
Miko menarik tangan Luna masuk ke dalam ruangannya. Setelah Mereka keluar dari ruangan Keenan. Luna menghempaskan tangan Miko kasar dan menampar wajah lelaki itu.
Plak
Pipi Miko serasa panas setelah mendapatkan tamparan keras dari Luna. Ia menatap Luna dengan pandangan mata yang sendu, sedangkan Luna selalu menatap tajam dirinya. Seakan Luna tak pernah mengingat lagi jika mereka adalah sepasang kekkasih yang saling mencintai.
“Katakan, jika ucapanmu dengan Keenan itu tidaklah benar !” ucap Miko dengan suara beratnya.
“Sayangnya apa yang aku ucapkan bukanlah sebuah kebohongan, Tuan Miko !” balas Luna menekankan kata-katanya.
“Luna !” bentak Miko hatinya terasa sakit kala mendengar ucapan Luna yang selalu bisa mematahkan hatinya.
“Kita tidak ada lagi hubungan apapun, Tuan Miko. Aku akan mengundangmu di acara pernikahanku nanti, itupun jika kau berkenan untuk datang !” ucap Luna kemudian ia menuju meja kerjanya yang memang satu ruangan dengan Miko.
__ADS_1
Luna membereskan barang-barang penting miliknya memasukkannya ke dalam sebuah kotak, tanpa memperdulikan Miko yang selalu bicara dan bertanya ini itu dengannya.
Tiba-tiba ponsel Luna berdering ia tahu siapa yang menelponnya itu, dia adalah Alrend. Alrend akan datang menjemput dirinya untuk memperkenalkannya dengan kedua orang tuanya, keluarga Wijaya.
Luna mengangkat panggilan itu di hadapan Miko dan tanpa memperdulikan jika Miko mungkin tambah sakit hati padanya.
“Baiklah aku segera turun.” Luna kemudian menutup ponselnya dan membawa satu buah kotak yang berisi barang penting miliknya meninggalkan ruangan Miko. Sedangkan Miko terus membuntuti Luna hingga di depan lobby.
Miko mengepalkan kedua tangannya kala melihat Luna masuk kedalam sebuah mobil mewah. Ia tahu mobil siapa itu, karena ia pernah melihat mobil itu kemarin, yang merupakan mobil Alrend Putra Wijaya.
... ……...
Satu minggu kemudian,
__ADS_1
Tibalah hari pernikahan antara Miko dan Shinta. Miko mengucapkan kalimat ijab kobul dengan lantang dan satu tarikan nafasnya.
Miko merasa ada hal yang berbeda dari dirinya kala ia telah mengucapkan kalimat itu. Ia menatap wanita disampingnya yang telah resmi menjadi istrinya. Meskipun terkesan biasa saja, tapi entahlah rasanya terkesan berbeda. Sangat sulit untuk menjabarkannya.
Lain halnya dengan Luna, wanita itu kini tengah di rias oleh beberapa MUA professional. Luna dan Alrend memutuskan untuk menikah, dan mencoba menjalani rumah tangga yang belum di dasari oleh cinta.
Kedua orang tua mereka setuju dan memberikan restu jika Luna dan Alrend menikah. Untuk itu mereka tak mau berlama-lama menunda sesuatu yang baik.
Luna dan Alrend menikah bertepatan dengan Miko dan Shinta yang juga sama-sama melangsungkan pernikahannya.
“Apa kau tahu, jika mantan kekasih Miko juga menikah hari ini ?” ucap Bayu sambil menyesap minuman di tangannya pada Keenan dengan tak melepaskan pandangan matanya dari sahabatnya yang tengah duduk di pelaminan.
Keenan menoleh ke arah Bayu, begitupun Rama yang turut hadir dalam acara pernikahan Miko karena mereka semua adalah teman masa kecil yang selalu menjalin hubungan baik sampai mereka dewasa seperti sekarang.
__ADS_1
“Ku dengar mantan kekasihnya itu menikah dengan anak dari keluarga kaya, kalau tidak salah wi..jaya, ya pewaris Wijaya Corp !” ucap Bayu lagi yang membuat Keenan dan Rama saling pandang karena terkejut mendengarnya.