
Keenan berjalan memasuki gedung kantor yang sudah dua bulan ini tak ia kunjungi. Semua karyawan menundukkan kepala mereka saat melihat Bosnya telah kembali. Padahal dua bulan ini mereka merasa bebas karena Tuan Fabrizio yang memimpin perusahaan.
Keenan masuk ke dalam lift khusus presdir saat pintu lift tertutup ia menyunggingkan senyumannya saat ia melihat reaksi para karyawannya yang menunduk takut padanya. Ia jadi berpikir mungkin selama dua bulan ini Daddy nya memberikan kebebasan pada karyawannya.
Begitu Keenan sampai di lantai khusus ruangan dirinya ia berjalan memasuki ruangannya. Ruangan itu nampak sama seperti biasanya tidak ada yang berubah sedikit pun. Karena Daddy nya tidak menggunakan ruangannya. Sebab Daddy nya memiliki ruangan sendiri di sebelah ruang kerja miliknya.
Keenan mendudukkan diri di kursi kebesarannya dan menghidupkan laptopnya. Ia mengecek pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh Daddy nya selama dua bulan ini. Setelah ia mengeceknya ia menggelengkan kepalanya ia merasa kagum dengan hasil kerja Daddy nya yang luar biasa baginya.
Saat ia tengah memperhatikan layar laptopnya tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangannya dan Keenan mempersilahkan orang itu masuk. Keenan menatap seorang wanita di hadapannya kini yang begitu cantik dan seksi.
"Selamat datang kembali, Tuan Keenan Argantara. Saya Luna sekretaris baru anda." ucap Luna memperkenalkan diri pada Keenan. Luna tersenyum manis pada Keenan.
Keenan menelisik Luna dari atas sampai bawah ia menarik sudut bibirnya kenapa Daddy nya menerima sekretaris baru seperti seorang model. Apa Daddy nya mencoba menguji dirinya agar goyah pada Berliana ?
__ADS_1
Keenan hanya menganggukkan kepalanya kemudian ia menerima berkas yang berikan oleh Luna untuknya. Bahkan Keenan memalingkan muka saat Luna menunduk meletakkan berkas itu di atas meja kerjanya sebab dua aset milik Luna secara tidak sengaja terlihat olehnya.
"Keluar dari ruangan ku dan panggil Miko kemari" titah Keenan dengan tegas.
Namun belum sempat Luna menjawab perintah Keenan. Tiba-tiba pintu ruangan Keenan terbuka dan masuklah Miko. Keenan menatap tajam Miko saat ini, jujur saja Keenan masih kesal dengan Miko karena Miko mengusirnya tempo hari.
Keenan berdiri dan mendekati Miko. Kemudian tanpa aba-aba ia langsung melayangkan pukulan ke wajah Miko hingga Miko terjatuh. Luna yang menyaksikan itu berteriak karena Keenan memukul Miko.
"Itu untukmu yang berani mengusirku tempo hari." ucap Keenan geram melihat Miko.
Luna adalah kekasih Miko merek sudah berpacaran selama satu tahun. Selama ini Luna berkerja di perusahaan lain. Miko adalah tipe pria yang pencemburu dan overprotektif oleh karena itu Miko meminta Luna untuk bekerja di perusahaan Diamon Corp agar ia lebih dekat dengan Luna.
"Sayang, apa kau tidak apa-apa ?" ucap Luna khawatir ia membersihkan bibir kekasihnya itu dengan tisu.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja." jawab Miko kemudian ia menoleh ke arah Keenan. "Aku mengusir mu karena Tuan Besar yang memintaku." ucap Miko pada Keenan.
Keenan terkejut dengan apa yang ia dengar ternyata Miko dan Luna saling berhubungan. "Apa kalian berpacaran ?" tanya Keenan ia kembali duduk di kursi kebesarannya.
"Aku tak menyangka Bos mu berwajah tampan namun sangat kasar dan juga pemarah !" sunggut Luna di hadapan Keenan pada Miko.
"Kau bicara apa ?" sarkas Keenan pada Luna.
"Iya kau kasar dan pemarah." jawab Luna lalu dengan cepat Miko memegang tangan kekasihnya itu agar tak banyak bicara yang dapat memancing kemarahan Keenan.
"Keluarlah sebentar." ucap Miko pada Luna hingga membuat Luna menghentakkan kakinya kesal pada kekasihnya itu. Luna masih tak terima jika Miko di pukul oleh Keenan ia menatap tajam Keenan ia tak takut jika Keenan seorang pimpinan perusahaan sekalipun.
... ....
__ADS_1