon istriku rusak." ucap Keenan dengan tegas.
"Kau tahu Miko, kenapa laki-laki harus berkerja keras ?" ucap Keenan pelan pada Miko disampingnya.
Miko menoleh ke arah Keenan seolah ingin bertanya pada Keenan tentang maksud ucapan Keenan padanya.
__ADS_1
"Kau lihat senyuman mengembang kekasihmu itu, kau harus mempertahankan senyumannya agar ia selalu bahagia berada di sampingmu. Tapi kau jangan salah mengartikan, banyak wanita yang hidup sederhana ada pula yang ingin hidup bergelimang harta. Ku harap kau tak salah menjadikan Luna istrimu, Miko." ucap Keenan pelan.
Keenan sebenarnya sedari toko perhiasan tadi telah mendengar perdebatan antara Luna dan Miko. Keenan tak menyangka jika Luna sangat matrealistis. Tak masalah jika pasangan kita menginginkan ini itu, namun bukankah berlebihan jika hanya seorang kekasih sudah mau berkehendak ini dan itu pada pasangannya sedangkan mereka hanya berstatus pacaran bukan suami istri.
"Mau ku perjelas ? Kekasihmu itu sangat matre !" ucap Keenan dengan tegas. Kemudian ia berdiri dari duduknya di kursi tunggu mengeluarkan black card miliknya untuk membayar seluruh belanjaannya.
Miko sedari tadi hanya diam saja, selama setahun ini ia berhubungan dengan Luna memang benar, Luna selalu ingin kemauannya di turuti. Dalam sebulan Miko setidaknya harus mengeluarkan uang seratus juta untuk Luna. Padahal mereka belum menikah, namun Luna seolah ingin menguasai dirinya. Ia jadi berpikir mungkinkah selama ini Luna hanya menginginkan uangnya ? Miko lantas menduga-duga terhadap Luna.
... ....
Gaes aku update entar malem satu bab lagi tapi janji harus komen dan like dulu empat bab ini 🤣🤣🤣
__ADS_1