Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 54


__ADS_3

Berliana membelalakkan kedua matanya saat syarat yang diminta Keenan adalah dirinya harus mencium Keenan. Pipi Berliana merona, jantungnya berdebar tak karuan. Jujur saja permintaan Keenan memang kecil dan sederhana, namun itu membuat Berliana malu pastinya.


"Aku tidak mau !" ucap Berliana ketus kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Keenan terkekeh mendengar penolakan Berliana baginya saat ini Berliana begitu menggemaskan dengan wajah cemberutnya. "Hanya mencium pipiku, apa kau tidak mau memakan bakso itu ?" tawar Keenan berusaha membujuk rayu Berliana.


"Kakak tega sekali padaku." Berliana menoleh ke arah Keenan dengan wajah cemberutnya. Keenan semakin gemas melihatnya ingin sekali ia mencubit pipi Berliana.


Berliana mencoba membuka sabuk pengamannya namun ternyata sangat sulit untuk dibuka. "Kenapa ini ?" lirih Berliana


Keenan mencoba membantu Berliana membuka sabuk pengamannya wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter, mati-matian Berliana manahan dirinya agar tak menuruti permintaan Keenan. Namun apa ini, tiba-tiba..


Cup


Tanpa sengaja bibir Berliana mencium pipi Keenan, semua berlangsung secara tiba-tiba karena gerakan refleks saat sabuk pengamannya terlepas.


Keenan menoleh ke arah Berliana tatapan mata mereka saling mengunci. Mereka seolah sama-sama terhipnotis satu sama lain. Keenan lebih mendekatkan lagi wajah nya ke arah Berliana. Berliana hanya diam ia malah memejamkan matanya.

__ADS_1


Seketika ciuman itu terjadi, Keenan mencium bibir Berliana. Keenan mencium, memangut dan melu.ma.tnya. "Balas aku Ana." ucap Keenan setelah ia melepaskan ciumannya.


Keenan kembali mencium bibir Berliana, Berliana mencoba membuka mulutnya entah benar atau tidak tindakannya saat ini yang jelas ia begitu terbuai dengan apa yang dilakukan oleh Keenan terhadapnya.


Keenan dengan leluasa mengekesplor bibir Berliana saat Berliana membuka bibirnya. "Apa kau tidak pernah berciuman ?" tanya Keenan setelah tautan bibir mereka terlepas.


Nafas keduanya saling tersengal-sengal setelah ciuman itu. Berliana menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Keenan padanya.


"Jadi kau tidak pernah berpacaran ?" tanya Keenan lagi dengan senyuman dibibirnya.


"Siapa bilang, aku tentu saja pernah berpacaran, tidak sepertimu." jawab Berliana membuat Keenan berekspresi datar padanya.


"Kenapa apa ada yang salah ?" ucap Berliana pelan menyadari raut wajah Keenan yang tiba-tiba berubah.


"Katakan dengan siapa kau pernah berpacaran ?" tanya Keenan spontan menoleh ke arah Berliana dengan menatap tajam.


Berliana berpikir jika saat ini Keenan pasti cemburu padanya. Berliana kemudian mencoba mengerjai Keenan karena Berliana merasa lucu melihat raut wajah bodoh Keenan saat cemburu.

__ADS_1


"Rahasia !" bisik Berliana kemudian ia turun dari mobil Keenan menghampiri pedagang bakso yang berjualan di pinggir taman kota.


Keenan mengusap kasar wajahnya ia cemburu ? tentu saja ! Keenan tidak pernah menjalin hubungan dengan teman wanita manapun karena ia terlalu sibuk bekerja. Jangankan untuk berpacaran bahkan terkadang ia tak pernah ada untuk menghabiskan waktu bersama adik dan kedua orang tuanya.


Keenan duduk disebelah Berliana menemani calon istrinya itu memakan baksonya. "Uh...ini enak sekali." ucap Berliana mencoba memanasi Keenan agar Keenan mau mencicipi bakso yang ia makan.


"Buka mulutmu, Kak Tara." Berliana mencoba menyuapi Keenan namun pria itu tentu saja tidak akan mau memakannya.


"Tidak, itu pasti banyak mengandung msg dan aku tidak yakin bahan yang dipakai untuk membuat bakso itu higienis." ucap Keenan dengan angkuhnya.


Berliana merasa kesal dengan tingkah Keenan yang tidak mau menuruti permintaan sederhana dirinya. "Ya sudah kalau tidak mau !" ucap Berliana ketus ia menghabiskan satu mangkok bakso kemudian memesan satu mangkok lagi karena memang rasa bakso itu sangatlah enak.


"Tubuhmu kecil, tapi selera makan mu sangat banyak." Keenan menggelengkan kepalanya saat Berliana memakan bakso untuk yang kedua kalinya.


Berliana hanya tersenyum manis menanggapi ucapan Keenan. Keenan yang melihat senyuman manis itu tiba-tiba ia mengarahkan bibirnya untuk mengecup sekilas bibir manis Berliana.


"Manis."

__ADS_1


__ADS_2